Pemprov NTT Diminta Respons Keluhan Perantau NTT di Bali - Congkasae.com

News Update

29 April, 2020

Pemprov NTT Diminta Respons Keluhan Perantau NTT di Bali

Ketua umum Flobamora Bali, Yoseph Yulius Diaz, Foto Antonius Rahu/Congkasae.com

[Congkasae.com/Kereba] Pemerintah provinsi (Pemprov) NTT diminta segera merespons keluhan warga Nusa Tenggara Timur yang berdomisili di Bali.

Permintaan tersebut diutarakan langsung oleh ketua umum Flobamora Bali, Yoseph Yulius Diaz di Denpasar Selasa malam.

Yusdi menyebut sejak pandemik Covid-19 ini muncul pihaknya sudah menyiapkan beberapa langkah antisipatif terhadap perantau NTT yang berdomisili di Bali.

Namun ketua umum Flobamora Bali ini mengakui kendala terbesar selama ini ada pada tidak responsifnya pemprov NTT dan Pemda kabupaten kota di wilayah NTT.

Akibatnya menurut Yusdi, berbagai masalah yang menimpa warga NTT di Bali belakangan mulai muncul.

“Saya kurang memahami kebijakan Gubernur NTT dan sebagian Pimpinan Daerah sekarang yang terkesan kurang responsif dengan keberadaan warga perantauan melalui paguyubannya,"kata ketua umum Flobamora Bali Yoseph Yulius Diaz dalam keterangan resminya kepada Berita Fajar Timur di Denpasar Selasa malam.

Yusdi menyebut sebagai satu-satunya kelompok diaspora NTT di Bali, Flobamora Bali sebelumnya telah menjalin kerja sama yang baik dengan pemprov NTT dengan gubernur-gubernur sebelumnya.

"Inilah yang menjadi kendala bagi kami di Flobamora untuk melalukan komunikasi. Tentu hal ini yang membuat kita susah untuk komunikasi dengan pemangku kebijakan di NTT. Kita sudah beberapa kali bersurat dan meminta untuk audensi tetapi tidak ada respons dari Pemprov NTT,” tambah Yusdi.

Telah Banyak Berkontribusi Bagi NTT
Flobamora Bali yang merupakan satu-satunya kelompok diaspora NTT di Bali telah banyak berkontribusi bagi promosi sektor pariwisata di NTT.

Tidak hanya itu Flobamora Bali juga telah banyak membantu masalah kemanusiaan yang menimpa pekerja asal NTT di Bali.

Salah satunya dengan menggagalkan tindakan jaringan perdagangan manusia yang berusaha menyelundupkan puluhan gadis di bawah umur asal NTT di bandara Ngurah Raih Bali pada 2016 silam.

Selain itu Flobamora Bali juga telah banyak berkontribusi bagi penyelesaian kasus-kasus yang menimpa perantau NTT di Bali.

Terkait hal itu Yusdi Diaz kembali menegaskan keberadaan IKB Flobamora Bali yang telah banyak berbuat sesuatu baik untuk kemanusiaan maupun terkait promosi pariwisata daerah asal di NTT.

"Inilah yang ingin disampaikan ke Pemprov NTT, bagaimanapun juga kita sudah ikut mempromosikan pariwisata NTT bahkan sampai ketingkat international,”tegas Yusdi.

Dilema Ditengah Covid-19
Terkait dengan situasi pasca pandemik covid-19 Flobamora Bali, disebut Yusdi, telah membagikan sembako bagi warga NTT di Bali yang terdampak.

Ia menyebut langkah itu diambil karena perantau NTT di Bali saat ini tengah dihadapkan dengan situasi yang tak menentu pasca penutupan akses masuk ke NTT.

" Mereka (Perantau NTT) ini mau pulang tapi akses masuk ke NTT sudah ditutup, mau bertahan di sini (Bali) juga mereka sudah tidak bekerja lagi,"terang ketua umum Flobamora Bali ini.

Untuk itu Yusdi mempertanyakan solusi yang diambil pemerintah pasca penutupan akses masuk ke wilayah NTT.

Ia meminta pemprov NTT dan Pemprov Bali harus berkordinasi terkait langkah pemulangan bagi warga NTT yang terdampak akibat pandemik covid-19.

“Saya rasa yang pulang itu mau kok dikarantina sampai di kampung mereka masing-masing. Flobamora sangat siap sekali kalau diminta untuk mendata membantu pemprov NTT untuk mendata Warga yang terkena dampak,” harapnya.

Flobamora Bali merupakan satu-satunya kelompok diaspora NTT yang berada di Bali. Sebagai organisasi induk yang merepresentasikan NTT, Flobamora Bali memayungi 22 unit suka duka yang dibuat berdasarkan kabupaten kota di NTT.

Dalam beberapa kegiatan yang dilakukan pemprov Bali, Flobamora Bali selalu hadir merepresantasikan pemprov NTT.

Saat ini Flobamora Bali telah memiliki jumlah warga sebanyak 10.000 lebih, yang terdiri dari perantau asal NTT yang mengais rejeki di Bali.

Penulis: Antonius Rahu

No comments:

Post a Comment