Lelaki Setia - Congkasae.com

Hoos ata werud

24 February, 2020

Lelaki Setia


Andi merupakan seorang pelajar SMA kelas 1 di salah satu sekolah di kabupaten Manggarai Timur. Ia terkenal cerdas,pintar serta berprestasi dalam cabang olah raga sepak bola.

Ia memiliki banyak teman serta aktif dalam pergaulan yang positif baik itu sesama jenis maupun lawan jenis. Parasnya begitu tamapan dan tubuhnya sangat atletis, sehingga banyak siswi SMA yang mau dipacarinya.

Pada bulan januari setelah liburan natal dan tahun baru, Andi berkenalan dan memutuskan untuk menjalani hubungan asmasah bersama Ira.

Wanita yang dipacari Andi adalah pelajar 1 sekolah yang sudah duduk di bangu kelas 3 SMA. Meskipun beda usia, namun Andi cukup dewasa dalam berpacaran sehinggah Ira merasa nyaman dan selalu termotivasi ketika berada di sampingnya.

Beberapa bulan setelah itu,Ira tamat dan memutuskan untuk kuliah di salah satu universitas di kota kupang. Situasi dan kondisi yang memaksa mereka untuk menjalani hubungan jarak jau (LDR).


Untuk melepas rindu,hari-hari mereka berkomunikasi melalui hp. Dan untuk memastikann pacarnya dalam keadaan baik-baik saja, Andi sempatkn untuk VC selama beberapa jam.

6 bulan awal mereka intens dalam berkomunikasi. Pada bulan yang ke-7 , ke-8 dan bulan-bulan berikutnya Ira jarang memberi kabar dan engan untuk membalas sms dan mengangkat telfon.

Hati Andi mulai bimbang,lalu bertanya-tanya dalam hati kecilnya mengenai kesetiaan Ira. Kendati demikian, ia memutuskan untuk tetap setia walaupun Ira berubah sikap.

"Andi, Apa yang membuatmu tetap setia? Padahal kamu itu pelajar yang ganteng dan berprestasi di sekolah. Banyak siswi-siswi yang ingin jadi pacarmu. Apa kamu yakin kalau Ira masih setia?"  Tanya salah seorang teman yang penasaran.

"Benar, jika saya mau bisa saja hari ini saya mempunyai pacar baru. Saya bersenang-senang dan membuka lembaran baru agar bisa melupakan Ira.

Tapi maaf, pendirian saya tetap kuat. Hati saya akan selalu setia serta komitmen dengan janji-janji kami. Kesetiaan ini tidak akan luntur meskipun ia sudah merasa nyaman dalam pelukan yang lain." Jawab Andi santai.

Temannya spontan terdiam setelah mendengar penjelasan Andi.

Penulis: Marselino Ando. Alumni UKAW

No comments:

Post a Comment