Soal Program Petani Merdeka Pemkab Manggarai, Begini Kata Ketua LPPKPD - Congkasae.com

News Update

close
MAU CETAK UNDANGAN, Cetak FOTO, UNTUK PERNIKAHAN ANDA?
Ke TONY PRINTING saja, Hubungi kami di 082 342 994 060

8 Jun 2021

Soal Program Petani Merdeka Pemkab Manggarai, Begini Kata Ketua LPPKPD

Ketua LPPKPD Erik San/Foto Dokpri

"Apalagi kalau gagal panen, akhirnya para petani terjerat hutang,"kata Erik San dalam keterangannya kepada Congkasae.com Selasa.

 [Congkasae.com/Kereba] Lembaga Pusat Pengkajian Kebijakan Pembangunan Daerah (LPPKPD) memberi catatan kritis terkait program petani Merdeka yang dicanangkan pemkab Manggarai.


Program Petani Merdeka sendiri disebut-sebut akan membantu masalah kelangkaan pupuk, serta meningkatkan poroduktivitas pertanian di kabupaten Manggarai.


Dalam mengatasi kelangkaan pupuk bagi petani, pemerintah berencana menggunakan pupuk non subsidi, meski dengan harga yang cukup mahal, pemkab Manggarai pun berencana menggunakan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). 


Namun ketua umum Lembaga Swadaya Masyarakat LPPKPD Erik San mengatakan pihaknya memiliki tiga catatan penting sebelum program Petani Merdeka itu digulirkan ke masyarakat.


Erik menyebut hal pertama yang membayang-bayangi para petani nantinya yakni soal bunga kredit yang harus dibayar para petani.


"Apalagi kalau gagal panen, akhirnya para petani terjerat hutang,"kata Erik San dalam keterangannya kepada Congkasae.com Selasa.



Selain masalah hutang yang harus dibayarkan petani, LPPKPD juga melihat ada celah yang besar mengapa pupuk subsidi selama ini bermasalah.


Hal tersebut, menurut Erik, terjadi pada manajemen penyaluran pupuk di lapangan yang disebutnya sangat buruk.


"Yang menjadi akar persoalan kelangkaan pupuk bersubsidi selama ini yakni sistem penyaluran di lapangan yang sangat buruk,"tambah Erik San.


Karenanya ia merekomendasikan dua hal kepada pemerintah untuk mengatasi masalah penyaluran pupuk di lapangan ini yakni pemerintah mesti memperbaiki menejemen pendistribusian pupuk di lapangan dan harus mengoptimalkan pengawasan internal, eksternal.


Sementera poin ketiga menurut Erik yakni soal komunikasi dan lobi ke produsen pupuk, atau ke pemerintah pusat dan anggota DPR RI untuk meningkatkan kuota pupuk bersubsidi bagi kabupaten Manggarai.


Penulis: Tonny


BACA JUGA

Atasi Kekurangan Pupuk Subsidi, Pemkab Manggarai Canangkan Program Petani Merdeka


Fotonya Viral di Medsos, Wabup Stef Jaghur Menyesal dan Minta Maaf


Mau Nikahi Molas Manggarai? Cinta Saja Tidak Cukup Harus Ternak Babi dan Piara Ayam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar