- -->
  • Jelajahi

    Copyright © Congkasae.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pulang Berkebun, Theresia Siba Meninggal Usai Terseret Arus Sungai di Reok Barat

    Penulis: Antonius Rahu | Editor:Tim Redaksi
    09 Februari, 2026, 19:54 WIB Last Updated 2026-02-09T12:58:13Z
    Post ADS 1
    Post ADS 1

     

    Pulang dari Kebun Theresia Siba Terseret Arus Sungai di Reok Barat
    Jasad Theresia Siba (56) ditemukan dalam radius 1km dari lokasi penyebrangan setalah terseret arus sungai Wae Lokom di Reok Barat. IRT itu memaksakan diri menyebrangi sungai ketika pulang berkebun yang berujung pada kematiannya.

    [Congkasae.com/Kereba] Warga dusun Toda, Desa Lemarang, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai diheboshkan dengan hilangnya Theresia Siba (56) seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang hilang terseret arus sungai Wae Lokom.


    Kasihumas Polres Manggarai Putu Saba Nugraha mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu 8 Februari 2026 pada pukul 13:30 Wita ketika korban hendak pulang dari kebun.


    "Kejadian bermula saat korban hendak kembali ke rumah setelah bekerja di kebun. Saat itu korban menyeberangi Sungai Wae Lokom yang sedang mengalami arus sangat deras akibat curah hujan tinggi,"ujar Putu Saba Nugraha di Ruteng Senin 9 Februari 2026.


    Ia menambahkan korban yang hendak kembali ke rumah diduga memaksakan diri ketika menyebrangi sungai Wae Lokom meski arus sungai sangat deras akibat cura hujan yang tinggi.


    "Warga setempat sempat melakukan pencarian awal, namun korban belum berhasil ditemukan pada hari itu,"ujarnya.


    Mendapat laporan kejadian tersebut, personel gabungan yang terdiri dari anggota Polsek Reo, Sat Polair Polres Manggarai, Polda NTT, Koramil 1612-02 Reo, serta personel TNI-AL Reo, yang dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polres Manggarai AKP Yosef Suyitno Soloilur, bergerak menuju lokasi kejadian dan tiba di Kampung Lemarang sekitar pukul 18.00 Wita.



    "Setibanya di lokasi, dilakukan koordinasi dengan Kepala Desa Lemarang dan keluarga korban. Dengan mempertimbangkan kondisi medan sungai yang terjal, arus air yang deras, serta situasi yang sudah gelap, pencarian disepakati untuk dilanjutkan keesokan harinya,"ujarnya.


    Pada Senin pagi pukul 09.00 Wita, sekitar 20 orang warga bersama Bhabinkamtibmas Desa Lemarang serta 1 personel TNI-AL kembali melakukan pencarian dengan menyisir alur Sungai Wae Lokom. 


    Menurut Putu, dari hasil pencarian tersebut, jenazah korban berhasil ditemukan oleh seorang warga bernama Yohanes Leonardi (35), seorang petani asal Dusun Toda.


    "Korban ditemukan sekitar 1 kilometer dari lokasi awal, dalam keadaan meninggal dunia, dengan posisi tersangkut pada bebatuan dan batang kayu yang melintang di sungai. Saat ditemukan, pakaian dan sarung yang dikenakan korban telah terlepas dari tubuh korban,"katanya.


    Ia mengatakan korban langsung dievakuasi ke rumah duka di dusun Toda desa Lemarang untuk proses serah terima ke pihak keluarga.


    Ia mengatakan keluarga menerima kasus kematian tersebut dengan ikhlas dan menolak proses autopsi pada jenazah.


    Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap cuaca ekstrem yang saat ini melanda wilayah Kabupaten Manggarai, khususnya saat beraktivitas di sekitar sungai, guna mencegah terulangnya kejadian serupa.


    Komentar

    Tampilkan

    Bersama Menjaga Warisan Kita

    Dukung Congkasae agar terus hidup dan tumbuh sebagai suara budaya Manggarai.

    Kenapa Kami Butuh Dukungan?

    Congkasae.com hidup dari semangat dan cinta pada budaya. Tapi kami juga perlu dana untuk membayar penulis lokal, mengembangkan situs, dan mendokumentasikan cerita-cerita budaya kita.

    Donasi Sekali atau Rutin

    Atau transfer langsung:

    • BRI 472001001453537 (a.n. Congkasae)
    QRIS

    Pasang Iklan atau Kerja Sama

    Kami membuka kerja sama dengan UMKM, NGO, sekolah, atau pemerintah daerah untuk iklan, pelatihan, dan proyek kolaboratif.

    Kontak Kami Langsung

    Kata Mereka

    "Saya senang bisa mendukung media yang memperjuangkan akar budaya Manggarai." – Julius, diaspora di Jakarta
    "Congkasae adalah media yang dekat dengan hati kami di Manggarai." – Frans, guru di Ruteng