- -->
  • Jelajahi

    Copyright © Congkasae.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pengeroyokan di Gendang Palit Mabar Dipicu Arogansi Korban dan Akumulasi Konflik Lama

    Penulis: Antonius Rahu | Editor:Tim Redaksi
    21 Januari, 2026, 20:22 WIB Last Updated 2026-01-21T13:48:01Z
    Post ADS 1
    Post ADS 1
    Pengeroyokan di Gendang Palit Dipicu Arogansi Korban dan Akumulasi Konflik Lama


    Penganiayaan terhadap MG rupanya dipicu oleh konflik lama yang bersifat laten dan tak terselesaikan dengan baik.

     [Congkasae.com/Kereba] Kasus penganiayaan terhadap MG (55) yang dilakukan oleh tiga orang terduga pelaku dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa rupanya bagian dari konflik lama yang bersifat laten antara korban dan kakak kandungnya YA.


    Hal tersebut disampaikan kakak kandung MG yang terlibat percekcokan dengan korban sejak beberapa tahun belakangan.


    Konflik tersebut memuncak lantaran MG dan kakaknya YA masih tinggal dalam satu atap yakni di rumah gendang Palit desa Compang, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat.


    Kepada awak media usai dimintai keterangan di mapolres Manggarai Barat YA kakak dari korban mengaku terlibat percekcokan dengan adiknya MG lantaran hal sepele.


    "Pada Minggu 18 Januari saya mengecas senter tiba-tiba senter itu jatuh dan menimbulkan suara, saat itu MG sedang tidur,"ujarnya kepada jurnalis NTTNews di Labuan Bajo Rabu 21 Januari 2026.


    Pada malam itu MG yang terbangun dari tidurnya langsung memarahi YA,"Kami sempat beradu mulut, tiba-tiba dia keluar rumah dan mengambil sepotong besi,"ujar ayah dari ketiga orang pelaku yang telah diamankan polisi.



    Usai mengambil besi di luar rumah malam itu, MG kembali kedalam rumah dan mengancam YA dan istrinya.


    "Saya disuruh berlutut dan memohon agar tidak dibunuh."katanya.


    Peristiwa itu rupanya dilaporkan kepada ketiga orang anak YA yang sedang berada di Denpasar Bali.


    Mendengar adanya peristiwa tersebut ketiga orang anak YA akhirnya kembali ke kampung halamanya untuk menyelesaikan persoalan itu.


    Ketiganya tiba di kampung Palit pada 20 Januari 2026 malam dan langsung membangunkan MG dari tidurnya untuk meminta klarifikasi dari MG atas peristiwa pada 18 Januari lalu.


    Namun bukannya mendapatkan kejelasan mereka terlibat perkelahian sengit pada malam itu.


    YA mengatakan percekcokan mulut berubah jadi perkelahian fisik setelah MG meghunus parang miliknya dan mengayunkan parang itu ke arah PS (21) anak kandung YA.


    "Akibatnya tangan anak saya terluka karena menangkis,"ujar YA.


    Pernyataan tersebut juga disampaikan kapolsek Macang Pacar Petrus Belas Kasihan ketika dikonfirmasi.


    Menurut Petrus, korban MG lah yang pertama kali mengayunkan parang ke arah PS dan memicu perkelahian yang lebih besar dan tidak terkontrol yang berujung pada kematian MG.


    "Akibatnya korban mengalami luka memar di sekujur tubuh, luka bacok pada kaki, kepala dan punggung bagian kanan,"kata Petrus menambahkan


    Saat ini ketiga orang terduga pelaku yakni PS (21) YI (18) dan BM (24) sudah diamankan polisi di mapolres Manggarai Barat.


    Ketiganya sedang menjalani pemeriksaan secara intensif di mapolres Manggarai Barat atas insiden pengeroyokan yang terjadi di kediaman mereka di rumah gendang Palit yang menimbulkan kematian MG.


    Di sisi lain konflik yang terjadi antara YA dan MG rupanya bukan kali pertama terjadi, sebelumnya pada tahun 2017 silam  keduanya pernah terlibat konflik.


    Hal tersebut diakui oleh YA yang mengatakan bahwa kala itu ia juga pernah diancam untuk dibunuh oleh MG.


    "Masih ada bekas lukanya sampai sekarang,"tambah YA.


    Namun masalah itu akhirnya diselesaikan dengan jalur mediasi di mapolsek Macang Pacar dengan membuat surat penyataan.


    Hari-hari berlalu YA dan adiknya MG yang masih tinggal dalam satu atap di rumah gendang Palit kembali terlibat percekcokan.


    Namun nahasnya kali ini percekcokan YA dan MG melibatkan ketiga orang anak YA yang berujung pada penganiayaan berat.


    Kasus ini kini sedang ditangani penyidik polres Manggarai Barat.


    BACA JUGA

    Tinggal Seatap di Rumah Gendang Palit, 3 Orang Pria Aniaya Bapa Kecil Hingga Tewas

    Komentar

    Tampilkan

    Bersama Menjaga Warisan Kita

    Dukung Congkasae agar terus hidup dan tumbuh sebagai suara budaya Manggarai.

    Kenapa Kami Butuh Dukungan?

    Congkasae.com hidup dari semangat dan cinta pada budaya. Tapi kami juga perlu dana untuk membayar penulis lokal, mengembangkan situs, dan mendokumentasikan cerita-cerita budaya kita.

    Donasi Sekali atau Rutin

    Atau transfer langsung:

    • BRI 472001001453537 (a.n. Congkasae)
    QRIS

    Pasang Iklan atau Kerja Sama

    Kami membuka kerja sama dengan UMKM, NGO, sekolah, atau pemerintah daerah untuk iklan, pelatihan, dan proyek kolaboratif.

    Kontak Kami Langsung

    Kata Mereka

    "Saya senang bisa mendukung media yang memperjuangkan akar budaya Manggarai." – Julius, diaspora di Jakarta
    "Congkasae adalah media yang dekat dengan hati kami di Manggarai." – Frans, guru di Ruteng