- -->
  • Jelajahi

    Copyright © Congkasae.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu MBG di Manggarai Timur Berisi Ubi Talas dan Daun Singkong, Warganet: Anggaran Disunat Pengelola

    Penulis: Antonius Rahu | Editor:Tim Redaksi
    30 Januari, 2026, 19:04 WIB Last Updated 2026-01-31T00:59:41Z
    Post ADS 1
    Post ADS 1

     

    Menu MBG di Manggarai Timur Berisi Ubi Talas dan Daun Singkong, Warganet Anggaran Disunat
    Menu MBG untuk hari kedelapan di SMPN 12 Borong berisi satu potong ubi talas, daun singkong dan tulang ayam goreng. Menu MBG ini belakangan dikritik pengguna media sosial.

    [Congkasae.com/Kereba] Pengguna media sosial di Manggarai Timur tengah ramai membicarakan soal menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Manggarai Timur yang hanya berisi sepotong ubi Talas sebagai pengganti nasi ditambah sayuran daun singkong (saung daeng cemba) dan tulang ayam goreng serta dua buah rambutan.


    Menu MBG tersebut merupakan menu MBG yang disajikan untuk murid di SMP Negeri 12 Borong, hal tersebut diketahui dari unggahan facebook sekolah tersebut.


    Dalam unggahan di laman resmi sekolah itu menyebut jika menu MBG tersebut merupakan MBG hari ke 8 di sekolah itu yang berisi pangan lokal.


    "Menu MBG hari ke 8 Pangan Lokal,"tulis akun facebook SMPN 12 Borong dalam postingan mereka dikutip Jumat 30 Januari 2026.


    Unggahan tersebut langsung diserbu pengguna media sosial yang mempertanyakan konsep makanan bergizi gratis dari dapur MBG yang dipasok ke SMPN 12 Borong.


    "Apakah ini yang dikatakan bergizi? kalau masakan seperti ini orang tua di rumah juga bisa mengolah talas jadi perkedel, tapi tidak disuguhi langsung seperti ini,"tulis Marsel Garus mengomentari postingan SMPN 12 Borong.


    Pengguna media sosial lain mempertanyakan besaran dana yang dikucurkan pemerintah yang dinilai fantastis namun yang disuguhkan ke siswa seperti SMPN 12 Borong sangat jauh berbeda.


    Hal tersebut terjadi lantaran keladi yang disuguhkan sebagai pengganti nasi hanya sepotong ditambah irisan tempe goreng sepotong, tulang ayam goreng satu potong, daun singkong rebus (saung daeng cemba) ditambah dua buah rambutan.


    "Kalau diuangkan tidak sampe lima ribu,"tulis akaun Matim Updates.


    "Ya ampun dana besar kok cuman ini, kalau yang di kota mungkin tidak terbiasa dengan hidangan seperti ini, yang di kampung ini kita makan terus tiap hari ini keladi,"tulis akun Nur Florizi.


    "Makanan Gizi Gratis, dana triliunan menunya apa itu?" tulis akun Elsi Trisnawati.


    Andongk Nanggung mengatakan terjadinya perubahan bentuk anggaran yang disalurkan dari pusat yang berubah ketika tiba di daerah.


    "Dari pusat bawa beras, sampai di NTT jadi keladi,"katanya.


    Hingga berita ini ditulis belum diketahui dapur MBG yang memasok menu makanan bergizi gratis ke SMPN 12 Borong.


    Menurut informasi yang beredar  MBG di sekolah tersebut dipasok dari dapur MBG yang ada di Liang Leso.


    Di sisi lain masyarakat Manggarai Timur kerap menggunakan batang hingga umbi dari tanaman talas sebagai bahan utama untuk ternak Babi.


    Di beberapa tempat memang kerap mengolah umbi talas sebagai olahan pengganjal perut yang bersifat sementara biasanya sebagai cemilan yang disuguhkan berbarengan dengan minuman kopi panas di pagi atau sore hari.


    "Tapi tete teko (umbi talas) ini bukan sebagai makanan pokoknya kita di Manggarai Timur,"ujar salah seorang warga Manggarai Timur.


    Ia menyoroti penggunaan umbi talas yang dipotong dan direbus meski anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk program ini sangatlah fantastis.

    Komentar

    Tampilkan

    Bersama Menjaga Warisan Kita

    Dukung Congkasae agar terus hidup dan tumbuh sebagai suara budaya Manggarai.

    Kenapa Kami Butuh Dukungan?

    Congkasae.com hidup dari semangat dan cinta pada budaya. Tapi kami juga perlu dana untuk membayar penulis lokal, mengembangkan situs, dan mendokumentasikan cerita-cerita budaya kita.

    Donasi Sekali atau Rutin

    Atau transfer langsung:

    • BRI 472001001453537 (a.n. Congkasae)
    QRIS

    Pasang Iklan atau Kerja Sama

    Kami membuka kerja sama dengan UMKM, NGO, sekolah, atau pemerintah daerah untuk iklan, pelatihan, dan proyek kolaboratif.

    Kontak Kami Langsung

    Kata Mereka

    "Saya senang bisa mendukung media yang memperjuangkan akar budaya Manggarai." – Julius, diaspora di Jakarta
    "Congkasae adalah media yang dekat dengan hati kami di Manggarai." – Frans, guru di Ruteng