Lebih dari 2000 Warga Diungsikan Akibat Letusan Gunung Ile Lewotolok - Congkasae.com

News Update

close
MAU CETAK UNDANGAN UNTUK PERNIKAHAN ANDA?
Kami hadir di RUTENG memberikan pelayanan terbaik, Hubungi kami di 082 342 994 060

30 November, 2020

Lebih dari 2000 Warga Diungsikan Akibat Letusan Gunung Ile Lewotolok



[Congkasae.com/kereba] Sedikitnya lebih dari 2000 orang warga dari dua kecamatan di kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur sudah berhasil diungsikan dari rumah-rumah mereka akibat letusan gunung Ile Lewotolok.


Ribuan warga dari kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur yang mayoritas bermukim di sekitar lereng gunung Ile Lewotolok itu terpaksa harus meninggalkan rumah mereka lantaran letusan gunung Ile Lewotolok yang memuntahkan larva Pijar disertai hujan abu vulkanik semenjak Minggu kemarin.


Warga terpaksa meninggalkan kampung mereka dan berlari menuju kota Lewoleba ibukota kabupaten Lembata dalam situasi yang panik.


Melansir laman BNPB Nasional para pengungsi yang terdiri dari dua kecamatan itu ditempatkan di beberapa titik pengungsian seperti di kantor bupati lama, Aula Ankara, kelurahan Lewoleba Tengah, Tapo Langu dan kantor Badan Kepegawaian Daerah.


5 Orang Anak Sempat Dinyatakan Hilang

Proses evakuasi warga dari dua kecamatan sempat diwarnai peristiwa menegangkan dimana lima orang bocah sempat dinyatakan hilang selama proses evakuasi.


Peristiwa tersebut bermula dari hiruk-pikuk warga yang berasal dari desa Wai Enga kecamatan Leba Tukan kabupaten Lembata dalam upaya mencari titik aman dari guyuran hujan abu vulkanik gunung Ile Lewotolok pada Minggu (29/11) kemarin.


Kepala desa Wai Enga Barnabas Belia mengatakan bahwa kelima anak itu diduga melarikan diri ke hutan sekitar lereng gunung untuk meyelamatkan diri.


"Mereka lari ke hutan untuk menyelamatkan diri dan sampai sekarang belum ditemukan,"kata kepala desa Wai Enga Barnabas Belia.


Ia menambahkan bahwa pihak keluarga sempat melakukan pencarian namun hingga Minggu petang kelima bocah itu tak kunjung ditemukan.


Ditemukan dalam Keadaan Selamat

Aparat gabungan yang terdiri dari TNI/POLRI dan Basarnas lantas melanjutkan pencarian terhadap lima bocah yang dinyatakan hilang itu pada Senin (30/11) pagi.


Dengan dibantu warga lain akhirnya tim pencarian menemukan kelima bocah itu di kebun warga di sekitar daerah desa Wai Enga.


Kelimanya ditemukan selamat dan langsung dijemput tim pencarian untuk dilakukan evakuasi ke tempat pengungsian.


Sebelumnya gunung Ile Lewotolok mengeluarkan letusan disertai hujan abu vulkanik pada Minggu (29/11) pagi sekitar pukul 09:45 WITA.


Letusan yang disertai gemuruh dan kepulan abu vulkanik setinggi 4000 meter itu lantas menyebabkan warga yang berdomisili di dekat gunung itu berhamburan ke jalanan untuk menyelamatkan diri.


Hingga Minggu malam aktivitas kegempaan gunung Ile Lewotolok terpantau masih tinggi dengan lida api yang keluar dari puncak gunung.


Butiran abu vulkanik yang dibawah angin terasa hingga kota Lewoleba ibukota kabupaten Lembata.


Gunung Ile Lewotolok sebelumnya sudah mengalami kenaikan status ke level II dengan predikat waspada sejak Oktober tahun 2017 lalu.


Gunung itu tercatat pernah meletus pada tahun 1660, 1819, 1852, 1864, 1889 dan 2020.


Penulis: Tonny

Tidak ada komentar:

Posting Komentar