Dua Pasien Baru Covid di Mabar Asal Labuan Bajo - Congkasae.com

News Update

21 May, 2020

Dua Pasien Baru Covid di Mabar Asal Labuan Bajo


[Congkasae.com/Kereba] Kabupaten Manggarai Barat kembali mendapatkan pasokan dua orang terkonfirmasi positif covid-19 pada Rabu kemarin.

Penambahan dua pasien terkonfirmasi positif covid itu masih berasal dari klaster yang sama dengan satu pasien sebelumnya yakni dari klaster Magetan Jawa Timur.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari otoritas pemerintah setempat dua pasien itu masih berusia remaja, keduanya berasal dari Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Dua orang pasien itu sebelumnya baru pulang dari Magetan Jawa Timur, dan dan telah menjalani masa karantina mandiri di rumah masing-masing.

Namun saat ini keduanya sudah dipindahkan ke RSUD Komodo untuk menjalani perawatan intensif.

Anggota keluarga dari kedua pasien juga disebut-sebut telah diambil sampel swabnya untuk selanjutnya dikirim ke laboratorium patologi klinis Biomolekuler WZ Yohanes Kupang.

Pemkab Mabar akan melakukan penelusuran riwayat kontak pasien yang terkonfirmasi, termasuk dengan siapa saja selama ini keduanya berinteraksi.

Selanjutnya pemkab Mabar meminta masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi situasi ini, dengan mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, selalu memakai masker, sesering mungkin mencuci tangan dan jauhi kerumunan.

Kemungkinan Terjadi Transmisi Lokal
Dengan penambahan dua orang pasien terkonfirmasi positif, maka saat ini jumlah pasien terkonfirmasi positif covid di kabupaten Manggarai Barat sudah berjumlah 14 orang.

Angka ini terbilang cukup tinggi jika dibandingkan dengan dua kabupaten tetangga yakni Manggarai dan Ngada, serta Nagekeo.

Saat ini terdapat dua klaster utama yang jadi donatur utama kasus covid-19 di Manggarai Barat, yakni klaster Gowa sebanyak 11 orang dan klaster Magetan sebanyak 3 orang.

Kepala dinas kesehatan provinsi NTT Dominggus Mere Rabu kemarin mengatakan bahwa kabupaten Manggarai Barat berpeluang terjadi transmisi lokal.

Kepala dinas kesehatan itu memprediksi sedikitnya terdapat beberapa kabupaten kota yang berpeluang besar terjadinya kasus transmisi lokal.

"Salah satunya sudah terjadi di kota Kupang, nah kabupaten lain yang berpeluang untuk terjadinya transmisi lokal itu ada Sika, Ende, Manggarai Barat, Sumba Timur dan Rote Ndao,"papar Domi di hadapan wartawan di Kupang Rabu kemarin.

Ia menyampaikan data itu diperoleh dari jumlah klaster penyumbang kasus covid-19 di masing-masing kabupaten.

Menurutnya jumlah klaster yang lebih dari satu berpeluang besar untuk terjadinya kasus transmisi lokal,"seperti di Kupang, dari banyak klaster dan terjadi transmisi lokal,"paparnya.

Karenanya Domi Mere meminta petugas kesehatan di masing-masing kabupaten yang telah disebutkan itu agar meningkatkan kewaspadaan untuk meredam tidak terjadinya transmisi lokal.

Penulis: Antonius Rahu

No comments:

Post a Comment