Mahasiswa Tingkat Akhir Dan Syndrome “Ngonde” - Congkasae.com

News Update

29 January, 2017

Mahasiswa Tingkat Akhir Dan Syndrome “Ngonde”





Halo.....pembaca setia saya terutama dari kalangan Mahasiswa dan Mahasiswi,,,, ehm....ehm....ehm....


Maaf tenggorokan saya agak sedikit gatal pagi ini membaca kalimat Mahasiswa tingkat akhir dan syndrome Ngonde hahahaha entah kenapa......
 
Well mungkin bagi teman-teman atau mungkin juga sebagian orang tua dan kaum mudah yang belum pernah menikmati dan merasakan bagaimana sensasinya menjadi mahasiswa tingkat akhir, berpikir bahawa mahasiswa tingkat akhir itu kreennn......


Tapi faktanya sebenarnya tidaklah demikian. Mahasiswa tingkat akhir merupakan orang-orang yang rentan terhadap penyakit yang sering menghantui mereka salah satunya adalah “syndrome Ngonde”.

Syndrome Ngonde ini sendiri bukanlah jenis penyakit yang berbahaya apa lagi merenggut nyawa....tapi cukup fatal karena bisa merenggut masa depan hahaha....

Syndrome Ngonde ini merupakan suatu jenis penyakit jiwa yang menyerang system otak dan berakibat pada menurunya kinerja dan semangat juang seseorang. 

Dikatakan merenggut masa depan karena Syndrome Ngonde ini sendiri tidak memiliki obatnya yang bisa dibeli di apotek-apotek.


Kata Syndrom, diartikan sebagai kumpulan dari beberapa ciri-ciri klinis, tanda-tanda, fenomena, atau karakter yang sering muncul bersamaan. 

Kumpulan ini dapat meyakinkan dokter dalam menegakkan diagnosis. Kata “Ngonde” sendiri merupakan kata yang diambil dari bahasa Manggarai dan diartikan sebagai “malas” 
 
Jadi “Syndrome Ngonde” dapat diartikan sebagai penyakit malas hahahahahaha dan ini sering kali menyerang mahasiswa tingkat akhir.

Ada beberapa gejala yang dapat dilihat pada pasien syndrome Ngonde ini yakni suka menunda-nunda pekerjaan,” ai bom toe manga diang”, suka mengulur-ulur waktu “ta....gampang hitu toong di, atau selow kaut” hahahaha.
 
Bersama pengurus Inti dan pembina KBMK IKIP PGRI Bali
Yang brikutnya lagi revisi tunggu dosen yang tanya, kalau dosen pembimbing tidak tanya maka tidak pernah dikerjakan itu revisian hahaha ini parah dan pernah saya alami sendiri.

Yang berikutnya sering mengeluarkan ungkapan “mael aku kulia ge.....atau bosan aku kampus ge” hahaha ini juga parah.....sudah masuk stadium akut kalau yang begini.

Yang berikutnya memiliki phobia(ketakutan) dengan buku hahaha baru lihat buku mata sudah ngantuk, baru buka halaman pertama sudah menguap tiga kali, akhirnya tidak jadi baca hahaha ini juga parah.
 
bersama teman seangkatan dalam pada acara Baksos di Petang Bali
Yang berikutnya lagi pandai berkelik, ketika ditelepon sama bapa, mama jawabanya pasti “ma,u bapa atau ma,u mama semua urusan lancar,” kaling ata ngai naad proposal atau skripsi so cee bo alias tidak pernah tersentuh ini proposal hahahaha.

Yang berikutnya kuat kawe alasan biar kiriman dari bapa mama lebih banyak “ai proposal hi nana agu enu cee ga do koes kirim one main” hahahaha ini dosa besar mas bro dan mba brow neka tipu-tapu apalagi lope-lapet jaga kebiasaan hahahaha.

Nahhh itulah ciri-ciri Syndrome Ngonde yang biasanya menyerang mahasiswa tingkat akhir, jika merasa diri pernah mengalami hal tersebut diatas segera lakukan diagnosa sendiri.

Jangan sampai memelihara sesuatu yang tidak baik apalagi jika itu akan berdampak buruk pada masa depan kita.

Jadi mai ga ase ka,e agu weta daku, tetap semangat dalam mengerjakan proposal dan skripsinya ingat perjuangan itu pasti akan terbayar. 
 
bersama adik tingkat pada saat NATARU KBMK IKIP
Agu neka danga sering lope-lapet agu ata tu,a e hahaha jaga boto Nangki saya percaya itu nangki dalam adat Manggarai pasti ada.
Tabe............

 Baca Juga





No comments:

Post a Comment