Kasus Kematian Babi Mulai Serang Wilayah Manggarai dan Manggarai Timur - Congkasae.com

News Update

05 October, 2020

Kasus Kematian Babi Mulai Serang Wilayah Manggarai dan Manggarai Timur

[Congkasae.com/Kereba] Sedikitnya 77 ekor Babi di kabupaten Manggarai dilaporkan mati akibat diserang sejumlah penyakit.


Jumlah tersebut merupakan hasil akumulasi kasus kematian babi sejak Januari hingga Agustus 2020 di tujuh kecamatan di wilayah Manggarai.


Kepala dinas peternakan kabupaten Manggarai Kons Dan mengatakan jumlah kasus kematian babi terbanyak terjadi di kecamatan Ruteng dengan total 27 kasus kematian.


Kons juga menambahkan sejauh ini ada beberapa penyakit yang menjadi sebab kematian ternak babi milik warga," diantaranya akibat penyakit colibacillosis, abses, distokia, streptococusis, helmintiasis, dan prolapsus uteri,"kata Kons Dan di Ruteng, Senin (5/10).


Kadis peternakan itu juga mengatakan jika kematian ternak babi milik warga cukup variatif ada yang diawali sakit namun ada pula yang mati mendadak.


Untuk itu saat ini pihaknya sudah meminta laporan warga di 12 kecamatan jika menemukan kasus kematian serupa.


Sebelumnya kasus kematian babi juga ditemukan di desa Golo Meni kecamtan kota komba kabupaten Manggarai Timur.


Salah seorang warga mengatakan jika ternak babi miliknya mati secara mendadak tanpa diawali gejala sakit.


Ia mengatakan bangkai babi itu terpaksa dikubur karena warga takut mengonsumsi apalagi telah ditemukan kasus virus Afrika yang menyerang ternak babi di beberapa kabupaten di daratan Flores.


Untuk menghindari kasus kematian serupa para peternak babi di desa itu hanya mengandalkan teknik konvensional dengan menghindari pemberian pakan dari air cucian atau sisah daging babi yang dikonsumsi warga.


Mereka khawatir hal tersebut bisa menjalar ke ternak babi lain sehingga kematian tidak meluas.


Penulis: Tonny

No comments:

Post a Comment