Kasus Dugaan Pemerkosaan di Rana Mbata: Ayah Korban Akui Anaknya Telah Dua Kali Diperkosa Riski - Congkasae.com

News Update

close
Dukung kami dalam menyajikan karya yang Independen dan berkualitas
Donasi bisa dikirim ke No Rek BRI 4720-01-001-453-53-7, Hubungi kami di 082 342 994 060

 


2 Jan 2022

Kasus Dugaan Pemerkosaan di Rana Mbata: Ayah Korban Akui Anaknya Telah Dua Kali Diperkosa Riski

 


(Congkasae.com/Kereba) Kasus dugaan pemerkosaan yang dialami A puteri pasangan Wihelmus Jehola dan Lidvina warga kampung Leda desa Rana Mbata, kecamatan Kota Komba Utara, kabupaten Manggarai Timur ternyata bukan yang pertama terjadi. 


Sebelumnya Riski diduga telah melancarkan aksi bejatnya pada Desember tahun 2021 lalu.


Hal itu diakui sendiri oleh Wihelmus Jehola ayah A yang menjadi korban tindakan tidak senonoh Riski. 


"Tahun lalu juga dia melakukan aksi serupa pada puteri kami, " Kata Wihelmus Jehola Minggu (2/1) pagi di Leda desa Rana Mbata, Kecamatan Kota Komba Utara kabupaten Manggarai Timur. 


Menurut Wilem, kala itu aksi bejat Riski hanya diselesaikan dengan jalan damai antara keluarga korban dan pelaku. 


"Tapi ternyata kelakuannya berulang dan ini sungguh keterlaluan, " tambah ayah korban. 


Ia mengatakan jika kondisi puterinya saat ini sedang mengalami trauma pasca kejadian tersebut. 


"Kalau kami tanya dia hanya jawab iya dan tidak saja, " tambah Wilem. 


Hal tersebut juga diakui kepala desa Rana Mbata Mikael Agung. 


Dalam wawancara dengan Congkasae.com Kepala Desa Rana Mbata Mikael Agung mengatakan keterangan itu diakui sendiri oleh orang tua korban. 


" Namun sayangnya waktu itu hanya diselesaikan secara kekeluargaan jadi kami tidak bisa masuk terlalu jauh, "kata Mikael Agung di Mbata Minggu siang. 


Untuk itu Kades Mikael menyarankan keluarga korban untuk membuat laporan kepada aparat kepolisian sehingga menimbulkan efek jerah kepada pelaku. 


Menurutnya pihak desa Rana Mbata mengimbau para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya korban lain jika pelaku dibiarkan berkeliaran. 


"Tapi tergantung keluarga korban kalau mau tempuh jalur hukum silahkan melapor, " kata Mikael Agung. 


Saat ini media ini sudah menemui Riski sang pelaku dugaan tindakan kekerasan terhadap A, namun ia bungkam ketika ditanyai kebenaran perihal kasus itu. 


Ia malah mengancam balik wartawan yang melakukan klarifikasi dengan mengatakan akan melapor balik wartawan media ini. 


"Tunggu saja kami akan melapor balik (wartawan media ini), " cetus Risk. 


Sebelumnya kasus dugaan pemerkosaan berujung tindakan kekerasan terjadi di desa Rana Mbata, kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur. 




Peristiwa itu dialami A puteri kelima dari pasangan Wihelmus Jehola dan Lidvina Jehanut.




Pelakunya adalah Riski yang tidak lain merupakan saudara sepupu korban. 




"Peristiwa itu terjadi tadi malam (1/1) ketika kedua puteri saya A dan adiknya baru pulang dari kampung Mbata, " Kata ayah korban Wihelmus Jehola kepada Congkasae.com Minggu pagi di Leda desa Rana Mbata. 




Wihelmus mengatakan saat ini kondisi puterinya sedang mengalami trauma akibat tindakan pelaku. 


Wihelmus menambahkan saat ini pihaknya tengah mendatangi Polres Manggarai Timur untuk melaporkan peristiwa naas yang dialami puterinya itu. 




Menurut pengakuan Anjeli adik korban yang saat itu ada bersama korban peristiwa itu terjadi ketika A dan dirinya sepulang dari Kios di kampung Mbata. 




"Tiba-tiba kami dihadang oleh Riski (pelaku) ditengah kegelapan, saya diancam oleh Riski sementara A kakak saya dibawa oleh Riski, " Kata Anjeli adik A Minggu pagi. 




Merasa takut akhirnya Anjeli kembali ke kampung Mbata sementara A bersama pelaku. 




Setelah sekian lama akhirnya Anjeli kembali ke kampung Leda sementara A tidak tahu entah kemana. 




Setelah menerima laporan Anjeli Wihelmus bersama isterinya merasa khawatir dan melakukan pencarian terhadap puteri mereka. 




Setelah dilakukan pencarian sekitar setengah jam akhirnya korban keluar dari semak semak dengan kondisi pakayan kotor bibir pecah dan terdapat luka memar di  beberapa bagian tubuh serta menangis. 




"Puteri saya tidak bisa berkata-kata dan hanya menangis, ketika kami tanya, " Kata Wihelmus Jehola ayah korban. 




Ia mengatakan saat ini kondisi puteri mereka tidak bisa menjawab ketika ditanyai.


Penulis: Tonny

Tidak ada komentar:

Posting Komentar