Belis Mahal, Pria di Kisol Matim Rela Jadi Ojek Demi Nikahi Pujaan Hati - Congkasae.com

News Update

31 January, 2020

Belis Mahal, Pria di Kisol Matim Rela Jadi Ojek Demi Nikahi Pujaan Hati

Ilustrasi by Congkasae.com

[Congkasae.com/Kreba] Memilih pasangan hidup dan menikah tentunya harapan setiap pemuda. Namun menikahi seorang gadis  Manggarai Timur, tentunya bukanlah perkara mudah.

Pasalnya, sudah menjadi hal umum di Manggarai Raya bahawa nilai mas kawin berupa belis atau pasa (bahasa Rongga Kisol) bisa mencapai puluhan dan bahkan ratusan juta rupiah.

Seperti yang sudah lazim dikenal dalam tradisi orang Manggarai ada beberapa tahapan sebelum menikah.

Mulai dari tahapan Se'a Gagi (pertemuan kedua orang tua pasangan), Masuk Minta, Nawu Pasa (antar Belis) sampai pada fase pernikahan, semua itu membutuhkan dana dan biaya yang cukup banyak.

Ibarat menyiapkan payung sebelum hujan, itulah yang dilakukan oleh Donatus Jehadat, pemuda asal Kisol, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur.

Meskipun belum memiliki calon pendamping hidup, pemuda yang akrab disapa Doni ini, kini sudah mulai mengumpulkan uang hasil ojeknya untuk menambah biaya masuk minta dan pasa (belis) sang pujaan hati kelak.

Menurut Doni,  di Kisol memang memiliki tradisi Hu'du Kilo (semacam kumpul kope) sebelum masuk minta ke pihak anak rona.

Dalam tradisi Hu'du Kilo ini semua keluarga dari memplai laki-laki mengumpulkan sejumlah uang persiapan masuk minta.

Namun hal tersebut lantas tidak membuat Doni berleha-leha.  Ia berujar bahwa kaum pria juga harus mempunyai penghasilan sendiri untuk menambah biaya tersebut.
Doni kini telah memiliki kendaraan sendiri dari hasil Ojek

Untuk itu sejak 2011 lalu, ia mulai memikirkan langkah persiapan sebelum menikah kelak salah satunya dengan menjadi tukang ojek.

"Saya ojek sejak tahun 2011, itupun pakai motor orang. Dari hasil ojek saya tampung di koperasi, dan setelah 5 bulan masuk anggota, pada tahun 2014 saya nekat pinjam Rp.20.000.000 untuk beli motor sendiri," Kisah Donatus Jehadat, kepada Congkasae.com di Kisol baru-baru ini.

Layaknya seorang pekerja profesional, pemuda yang suda berusia 32 tahun ini sangat disiplin dalam menekuni profesinya.

"Saya start ojek jam tujuh sampai jam enam sore. Kalau lagi rame penghasilan saya mencapai Seratus ribu rupiah per hari, lalu hasil dari uang ojek saya tabung di Koperasi. Puji Tuhan, saham saya sudah mencapai Rp.10.000.000," tambah pria yang juga aktif dalam organisasi OMK paroki St.Yosef Kisol ini.

Ke depan Doni bertekad untuk menjadikan dirinya mapan secara finansial sebelum memiliki calon tambatan hati dan memutuskan menikah.

Oleh karena itu, doni selalu tekun dalam menjalankan pekerjaannya serta selalu mengandalkan Tuhan, agar memperoleh rejeki yang berlimpah.

Ketika ditanyai terkait calon tambatan hatinya kelak, Doni hanya berujar kalau dirinya tidak terlalu memasang kriteria yang muluk-muluk.

"yang pasti harus seiman ya, mencintai saya dan keluarga saya itu saja,"ucapnya sembari tersenyum lebar.

Penulis: Marselino Ando
Editor: Antonius Rahu

No comments:

Post a Comment