Sengketa Lahan di perbatasan memicu warga dua desa di Adonara saling serang, akibatnya rumah dibakar 5 orang telah dilarikan ke rumah sakit lantaran terkena proyektil senjata rakitan.
[Congkasae.com/Kereba] Warga dusun Bele Desa Waiburak, dan warga Desa Narasaosina kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, saling serang dengan menggunakan senjata tajam (Sajam) setelah dua kelompok warga terlibat sengketa tanah ulayat Jumat 6 Maret 2026 pagi.
Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra melalui Kasie Humas, AKP Eliazer Kalelado membenarkan adanya konflik dua kelompok warga tersebut dan polisi sudah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk mengamankan situasi.
"Kami akan terus memantau situasi di lapangan agar tetap aman,"katanya dihubungi Jumat 6 Maret 2026.
Ia mengatakan konflik pecah dipicu oleh sengketa lahan yang berlokasi di wilayah perbatasan dua desa yang tak menemui jalan keluar dan memicu aksi saling serang.
“Begitu menerima informasi, personel TNI dan Polri langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengamanan serta langkah-langkah preventif guna menghentikan kontak fisik antar kelompok warga,” ujar Kapolres.
Sementara itu informasi yang beredar menyebutkan beberapa unit rumah termasuk gudang hangus terbakar dalam konflik tersebut.
Selain itu 3 orang warga telah dilarikan ke rumah sakit pratama Adonara setelah mendapatkan luka tembak di bagian kaki.
Direktur RS Pratama Adonara dr Danny Gunawan mengatakan tiga warga yang terkena proyektil sudah ditangani tim medis.
Ketiganya berinisial ID alias Inosensius (36), STD alias Sipri (66), dan ANK alias Agustinus,"“Ketiga korban mengalami luka tembak di paha dan kaki. Kondisi mereka stabil dan masih dalam perawatan,” jelas Doni.
"Proyektil sudah dikeluarkan pasien dalam keadaan stabil,"ujar dr Danny melansir suaraflores.
Selain itu dua orang lain sudah dirujuk ke RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka untuk mendapatkan perawatan medis lantaran luka serius akibat terkena proyektil senjata rakitan.
Dua warga tersebut berinisial JS alias Jamaludin (22) dan MA alias Mansyur (39). Keduanya sempat menjalani perawatan di Puskesmas Ile Boleng sebelum dirujuk lebih lanjut.
Hingga kini kondisi kemanan di tempat kejadian sudah bisa dikendalikan sementara personel kepolisian dari polsek Adonara Timur dan personel TNI masih bersiaga di lokasi.
BACA JUGA
51 Rumah Hangus Terbakar 1 Lansia Terpanggang Buntut Perang Tanding di Flores Timur
16 Orang Jadi Tersangka Kasus Pembakaran Rumah Warga Bugalima di Adonara Flores Timur
Terlilit Utang Koperasi, Lansia di Rahong Tewas Gantung Diri
Kendaraan Plat Luar dan Penunggak Pajak Tak Boleh Isi BBM Subsidi di NTT
Efisiensi Anggaran, Pemprov NTT Bakal Rumahkan 9.000 Pegawai PPPK




%20(1)%20(1)%20(1).webp)

