Mengenal Kristo Thamus, Pejuang ODGJ KKI Manggarai Barat - Congkasae.com

Hoos ata werud

13 March, 2020

Mengenal Kristo Thamus, Pejuang ODGJ KKI Manggarai Barat


[Congkasae.com/Lejong] Sosoknya kalem, mengayomi dan penuh belas kasih, itulah yang pertama kali terlihat dari raut wajah Kristo Thamus, ( 35, ) warga desa Lembur, Manggarai Barat.

Meski hanya bermodalkan ijazah setingkat SMA yang diperolehnya dari SMA St. Familia Lembor, namun siapa sangkah sosok Kristo Thamus sangat dikenal luas khususnya di kalangan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah Manggarai Barat.

Bagi Kristo, ODGJ adalah orang-orang yang patut diperhatikan, dijaga serta dirawat, di tengah banyaknya orang yang bersikap apatis terhadap ODGJ, namun Kristo memilih berdiri di garis depan membela hak-hak ODGJ.

Lantas bagaimana ceritanya seorang Kristo sampai begitu memiliki kepedulian terhadap ODGJ?

Reporter Congkasae.com Wili Susu baru baru ini melakukan wawancara secara khsus kepada Kristo Thamus.

Menurut Kristo kisah perjalanannya diawal dari bulan Juli 2017 lalu, ketika ia  bergabung bersama salah satu kelompok peduli ODGJ yaitu Kelompok Kasih Insanis Mabar, ( KKI ).

Dalam organisasi KKI Kristo banyak berinteraksi secara langsung dengan orang-orang yang disebut ODGJ.

Dalam organisasi KKI ini pulah pandangan Kristo tentang ODGJ mulai dibuka,  yang pada akhirnya membalikkan pandangan serta tindakan Kristo tentang perlakukan masyarakat kepada ODGJ.

Buktinya hingga kini Kristo kerap kali turun ke berbagai pelosok desa , naik-turun bukit,  melintasi jalan berlumpur dan rusak sudah biasa baginya dan itu semua dilakukannya demi ODGJ.

Kristo ingat betul moment-moment awal ketika dirinya melakukan pelayanan kepada ODGJ di wilayah Manggarai Barat.

Kristo berujar jelang perayaan Paskah tahun lalu ia berangkat  ke kampung Wae Dangka kecamatan Welak,  Manggarai Barat.

Kala itu kepergiannya ke Welak dengan maksud untuk membebaskan Simon Sen, salah seorang ODGJ usiah paruh baya yang semenjak Juli tahun lalu telah dipasung selama 8 bulan.

“Usai membongkar pasungnya semua keluarga bapak Simon Sen ini merasa senang, ada juga yang menangis. Namun sayangnya ternyata kedua kakinya telah lama menyatu dengan kayu pasungan dan  itulah yang membuat bapak Simon tak bisa jalan,”kata Kristo kepada Congkasae.com baru-baru ini.

Kristo berujar, melihat kondisi pasien yang sudah keritis seperti itu pihaknya langsung memijit kaki pasiennya itu degan minyak selama sejam dan setelah itu pasien itu diajaknya untuk berdiri dan coba berjalan.

“Akhirnya Puji Tuhan Ia bisa jalan walaupun memakai tongkat,”tambah Kristo sembari mengatakan bahwa pihaknya langsung memberikan kado berupa baju baru untuk Simon Sen.

Bagi Kristo kekuatan tidak berasal dari kemenangan , melainkan diperoleh dari perjuangan.

“Perjuanganlah yang mengembangkan kekuatan. Ketika kekuatan melewati waktu-waktu sulit dan memilih untuk tidak menyerah , itulah arti dari kekuatan,”ucap Kristo.

Baginya cara terbaik  untuk menemukan rasa optimisme pada diri kita adalah dengan  selalu menyayangi dan mencintai mereka yang mengidap penyakit ganguan jiwa.

Untuk itu ketika pihaknya hendak berkunjung ke setiap pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa, ia selalu menyiapkan berbagai bahan obat-obatan yang didapatkan  dari KKI Provinsi NTT  yang disebut Kristo sangat membantu menyembuhkan penyakit pasiennya.

"Di dalam tas yang selalu saya bawah adalah obat, gunting kuku, rambut, minyak, dan buku doa menurut keyakinannya sebagai kristen katolik. Semua itu adalah pendukung yang sangat membantu,"papar Kristo.

Untuk itu Kristo berharap agar pemerintah kabupaten Manggarai Barat melalui instansi terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan serta Dinas lainnya senantiasa memiliki andil untuk membantu mereka (ODGJ).

Terutama untuk suplai obat-obatan serta pemberdayaan secarah ekonomi kepada ODGJ  yang telah pulih dari sakit.

" Karena jujur saja, kita sebagai relawan degan upaya terbatas hanya bisa memandikan yang sakit, gunting rambut, gunting kuku serta memberi penguatan kepada keluarganya," Ungkap Kristo.

Kristo juga  mengimbau kepada siapa saja yang mengetahui keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa untuk memberikan informasi itu kepada mereka.

“Sebab mereka (ODGJ) bisa disembuhkan karena rasa kepedulian dan obat medis,”imbuhnya.

Penulis: Wili Susu
Editor: Antonius Rahu

No comments:

Post a Comment