Cowok Persiapkan Dirimu Sebelum Menikah Jangan Buat Anak Gadis Orang Menderita - Congkasae.com

News Update

11 February, 2017

Cowok Persiapkan Dirimu Sebelum Menikah Jangan Buat Anak Gadis Orang Menderita


Hari ini Pagi-pagi buta, saya mendapatkan telepon dari mama (panggilan untuk ibu) dari Manggarai Flores. Jarum jam di atas meja belajarku menunjukan angka 05: 30 ketika ponsel saya berdering.


Aku yang masih setengah sadar maklum jam segitu biasanya masih ngorok, bergegas mengambil ponsel yang terletak di sebelah bantal tidurku. Ketika ku lihat, di layar smartphone saya tertulis “mama Memanggil” sejenak saya berpikir wahhh ada apa ya pagi-pagi buta mama menelepon saya.

“Halo mama selamat pagi” jawabku dengan sedikit ngantuk, “iya halo nana selamat pagi, nana sudah bangun?” tanya mama di ujung telepon. “beloom mama ini masih ngorok” sahut ku bercanda. 

“oeee nana masih ngorok kok nganceng wale telepon de mama?” tanya mama lagi.
“habis mama punya pertanyaan kah.....sudah bangun belum kan kalau saya belum bangun pasti tidak angkat ini telepon, hahaha” ujar ku bercanda.

“terus ada apa mama telepon saya pagi-pagi ini? Manuk toe di wa,u one mai potang mama sudah telepon saya ini tumben skali” tanyaku penasaran.

“Oe nana liat mama ini mau tanya, sama nana....itu enu yang kejar-kejar nana di kampus itu masih dia kejar-kejar?” tanya mama diujung telepon.

Oleh.....ini sudah yang saya malas kalau telepon dengan mama ini pasti ujung-ujungnya tanya itu cewek  Gumamku dalam hati. Selama ini saya masih di kejar-kejar oleh seorang adik tingkat bahkan beberapa kali saya merasakan hal aneh kata orang perempuan itu sedang mengguna-gunai saya.

Sejenak saya jawab “masih e mama”. Dengan cepat mama langsung memotong pembicaraan saya “coo nana? Itu perempuan sudah mati?”.

Nagntuk saya langsung hilang memang dengar kata-kata mama. “oeeee.....mama bukan mati e.....masih.....masih itu cewek kejar-kejar saya, kenapa mama mawang anaknya orang pagi-pagi ini?” ujarku.

“ae jaringan e nana saya dengar mati k nana..... ” ujar mama. Langsung ku sahut “oeeee Manggarai Timur punya jaringan jelek....jalan hancor, terus mama telepon saya pagi-pagi ini hanya buat tanya itu?” ujarku.

Mama langsung menjawab “hehehehe iya e nana habisnya mama ini kepikiran skali saya punya anak laki ini kalau kenapa-napa” . mama juga menambahkan bahwa jika memang saya suka itu perempuan terima saja.

Dengar itu saya langsung jawab “coo mama ga, oggooookkk kalau saya tidak suka ge masa mau dipaksa?”. Mama langsung potong pembicaraan saya “terus sampai sekarang dia masih ganggu nana?” tanya mama. “iya e mama dia sering-sering telepon saya tapi saya tidak pernah angkat” ujarku.

Mama langsung bilang “itu ka nana kasi tahu dia baik-baik jangan kasar sama perempuan e......lelo terlalu banyak hal yang dipersiapkan kalau mau menikah itu, fokus dulu sama kuliah jangan dulu pikir itu barang yang tidak penting, maksud mama k nana nanti gampang cari calon istri itu kamu punya wina tungku itu masih banyak” kata mama.

 “de....tombo tungku kole mama ga.....aku ga lemah” ujar ku. “ae coo kali ga? Mama senang kalau selesai dulu baru cari itu mama punya wote nanti, mama tidak terlalu banyak kriteria ta nana yang penting itu ata ngoeng de nana,,,,,,mama pasti terima” kata mama.

“oe mama kenapa pagi-pagi sudah omongin istri ini ta??” jawab ku. “oe nana mama sengaja telepon k biar ingatanya nana kuat....lelo nana menikah itu harus persiapkan secara matang, dari aspek ekonominya. 

Nganceng ko toe tinu anak molas data cepisa? Jangan buat anak gadisnya orang menderita, reme di,an senangn agu ata tu,an hia enu mai meu pande sengsara” kata mama mulai menasehati saya pagi ini tanpa jedah.

“eng mama ga....” jawabku. “lelo nana neka danga kuat pacaran lau hitu, neka lelo ata nuk ami ngger cee nai koen kawen seng hitu, ngo pua kopi tong seti mendo kali ga neka lut ata e” lanjut mama diujung telepon.

“Ae saya mau mandi dulu e mama mau kerja ini” ujar saya mengakhiri pembicaraan. “de hia nana ga......eng ga dia.a di,a lau hitu neka maen-maen agu anak molas data nuk tombo de mama” katanya. “eng ge mama terima kasih sudah membangunkan saya pagi-pagi skali hari ini,” tutup saya.....pembicaraan kami terputus.

Sepanjang hari saya teringat akan kata-katanya mama.....beliau tumben telepon saya di pagi-pagi buta skali. apa lagi mama banyak menasehati aku pagi ini sejenak saya merenung dalam hati memang ada benarnya juga kata-katanya mama pagi ini.

Rupanya beliau merasakhawatir dengan diriku yang berada jauh dari rumah, apalagi saya beberapa bulan belakangan ini sedang sibuk dengan tugas akhir yang harus saya selesaikan.

Mungkin lewat tulisan ini ada begitu banyak yang mengatakan behwa saya ini sok-sokan alias pamer-pamerin kelebihan saya, akan tetapi bukan itu sebenarnya. 

Pesan yang saya mau katakan adalah  semoga akan adanya kesadaran dari setiap peribadi kita untuk merenung dan mengingat kembali tentang pesan apa yang sering kali disampaikan oleh orang tua kita, terutama ase ka,e dan weta daku putra-putri Bumi Congka Sae yang masih mbeot (menuntut ilmu) di tanah  orang.

jadilah generasi yang membanggakan orang tua, jadilah anak yang bisa membuat orang tua tersenyum lebar dan merasa bangga memiliki kita anak-anaknya. Terima kasih mama sudah mengingatkan saya. Momang daku latang mama agu Bapa.

Denpasar februari 2017

Antonius Rahu

Baca Juga

1. Songke Dan Identitas Orang Manggarai

2. Orang Manggarai Dan Prinsip Hidup Yang Dianutnya

3. Internet Dan Dampaknya Pada Budaya Lejong

4. judi jupon putih di manggarai

5. Kopi Manggarai Yang Telah Menyekolahkanku



No comments:

Post a Comment