Malam Mingguku Tak Seromantis Dulu - Congkasae.com

News Update

30 March, 2020

Malam Mingguku Tak Seromantis Dulu


***Oleh Marselino Ando***

Nama saya Fian. Saya berasal dari Kisol yang merupakan salah satu kampung yang indah dan subur di Kabupaten Manggarai Timur.

Saya anak pertama dari empat bersaudara, bapak saya seorang kontraktor, sedangkan Ibu saya hanyalah seorang Ibu Rumah Tangga.

Saya seorang pelajar tingkat SMA saat ini saya duduk di kelas 2 salah satu lembaga pendidikan di Kota Borong yang merupakan ibu kota Kabupaten Manggarai Timur.
Sebagai seorang remaja yang lagi mencari jati diri, saya juga seorang pacar yang bernama Intan.

Kami pelajar seangkatan juga satu sekolah, namun memiliki cita-cita dan impian yang berbeda.

Saya ingin menjadi seorang TNI yang benar-benar berdedikasi untuk Bangsa dan Negara, sedangkan Intan ingin menjadi seorang bidan yang loyal terhadap profesinya.

Karena lokasi sekolah cukup jauh dari rumah kami, makanya kami memilih untuk tinggal di asrama yang berbeda.

Malam minggu adalah skejul yang tepat untuk kami berpacaran. Ya...., membahas sesuatu di luar mata pelajaran.
Meskipun begitu, kami selalu menjunjung tinggi etika sa'at berpacaran. Ya..., tidak buat yang berlebihan lah.. , cukup romantis yang wajar-wajar saja.

Jembatan Pelangi yang terletak di jantung Kota Borong merupakan lokasi yang tepat untuk kawula muda duduk bercerita, shering pengalaman dan juga berpacaran sambil makan gorengan.

Ya...,, sebetulnya bukan malam minggu saja yang ramai, tetapi kami memilih malam minggu karena malam minggu malam yang panjang.

Malam minggu yang romantis di jembatan pelangi berubah seketika kala pemerintah menginstruksikan untuk mengisolasikan diri selama 14 hari dalam rumah yang disertai liburnya sekolah-sekolah.

Teman-teman, Pemerintah membuat kebijakan ini agar kita tidak terjangkit virus corona yang berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok yang sudah merebak hampir ke setiap Kabupaten di NTT dengan status Orang Dalam Pengawasn (ODP).

Sekarang hampir sepekan kami tidak ketemu dan bermalam minggu romantis di jembatan pelangi. Semua ini kami turuti untuk mengindahkan intruksi pemerintah dan keselamatan kami juga.

Semoga semua persoalan ini cepat berlalu, agar kami bisa sekolah dan bermalam minggu romantis di jembatan pelangi.

Penulis merupakan alumni UKAW Kupang saat ini menetap di Manggarai Timur

No comments:

Post a Comment