Pembagian Dana BLT di Desa Gunung Baru Matim Diwarnai Keributan - Congkasae.com

News Update

01 June, 2020

Pembagian Dana BLT di Desa Gunung Baru Matim Diwarnai Keributan


[Congkasae.com/Kereba] Sebanyak 161 Kepala Keluarga di desa Gunung Baru, kecamatan Kota-Komba kabupaten Manggarai Timur resmi menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap satu dari desa tersebut pada Senin pagi.


Bendahara desa Gunung Baru Irenius Jerandu mengatakan penyaluran Dana Desa kali ini dilakukan dalam dua tahap yakni tahap pertama pada Minggu kemarin sebanyak 50 Kepala Keluarga penerima, sementara sisanya disalurkan Senin pagi.


“Tadi sudah disalurkan sebanyak 161 Kepala Keluarga, masing-masing sebesar enam ratus ribu rupiah per kepala keluarga,”kata Irenius Jerandu menjawab pertanyaan Congkasae.com yang dihubungi per telepon Senin malam.


Irenius mengatakan pihaknya mengalami kendala dalam penyaluran dana desa tahap pertama ini, hal itu terjadi akibat kekosongan dana kas di bank.


“Selama ini kami sudah tiga kali ke Borong untuk cek dananya tapi belum dapat dana karena kekosongan khas di Bank,”terang Irenius.


Sempat Diwarnai Keributan

Penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) di desa Gunung Baru kali ini diwarnai keributan menyusul aksi protes dari tiga orang warga penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Dinas Sosial Manggarai Timur di desa tersebut.


“Mereka ini datang protes ke desa agar status mereka dialihkan dari penerima BPNT Dinas Sosial ke penerima Bantuan Langsung Tunai, kan tidak bisa seperti itu,”kata bendahara desa Gunung Baru, Irenius Jerandu.


Menurut Irenius saat ini di desa Gunung Baru terdapat 57 orang penerima BPNT dari dinas sosial Manggarai Timur.


Sementara itu menurut Erasmus Eman yang mengaku sebagai perwakilan masyarakat, pihaknya telah beberapa kali meminta penjelasan dari aparatur desa Gunung Baru terkait transparansi data kriteria calon penerima BLT namun selalu ditolak pihak desa.


“Permohonan kami agar pihak desa juga membuat penolakan ke Dinsos terhadap masyarakat yang menerima BPNT juga ditolak,”kata Erasmus Eman kepada Congkasae.com Senin malam.


Erasmus menilai telah terjadi salah sasaran penyaluran dana BPNT di desa tersebut, pasalnya para penerima BPNT di desa itu rata-rata berusia lansia.


Ia juga menduga aparat desa Gunung Baru tidak transparan dalam memberikan sosialisasi terkait kriteria calon penerima BPNT di desa tersebut.


“Kami sangat bingung dan marah karena masih banyak yang membutuhkan namun tidak tersentuh, kami mohon dinsos Matim bisa mendengar keluhan kami,”pinta Erasmus.


Menjawab tudingan itu, Bendahara desa Gunung Baru Irenius Jerandu mengatakan soal kriteria dimaksud menjadi kewenangan dinas sosial Matim.


“Yang datang sosialisai ke desa Gunung Baru waktu itu dari pihak dinsos Matim langsung, setelah itu mereka (Penerima BPNT) mendapatkan kartu ATM,”terang Irenius.


Karenanya menurut Irenius pihak desa menolak permintaan Erasmus yang mengaku sebagai perwakilan masyarakat agar pihak desa membuat penolakan ke Dinas Sosial terkait pengalihan status penerima BPNT ke penerima BLT Dana Desa.


“Itu tidak bisa, seperti itu, penerima BPNT tidak boleh dobel terima lagi BLT,”tegasnya.


Sementara itu kepala desa Gunug Baru Agustinus Tinda belum berhasil dikonfirmasi terkait masalah ini.


Beberapa kali congkasae.com menghubungi kades Gunung Baru itu melalu sambungan telepon namun belum berhasil.


Baca Juga:

1. Dampak covid-19, di Flores Hanya Matim dan Ngada yang diizinkan beraktivitas normal


2. Bertambah 2 orang pasien Positif covid, Mabar Berpeluang Terjadi Transmisi Lokal


3. Hasil Swab Majikan Negatif, KFJ Pasien Covid 01 di Ruteng Tertular dari Siapa?


4. Dituding tidak Transparan Kelola dana Desa Kades Gunung Baru: Itu Fitnah


Penulis: Antonius Rahu

Editor: Alves R



No comments:

Post a Comment