Ada Embung di Weor Bancang, Mengapa Masih Krisis Air? - Congkasae.com

News Update

close
MAU CETAK UNDANGAN, Cetak FOTO, UNTUK PERNIKAHAN ANDA?
Ke TONY PRINTING saja, Hubungi kami di 082 342 994 060

7 Jun 2021

Ada Embung di Weor Bancang, Mengapa Masih Krisis Air?

 


[Congkasae.com/Kereba] Bertahun-tahun warga kampung Weor dan Bancang, desa persiapan Golo Tanggar kecamatan Komodo, Manggarai Barat dikabarkan mengonsumsi air kali.


Warga dua kampung yang mayoritas berprofesi sebagai petani ini terpaksa harus mengonsumsi air kali meski tidak layak untuk dikonsumsi.


Warga beralasan, hal itu terjadi lantaran ketiadaan sumber air bersih yang dipasok ke dua kampung itu, pada musim kemarau tak jarang warga harus membeli air minum di Marombok dengan harga yang relatif mahal.


"Setiap dua hari sekali saya harus ke Marombok untuk beli air minum di tempat isi ulang, di sini susah air,"kata salah seorang warga Bancang kepada Congkasae.com Senin pagi.


Ia mengatakan untuk memenuhi kebutuhan Mandi Cuci, Kakus (MCK) warga menggunakan air yang bersumber dari kali Wae Rae.


Namun sungai itu sendiri sebenarnya tidak layak untuk dikonsumsi, "karena kadang ada feses manusia, atau hewan seperti sapi dan kerbau,"katanya.


Ada Embung Namun Mubazir

Ia mengatakan warga kampung tak punya pilihan lain semenjak air dari embung yang dibangun pemerintah macet.



Hal tersebut juga diperparah dengan ulah pemilik hewan ternak yang melepaskan hewan ternak mereka di dalam kawasan embung.


"Dulu pas awal-awalnya warga Weor Bancang tidak krisis air, karena embung itu di atas bisa memenuhi kebutuhan air minum bagi warga, namun karena mubazir makanya krisis air mulai dirasakan warga,"kata sumber ini.


Ia mengatakan mubazirnya embung itu terjadi lantaran ulah para pemilik ternak yang melepaskan ternak mereka di dalam kawasan embung.


Akibatnya kondisi air di embung itu menjadi keruh dan tidak bisa dikonsumsi, semenjak saat itu warga dua kampung itu mengalami kerisis air minum bersih.


Pantauan Congkasae.com di kampung Bancang sendiri terdapat sebuah bak penampung yang dulunya sempat digunakan warga untuk menimba air.


Namun kondisi bak penampung itu sudah tak terurus lagi, selain itu pipa air yang memasok air dari embung ke bak penampung itu sudah raib.


Penulis: Tonny


Tidak ada komentar:

Posting Komentar