Kabur dari RS Ben Mboi Pasien Isolasi Covid-19 Terkapar di Deuker - Congkasae.com

News Update

close
MAU CETAK UNDANGAN, Cetak FOTO, UNTUK PERNIKAHAN ANDA?
Ke TONY PRINTING saja, Hubungi kami di 082 342 994 060

 


29 Jul 2021

Kabur dari RS Ben Mboi Pasien Isolasi Covid-19 Terkapar di Deuker

SN tampak duduk di deuker samping apotek Omega, Foto Floresmart

Pasien covid-19 yang kabur itu mengatakan tidak tahan dirawat di ruangan isolasi Covid dan kabur dari rumah sakit hendak menuju rumah keluarganya di Nekang sebelum terkapar.

[Congkasae.com/Kereba] Seorang pasien yang menjalani perawatan di ruang isolasi rumah sakit dr Ben Mboi Ruteng dilaporkan kabur dari rumah sakit.


Peristiwa yang terjadi pada Rabu 28 Juli kemarin sekitar pukul 05:00 WITA itu diketahui setelah Jofandy salah seorang wartawan yang bertugas di Ruteng mendengar rintihan yang rupanya bersumber dari seberang rumahnya, tepat di samping apotek Omega.


Pria tua itu terlihat sedang terkapar di deuker tepat samping apotek Omega, Jofandy yang awal berniat mendekati pria tua itu kemudian mengurungkan niatnya setelah pria itu mengaku kabur dari ruangan isolasi Covid-19 rumah sakit Ben Mboi Ruteng.


"Sedih betul liatnya, untuk bicara saja susah sekali, ia lama terlentang dan pelan-pelan berusaha duduk,"kata Jofandy kepada Floresmart.


Tak lama berselang, Jofandy melihat ada petugas kesehatan berpakayan APD yang datang membujuk bapak tua itu untuk segera kembali ke ruangan isolasi.


Namun kepada Jofandy pasien covid-19 yang kabur itu mengatakan tidak tahan dirawat di ruangan isolasi Covid dan kabur dari rumah sakit hendak menuju rumah keluarganya di Nekang sebelum terkapar.


Humas RSUD Ben Mboi Laurens Guntur membenarkan perihal pasien yang kabur itu dengan  mengatakan pasien tersebut tengah menjalani perawatan di ruangan isolasi Covid-19.


"Bapak SN usia 57 tahun asal dari kecamatan Rahong Utara,"kata Laurens Guntur sembari mengatakan jika pihaknya belum mendapat laporan bagaimana SN bisa kabur dari ruang isolasi.


Angka Penularan Kian Mengkhawatirkan

Juru bicara Gugus Tugas percepatan penganan corona kabupaten Manggarai Lodovikus Moa mengatakan jika saat ini angka penularan virus corona di kabupaten itu menunjukan tren peningkatan.


Ia mengatakan  dalam rentang waktu 6 Juni hingga 28 Juli, sedikitnya terdapat 1266 orang dilaporkan terpapar corona  dimana penyebaran paling masif terjadi di kecamatan Langke Rembong.


Lodi juga mengatakan kelompok terbesar penyumbang covid-19 di kabupaten tersebut berasal dari klaster pesta.


Meski pemerintah memberlakukan pembatasan kegiatan yang mengumpulkan orang banyak termasuk melarang warga yang mengadakan pesta namun nyatanya di wilayah pedesaan terlihat warga masih menyelenggarakan kegiatan pesta.


Penulis: Tonny

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Uskup Ruteng Positif Covid