Jadi Ratu dalam Sehari dan Pembantu untuk Selamanya - Congkasae.com

News Update

02 April, 2020

Jadi Ratu dalam Sehari dan Pembantu untuk Selamanya


***Oleh Marselino Ando***

Nama saya Nita. Saya berasal dari salah satu kampung yang indah dan subur tanahnya, sehingga banyak menghasilkan tanaman komoditi di daerah saya Kabupaten Manggarai Timur.

Saya anak pertama dari kelima bersaudara. Bapak dan Ibu saya sama-sama berprofesi sebagai guru.

10 tahun lalu saya wisuda dari salah satu Universitas jurusan kebidanan di Kota Malang, Jawa Timur. Selama masa kuliah saya juga memiliki teman spesial/pacar yang bernama Rio.

Saya dan Rio sama-sama berasal dari Kabupaten yang sama namun beda kampung.

Dua bulan setelah wisuda saya langsung mengabdi di salah satu puskesmas, begitu pulah Rio juga mengabdi di salah satu lembaga pendidikan di Kabupaten Manggarai Timur yang berprofesi sebagai guru Matematika.

Perjalanan kisah asmara kami sudah hampir 5 tahun. Waktu yang cukup lama itu mengajarkan saya banyak hal untuk mengenal baik dan buruknya, lalu saya menyimpulkan bahawa ia calon suami yang baik.

Akhirnya pada musim kemerau pada waktu itu, kami memutuskan untuk menikah dan mengarungi samudra biru dengan bahtera rumah tangga kami.

Pernikahan kami cukup meriah dan dihariri oleh 800an undangan. Banyak teman-teman SD ,SMP, dan SMA yang ikut memeriahkan resepsi pernikahan kami. Kehadiran mereka benar-benar menambah rasa kebahagiaan kami.

Pada hari yang bahagia dan spesial itu, saya seakan-akan menjadi Ratu dalam sehari. Ada ratusan pasang mata yang turut menyaksikan momen itu dan itu membuat saya sedikit gugup karena ini baru pertama kali dan sekali dalam hidup.

Masih terlintas di ingatan  saya, Rio mengajak saya  dance lalu mengecup kening saya. Dalam hati , saya berkata-kata kalau saya akan menjadi Ratu selama-lamanya karena memiliki seorang suami dengan tabiat baik.

Namun dugaan saya meleset. Rio yang dulunya saya kenal seakan-akan bertopeng pada wajah orang lain dengan segalah kemunafikan dan tipu muslihatnya. Dalam kehidupan berumah tangga saya tidak mendapatkan kasih sayang darinya dan saya diperlakukan layaknya seorang pembantu.

Hati saya sangat pilu dan selalu meneteskan air mata pada keheningan malam. Saya mulai teringat ucapan Ibu dulu.

Beliau mengatakan, jika kamu memiliki seorang suami yang baik tabiatnya, maka kamu akan menjadi Ratu selama-lamanya.

Begitu pulah sebaliknya, jika kamu memiliki suami yang buruk tabiatnya, maka kamu akan menjadi Ratu dalam sehari dan pembantu untuk selama-lamanya.

Penulis merupakan alumnus UKAW Kupang saat ini menetap di Manggarai Timur

No comments:

Post a Comment