- Longsor di Goreng Meni Lamba Leda Selatan telah menelan 3 orang korban jiwa yang berasal dari 1 keluarga
- Para Korban adalah keluarga Konradus Lasa yakni istrinya Albina Ria (47), adik kandungnya Theresia Resem (47) dan putri ketiganya Yustina Mira (18).
- Konradus Selamat Lantaran berada di kebun ketika longsor terjadi sementara anak laki-lakinya sedang dirawat di puskesmas.
[Congkasae.com/Kereba] Memasuki hari kelima proses pencarian korban longsor di desa Goreng Meni Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur Flores, NTT tim SAR berhasil menemukan korban terakhir setelah sehari sebelumnya tim SAR juga menemukan korban pertama.
Danramil Pota Peltu Abrao De Araujo mengatakan korban terakhir ditemukan pada hari kelima proses pencarian korban setelah adanya bau menyengat yang bersumber dari lokasi penemuan korban.
"Pencarian hari ini tim menemukan korban yang berjarak sekitar 35 meter dari lokasi penemuan pertama,"kata Araujo Selasa 27 Januari 2026 pagi.
Ia mengatakan awal penemuan korban teridentifikasi dari adanya bau menyengat yang memaksa tim SAR untuk mencari korban mengikuti arah sumber bau busuk itu.
"Kita putuskan untuk menggali di sumber bau dan korban pun ditemukan sedalam 30cm di bawah lumpur,"ujarnya.
Usai ditemukan tim SAR korban pun telah dibawa ke puskesmas Rentung untuk proses pembersihan dan identifikasi oleh tim.
Dengan ditemukan jenazah terakhir korban meninggal dunia dalam peristiwa bencana alam di desa Goreng Meni sudah berjumlah 3 orang seperti pernyataan wakil bupati Manggarai Timur Tarsi Syukur sehari setelah bencana.
"Ada tiga orang korban jiwa dalam peristiwa longsor di Lamba Leda,"kata wabup Tarsi ketika hendak mengunjungi warga yang terdampak bencana longsor di Lamba Leda Manggarai Timur.
Ia mengatakan longsor di desa Goreng Meni, kecamatan Lamba Leda Selatan Manggarai Timur terjadi pada Kamis 22 Januari 2026 sore.
Bencana longsor itu menimpa rumah milik Konradus Lasa di kampung Tuwa, istri Konradus dan anaknya berhasil dievakuasi hari itu juga dan mengalami luka serius.
Namun sayangnya Albina Ria (47) istri Konradus meninggal dunia di puskesmas sementara anaknya Nikolaus Acan masih dirawat.
Ia berujar Konradus sendiri selamat dalam bencana itu lantaran sedang berada di kebun ketika insiden terjadi.
Naasnya Longsor itu juga menenggelamkan Theresia Resem (47) yang merupakan saudari kandung Konradus serta Yustina Mira (18) yang merupakan anak ketiga Konradus.
Ia mengatakan dalam peristiwa naas itu, Konradus kehilangan Istri, anak dan saudari kandungnya,"Mereka ini satu keluarga,"ujarnya.
Peristiwa longsor di desa Goreng Meni kecamatan Lamba Leda Selatan telah memaksa ratusan orang yang terdampak untuk mengungsi lantaran takut dengan adanya bencana susulan.
Selain itu peristiwa longsor pada Kamis 22 Januari lalu itu telah menenggelamkan areal persawahan milik warga.
Proses pencarian korban sempat terkendala akibat cuaca buruk di lokasi kejadian ditambah dengan lambatnya alat berat excavator di lokasi kejadian.
Selama tiga hari tim SAR hanya mengandalkan alat seadanya dalam proses pencarian korban sebelum akhirnya Excavator tiba di lokasi kejadian pada Minggu sore.
Hujan deras yang mengguyur pulau Flores yang disertai angin kencang sehari sebelum kejadian menyebabkan lereng perbukitan dekat kampung Tuwa longsor sekitar pukul 15:00 Wita Kamis 22 Januari 2026.
Material longsor dengan cepat menenggelamkan areal persawahan milik warga yang berada di kaki bukit dan menenggelamkan beberapa unit rumah warga termasuk rumah milik Konradus Lasa dan menyeret 4 orang korban yang ada di dalam rumah itu.
Akibatnya Theresia Resem adik kandung Konradus Lasa dan Yustina Mira putri ketiganya hilang tertimbun material longsor.
Sementara Albina Ria dan anak laki-lakinya Nikolaus Acan berhasil dievakuasi dalam kondisi luka-luka.
Dari keempat korban tersebut hanya Nikolaus Acan yang selamat sementara tiga orang lainnya meninggal dunia.
BACA JUGA
Longsor di Lamba Leda Matim, Dua Orang Hilang Tertimbun Material




%20(1)%20(1)%20(1).webp)


