Ketulusan Cinta Rikus dan Moni - Congkasae.com

Hoos ata werud

02 May, 2019

Ketulusan Cinta Rikus dan Moni

***Oleh Oktavianus Sali Jebaut dan Rifand Apur***
Foto Ilustrasi

Alkisah di sebuah kota kecil, hiduplah seorang pemuda tampan dan sederhana bernama Rikus. Keseharian dari pemuda ini adalah seorang yang bekerja di perusahaan Mobile sebagai manajer.

Meskipun Rikus tergolong sebagai pemuda sukses, ia sama sekali tidak menyombongkan dirinya. Rikus selalu saja menyempatkan waktu liburnya untuk sekedar berbagai dengan orang yang tidak mampu.

Suatu hari, salah satu dari teman kantornya Rikus bekerja menikah, dan ia tidak lupa menyempatkan waktunya turut serta hadir dalam pesta pernikahan temannya tersebut.

Di selah pesta pernikahan tersebut, Rikus melihat seorang gadis yang sangat cantik, sebut saja namanya Moni.

Moni adalah seseorang gadis yang memiliki Restoran terbesar di kota mereka tinggal. Saat itu pesta berlangsung, Moni tampil dengan luar biasa cantiknya sedangkan Rikus tampilnya sangat sederhana.

Tidak ada satupun seorang gadis di pesta itu untuk melihat Rikus sedangkan Moni  banyak pria yang datang untuk sekedar bencengkrama dan berkenalan.

Saat pesta sudah selesai Rikus yang tampilan sederhana, ia memberanikan diri untuk berkenalan dengan Moni.

Setelah selesai berkenalan Rikus mengajak Moni pergi jalan - jalan sekedar mau mencari minuman. Setelah mereka sampai di sebuah Coffee Shop kemudian mereka mencari bangku yang kosong untuk mereka berdua duduk.

Tidak lama kemudian datang sesorang pelayanan untuk sekedar memberikan buku menu, lalu mereka sepakat untuk Sama-sama mesen Coffee.

Tidak menunggu lama, datanglah seorang pelayan Cafe untuk menghantarkan minuman Coffee tersebut. Di selah asik minum Coffee, ada yang aneh terjadi kepada Rikus.

Ia merasa sedikit gugup hampir tidak mau berkata apa - apa kepada Moni, karena merasa tidak nyaman lalu kemudian Moni berkata. " kita pulang saja. Yuk...,"

Anehnya, Rikus pura - pura tidak mau mendengar apa yang di katakan oleh Moni malahan Rikus saat itu meminta sesuatu kepada pelayan Cafe.

Tak lama berselang, lalu datanglah seorang pelayan Cafe untuk menghampiri Rikus. Lalu Rikus berkata. " Bisakah saya meminta garam untuk Coffee saya ini? " Hampir semua orang yang ada di Cafe tersebut memandang ke arah Rikus, aneh sekali...!

Wajahnya berubah menjadi merah. Tetapi ia sama sekali tidak mempedulikan orang - orang yang memandangnya.

Tetap saja ia meminta garam kepada pelayan Cafe tersebut, tidak lama kemudian ia memasukkan garam itu kedalam Coffee miliknya lalu diminumnya.

Dengan perasaan aneh di campur bingung, Moni berkata; " Kenapa kamu hobi seperti itu? ".

Lalu Rikus menjawab ,"sejak kecil, saya tinggal di daerah pantai yang sangat dekat dengan laut, jadi saya tahu betul dan merasakan air laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti Coffee asin ini. Setiap saya minum Coffee asin ini, saya teringat satu hal. Ingat akan kampung halaman saya serta kedua orang tua yang masih tinggal di sana,"sahutnya.

Namun begitu kalimat terakhir, mata Rikus mulai berkaca dan Moni pun merasa tersentuh hatinya akan ketulusan dari Rikus, yang selalu saja mamperdulikan rumah serta kedua orang tuanya.

Tidak lama kemudian Moni menceritakan tentang kehidupannya semasa kecil. Dari situlah tercipta suasana yang nyaman untuk mereka berbicara.

Satu minggu kemudian mereka menjadi akrab dan merasa sangat nyaman, untuk itu pun Rikus dan Moni  memutuskan untuk berpacaran.

Seiring berjalannya waktu, setelah kurang hampir 2  (dua ) tahun mereka pacaran, keduanya pun memutuskan untuk menikah.

Moni sangatlah bahagia karena menemukan seseorang lelaki yang sangat bertanggung jawab dan baik kepadanya.

Selain memberikan perhatian kepada Moni, apapun yang di minta oleh istrinya pasti di kabulkan. Itulah yang membuat Moni jatuh hati kepada Rikus.

Setelah tiga tahun menikah mereka baru dikaruniai seorang putri yang sangat cantik, bahkan kecantikannya mengalahkan ibunya.

Seperti biasanya, Moni membuat secangkir Coffee untuk Rikus yang sudah menjadi suaminya itu, tidak lupa ia tambahkan 1 / 2 ( setengah ) sendok garam.

Karena Moni tahu betul bahwa itu merupakan minuman yang paling disukai Rikus. Sungguh sangat luar biasa kebaikan dari sang istrinya, yang selalu mamperdulikan suaminya tersebut.

Setelah kurang lebih 40 tahun ( empat puluh ) tahun mereka hidup bersama, Saat itu terjadi sesuatu kepada , Rikus jatuh sakit 2 ( dua ) minggu kemudian Rikus  meninggal.

Rikus  hanya meninggalkan pesan singkat melalui surat yang di simpan di bawah sarung bantal tempat Rikus  berbaring.

Di dalam surat tersebut, berisikan kalimat yang sangat sedih yang isinya. Sayang, maafkanlahaku kalau seumur hidup saya ada dusta belaka.

Hanya sebuah kebohongan yang saya katakan padamu tentang Coffee asin. Ingatlah satu hal istriku, waktu pertama kali kita bertemu dan jalan bersama.

Saya gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin meminta gula dengan pelayan Cafe, tapi saya malah berkata garam.

Sulit sekali bagi saya untuk mengubah karena kamu pasti merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tidak pernah berpikir bahwa hal itu ternyata akan menjadi awal dari komunikasi kita.

Sekarang saya mau berkata sejujurnya, selama ini, sebenarnya saya tidak suka dengan Coffee asin, betul - betul aneh rasanya dan tidak enak.

Tetapi saya selalu dapat Coffee asin seumur hidup, sejenak aku bertemu denganmu. Sedikitpun saya tidak menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukku.

Milikmu adalah kebahagiaan terbesar di dalam hidupku, bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu denganmu. walaupun saya harus meminum Coffee asin itu lagi".

Setelah membaca isi surat tersebut, air mata Moni tak terbendung lagi, tetesan demi tetesan air matanya yang jatuh keatas permukaan kertas membuat surat itu menjadi basa.

Seminggu kemudian ada seseorang yang bertanya kepada Moni prihal rasa minum Coffee pakai garam.

Moni hanya menjawab; " rasanya manis ."

Kadang anda merasa mengenal seseorang lebih baik dari orang lain. Tetapi hanya untuk menyadarkan bahwa pendapat seseorang itu bukan apa yang di gambarkan.

Sama seperti Coffee asin ini, sebenarnya tambahkan saja cintamu untuknya dan kurangi kebencianmu. Karena terkadang garam terasa lebih manis dari pada gula.


Penulis adalah pegiat sosial di internet saat ini menetap di Malang.

No comments:

Post a Comment