- -->
  • Jelajahi

    Copyright © Congkasae.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Mengundurkan Diri, Mgr Paskalis Bruno Syukur Jadi Uskup Emeritus

    Penulis: Antonius Rahu | Editor:Tim Redaksi
    21 Januari, 2026, 09:34 WIB Last Updated 2026-01-21T04:47:16Z
    Post ADS 1
    Post ADS 1
    Mengundurkan Diri, Mgr Paskalis Bruno Syukur Jadi Uskup Emeritus

    Mgr Paskalis Bruno Syukur yang berasal dari Manggarai Barat resmi meletakkan tongkat kegembalaan untuk keuskupan Bogor pada Senin 19 Januari 2026. Pengunduran dirinya telah diterima tahta suci kepausan di Vatican.

    [Congkasae.com/Kereba] Uskup kelahiran Kuwus Manggarai Barat yang selama ini mengabdi di keuskupan Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur resmi meletakkan tongkat kegambalaannya sebagai uskup setelah hampir 13 tahun menggembalakan umat katolik di keuskupan Bogor.


    Mgr Paskalis Bruno Syukur ditahbis menjadi uskup untuk keuskupan Bogor pada tahun 2013 silam menggantikan uskup pendahulunya Mgr Cosmas Michael Angkur OFM yang juga menjadi uskup emeritus.


    "Saya berdiri di hadapan anda bukan dengan hati yang berat melainkan dengan jiwa yang penuh bersyukur,"ujar Mgr Paskalis Bruno Syukur ketika menyampaikan pesan pengunduran dirinya di hadapan para imam diosesan keuskupan Bogor Senin 19 Januari 2026.


    Ia mengatakan gereja Katolik adalah milik Kristus hal ini menjadi bagian dari motto episkopalnya ketika ditahbis yakni Magnificat Anima Mea Dominul.


    "Saya ingat moto sebagai uskup Magnificat Anima Mea Dominul. Gereja adalah milik Kristus dan kita semua hanyalah hamba yang coba melakukan tugas kita,” katanya.


    Ia mengakui tahta suci kepausan di Vatican telah menyetujui pengunduran diri Mgr Paskalis yang ia maknai sebuah peristiwa mistik yang penuh makna.


    "Saya menerima ini dengan sukacita batin karena ketaatan kepada tahta suci," ucapnya.


    Dalam kesempatan tersebut Mgr Paskalis memberi klarifikasi terutama soal sejumlah tuduhan yang selama ini dialamatkan padanya.



    Ia menegaskan soal misi gereja keuskupan Bogor di Lebak dan keberadaan suster SFS sebagai bentuk reorganisasi demi keberlanjutan misi yang lebih sehat.


    Ia menyayangkan pernyataan dua iamam diosesan yang mengatakan telah terjadi pengusiran terhadap suster konggregasi di Lebak.


    "Itu ungkapan yang tidak berdasarkan fakta tapi itu disebarluaskan, maka saya mau menyampaikan di tempat ini mohon itu ditarik kembali, dan saya sudah minta maaf dengan suster SFS," tegasnya.


    Hal lain yang juga diklarifikasi oleh Mgr Paskalis adalah soal isu kebangkrutan keuskupan Bogor lantaran uskup dituding menggunakan dana gereja untuk kepentingan pribadi dan keluarganya sangatlah tidak berdasar.


    "Isu ciptaan bahwa saya menggunakan uang keuskupan untuk keluarga atau orang lain sudah tidak terbukti, itu terbukti dengan kondisi finansial keuskupan Bogor yang masih stabil," katanya.


    Ia juga menyoroti soal tuduhan lain yang kerap dialamatkan pada dirinya selama menjabat sebagai uskup Bogor yakni soal relasi personal dan tata kelola keuskupan yang ia sebut sangat tidak berdasar.


    Ia mengatakan kerja sama yang dibangun selama ini atas dasar profesionalitas demi kemajuan keuskupan Bogor.


    Selain itu soal tuduhan tata kelola presbitarium unio dan kuria yang ia sebut perombakan terhadap kuria dilakukan demi penguatan struktur justru dipersepsikan secara keliru oleh sebagian kalangan.


    Mgr Paskalis menegaskan tahta suci Vatican telah mengutus Visitator kepausan untuk melakukan penyelidikan terhadap sejumlah desas desus yang beredar selama ini dan hasilnya tidak ditemukan fakta soal kebenaran desas desus itu.


    Mgr Paskalis menegaskan pengunduran dirinya bukan dipicu oleh kesalahan pribadinya akan tetapi keputusan tersebut diambilnya demi persatuan gereja khususnya gereja katolik keuskupan Bogor.


    Ia menegaskan keputusan untuk meletakkan tongkat penggembalaan uskup Bogor sebagai keputusan yang membebaskan batin dan kedamaian.


    Selanjutnya tahta suci vatican telah menugaskan Mgr Christophorus Tri Harsono sebagai administrator keuskupan Bogor selama masa sedevacante hingga terpilihnya uskup baru yang menggantikan uskup emeritus Mgr Paskalis Bruno Syukur.


    Di sisi lain pengunduran diri Mgr Paskalis Bruno Syukur dari posisi uskup Bogor mendapatkan perhatian serius khususnya dari kalangan umat Katolik di tanah kelahirannya Manggarai.


    Mayoritas umat membagikan kabar pengunduran diri Mgr Paskalis Bruno Syukur di media sosial sembari mempertanyakan alasan dibalik pengunduran dirinya.


    Sebelumnya pada tahun 2024 silam Mgr Paskalis Bruno Syukur juga menolak pencalonannya sebagai kardinal baru dari Indonesia.


    Ia menolak posisi tersebut dengan alasan demi memfokuskan diri pada penggembalaan umat Allah di keuskupan Bogor.


    BACA JUGA

    Uskup Paskalis Bruno Syukur Menolak Dilantik sebagai Kardinal


    Paskalis Bruno Syukur OFM, Kardinal Pertama dari Manggarai

    Komentar

    Tampilkan

    Bersama Menjaga Warisan Kita

    Dukung Congkasae agar terus hidup dan tumbuh sebagai suara budaya Manggarai.

    Kenapa Kami Butuh Dukungan?

    Congkasae.com hidup dari semangat dan cinta pada budaya. Tapi kami juga perlu dana untuk membayar penulis lokal, mengembangkan situs, dan mendokumentasikan cerita-cerita budaya kita.

    Donasi Sekali atau Rutin

    Atau transfer langsung:

    • BRI 472001001453537 (a.n. Congkasae)
    QRIS

    Pasang Iklan atau Kerja Sama

    Kami membuka kerja sama dengan UMKM, NGO, sekolah, atau pemerintah daerah untuk iklan, pelatihan, dan proyek kolaboratif.

    Kontak Kami Langsung

    Kata Mereka

    "Saya senang bisa mendukung media yang memperjuangkan akar budaya Manggarai." – Julius, diaspora di Jakarta
    "Congkasae adalah media yang dekat dengan hati kami di Manggarai." – Frans, guru di Ruteng