Virus Corona, Penyakit Bambo yang Menyerang Manusia - Congkasae.com

Hoos ata werud

17 March, 2020

Virus Corona, Penyakit Bambo yang Menyerang Manusia

Kelelawar buah sedang bergelantungan di pohon, Foto Ilustrasi Congkasae.com

**Oleh Antonius Rahu**

Akhir-akhir ini wabah virus Corona sedang jadi bahan perbincangan serius masyarakat dunia, pasalnya sejak pertama kali kemunculannya pada November tahun lalu di Wuhan, Provinsi Hubei, China Virus ini telah merenggut ratusan bahkan ribuan nyawa manusia.

Hal yang lebih menyeramkannya lagi adalah ketika virus yang menyerang sistem pernapasan pada manusia ini menjalar ke berbagai belahan dunia.

Dari kepulauan antartika, hingga ke arktik, perjalanan virus ini ibarat hantu yang sewaktu-waktu bisa datang kapan saja, tanpa tahu dari mana dan ke mana perginya.

Jejak yang kelihatan hanyalah kondisi korban yang lunglai tak berdaya di ruang-ruang isolasi rumah sakit, apa lagi kabarnya sampai saat ini virus yang berasal dari Kelelawar ini belum ditemukan antivirusnya.

Lebih menakutkan lagi, setelah beredarnya informasi yang menyebut Virus ini sudah menewaskan beberapa orang di Indonesia, meski beberapa dari pasien suspect Corona bisa disembuhkan.

Kabar terakhir salah satu pejabat tinggi negeri ini sudah terinfeksi virus yang berasal dari Wuhan ini.

Penyakit Bambo di Manggarai
Melihat model penyakit Corona ini, penulis teringat akan sebuah wabah yang melanda Manggarai di musim pancaroba (masa peralihan dari musim panas ke musim hujan atau sebaliknya).

Wabah ini menewaskan ratusan ekor ayam milik mama, ditambah ayam tetangga sebuah tragedi yang mengerutkan kening mama, namun kabar baik bagi kami karena bila wabah ini datang itu artinya kami akan makan daging ayam pagi, siang, malam.

Namanya Bambo, orang Manggarai pasti tahu penyakit yang satu ini, kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia namanya menjadi Tetelo.

Kabarnya  tetelo juga disebabkan oleh Virus, entah namanya apa yang pasti, jika wabah ini datang itu artinya kami akan makan perdeo (gratis) daging ayamnya mama.

Selain menyerang ayam, Bambo juga menyerang hewan kesayangannya mama, masih satu rumpun anak rona dengan ayam namanya Babi.

Jika Bambo menyerang Babi, biasanya tetangga akan kebagian daging Perdeo juga, karena dagingnya tidak mungkin bisa dimakan sekeleuarga saja.

Jika Bambo ini menyerang Anjing, maka namanya berubah menjadi besut. Meski Mina,  mengajukan protes keras karena mengonsumsi bangkai hewan yang disebutnya tindakan berbahaya dalam dunia medis.

Dalam kasus ini Mina memang benar, mengonsumsi bangkai hewan itu beresiko tinggi terhadap kesehatan kita, sebaiknya dikuburkan saja.

Lalu apa hubungannya Bambo dengan wabah Dorona? ooopsss.....Corona maksudnya hahahaha

Jika kita lihat wabah Corona yang sedang menjadi Pandemik Global ini hampir mirip dengan Bambo di Manggarai.

Ketika virus sudah bersarang di dalam tubuh ayam, maka rebus air sudah biar bisa gampang bersihin bulunya karena pasti akan mati itu ayam hahaha.

Inilah yang menyebabkan kenapa timbul rasa takut yang berlebihan dengan wabah ini, pasalnya antivirusnya hingga kini belum ditemukan.

Ketika Nober Main Curang dengan Niki
Niki atau Kelelawar jadi kambing hitam dibalik tragedi kemanusiaan yang pernah terjadi di muka bumi ini.

Pasalnya, beberapa virus mematikan yang pernah ada menyebut Kelelawar sebagai inang (tempat asal) dari virus yang menyerang manusia ini.

Hewan pengerat itu selalu memiliki catatan hitam, terkait virus-virus mematikan yang pernah ada dan menyerang manusia sepanjang sejarah.

Sialnya, di beberapa daerah di Indonesia termasuk Manggarai, hewan satu ini jadi bahan santapan warga.

Di Manggarai khususnya di kampung-kampung, orang masih doyan berburu hewan pengerat ini di waktu malam.

Mereka menyebutnya dengan istilah "ngo tembak Niki" berburu kelelawar, biasanya menggunakan senapan.

Sebaiknya kebiasaan ini harus ditinggalkan, karena sebuah studi menunjukan jika dalam tubuh Kelelawar itu terdapat ribuan sel virus-virus yang mematikan.

Mungkin karena begitu bahayanya kelelawar bagi manusia, makanya Tuhan hanya izinkan dia berburu makanan di malam hari.

Tujuannya biar Niki tidak bertemu dengan Nober, karena Tuhan tahu Nober itu serakah bisa memakan apa saja yang ditemuinya.

Rupanya roster yang dikasi Tuhan itu selalu dilanggar oleh Nober, buktinya iya masih suka mengusik jam cari makannya Niki.

Akhirnya Tuhan angkat tangan atas kenakalan Nober, maka Niki hanya melepaskan satu dari ribuan jenis virus yanga ada di tubuh Niki, itupun  Nober dan keturunanya sudah payah.

Lalu dalam kondisi seperti ini siapa yang disalahkan, Nober atau Niki?

Virus Corona Bagian dari Balas Dendam Niki kepada Nober?
Merebaknya virus Corona ini tentu saja menyebabkan kita sedikit panik, beberapa kepala daerah di NTT bahkan sudah mulai melarang ASN nya agar tidak melakukan perjalanan ke luar daerah.

Sementara beberapa warga yang baru tiba dari luar daerah juga sudah mulai melakukan pengukuran suhu tubuhnya.

Hal ini wajar saja dilakukan, agar penyakit Bambo yang dibawa orang tersebut tidak sampai menjangkiti kita yang lainnya.

Semoga saja Nober tidak pergi tembak Niki lagi malam ini, Nober harus tobat seratus persen, jika keturunannya mau hidup aman tanpa diusik oleh virus yang disebarkan Niki.

Kita semua yang masih satu keturunan dengan Nober juga harus bisa menghargai sesama ciptaan Tuhan dengan cara tidak serakah dalam menguasai makhluk Tuhan yang lain.

Virus corona yang saat ini sedang jadi pandemik Global juga bagian dari bentuk balas dendam Niki terhadap keserakahan kita manusia.

Kita tidak pernah puas dengan apa yang sudah kita peroleh, padahal Tuhan sudah membagi jadwal cari makan kita dengan hewan pengerat ini.

Tujuan Tuhan mungkin agar kita yang termasuk keturunannya Nober tidak berpapasan dengan Niki, karena Tuhan tahu bahwa dibalik tubuh mungilnya Niki menyimpan ribuan virus mematikan.

Itulah sebabnya mengapa tuhan menyuruh Niki tidur di waktu siang, di dalam goa-goa yang gelap dan tertutup.

Namun ulah kita yang tak pernah puas lah yang pada akhirnya menyebabkan satu dari ribuan virus mematikan itu dilepas Niki.

Itu bisa jadi bagian dari bentuk balas dendam Niki terhadap kita semua. Kita berdoa semoga wabah mematikan yang saat ini sedang dialami masyarakat dunia segera berakhir.

Semoga Tuhan sebagai sang pemilik kehidupan segera menyudahi wabah ini, sehingga kita bisa kembali pada kondisi normal. Semuanya bisa kembali ke kondisi seperti sedia kala.

Noted: Nober dan Mina dalam tulisan ini hanyalah sebuah kiasan yang merujuk pada manusia mohon maaf jika terdapat kesamaan nama.

Penulis merupakan aktivis sosial, pemerhati budaya saat ini menetap di Labuan Bajo Flores.

No comments:

Post a Comment