Giovano Ezequel bersama Ayah Agustinus Konda di podium kelas 51 kg Yunior Putra.Bukti bahwa disiplin dan dukungan keluarga tidak pernah mengkhianati hasil. Senin, 29 Juni 2026 Media:Congkasae.com / TeofilusJomMedali perak yang diraih Giovano bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari langkah panjang menuju prestasi yang lebih tinggi. Kekalahan di partai final tidak menghapus perjuangan luar biasa yang telah ditunjukkannya sepanjang turnamen. Sebaliknya, pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk terus berkembang, memperbaiki kemampuan, dan mengejar impian menjadi petinju terbaik Indonesia.
𝗖𝗼𝗻𝗴𝗸𝗮𝘀𝗮𝗲.𝗰𝗼𝗺 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗕𝗮𝗹𝗶 - Perjuangan tidak selalu berakhir dengan medali emas. Terkadang, nilai sebuah kemenangan justru lahir dari keberanian untuk bertarung hingga titik akhir. Semangat itulah yang ditunjukkan petinju muda berbakat, Giovano Ezequel, yang sukses meraih gelar juara II pada kelas 51 kilogram Yunior Putra dalam ajang Piala Wali Kota Surabaya 2026.
Bertanding di Gelora Pancasila, Surabaya, Giovano yang mewakili Setiabudi Boxing Camp Bali tampil luar biasa sepanjang turnamen. Pada laga pertama, ia mengalahkan petinju asal Tulungagung, Jawa Timur, melalui kemenangan KO pada ronde ketiga. Penampilan impresif itu berlanjut di pertandingan kedua saat ia kembali menang KO pada ronde pertama atas lawannya dari Surabaya, Jawa Timur.
Dua kemenangan knockout tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan latihan yang dijalani selama ini membuahkan hasil. Giovano akhirnya melangkah ke partai final dan menghadapi petinju tangguh asal Jawa Barat, Darius Batuwael. Pertandingan berlangsung sengit dengan kedua atlet menampilkan kemampuan terbaiknya. Meski harus mengakui keunggulan lawan, Giovano berhasil membawa pulang medali perak sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai salah satu petinju muda yang patut diperhitungkan.
Di balik pencapaian tersebut, terdapat dukungan keluarga yang menjadi kekuatan utama. Ayah Giovano, Agustinus Konda, mengaku sangat bangga atas prestasi putranya. Saat dihubungi media pada Senin (29/6/2026), ia menyampaikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi apabila dibarengi dengan disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah.
"Latihan yang dijalani dengan penuh disiplin tidak pernah sia-sia. Setiabudi Boxing Camp Bali sudah menjadi rumah kedua bagi Giovano. Setiap libur sekolah maupun di luar jam belajar, ia selalu memanfaatkan waktunya untuk berlatih," ungkap Agustinus.
Giovano merupakan putra asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yang kini berdomisili di Kuta Selatan, Badung, Bali. Keberhasilannya tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga membawa harum nama Bali di tingkat nasional. Prestasi ini membuktikan bahwa talenta muda dari daerah mampu bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia apabila mendapatkan pembinaan yang tepat.
Ajang Piala Wali Kota Surabaya yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 menjadi panggung pembuktian bagi banyak atlet muda berbakat. Setiabudi Boxing Camp Bali pun kembali menunjukkan kualitas pembinaannya dengan melahirkan petinju yang mampu bersaing hingga babak final.
Medali perak yang diraih Giovano bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari langkah panjang menuju prestasi yang lebih tinggi. Kekalahan di partai final tidak menghapus perjuangan luar biasa yang telah ditunjukkannya sepanjang turnamen. Sebaliknya, pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk terus berkembang, memperbaiki kemampuan, dan mengejar impian menjadi petinju terbaik Indonesia.
Kisah Giovano Ezequel menjadi pengingat bahwa prestasi lahir dari pengorbanan, ketekunan, dan dukungan keluarga yang tidak pernah berhenti memberikan semangat. Harapannya, keberhasilan ini mampu menginspirasi generasi muda, khususnya putra-putri Manggarai dan Bali, agar tidak takut bermimpi besar serta terus bekerja keras dalam bidang yang mereka cintai.
Karena sejatinya, seorang juara bukan hanya mereka yang berdiri di podium tertinggi, tetapi juga mereka yang tidak pernah menyerah untuk bangkit, belajar, dan terus melangkah menuju mimpi yang lebih besar.




