![]() |
Foto: Kegiatan agenda roadshow di Abiansemal Badung Sabtu (09/5/2026) |
𝑪𝒐𝒏𝒈𝒌𝒂𝒔𝒂𝒆.𝒄𝒐𝒎 𝑩𝒂𝒅𝒖𝒏𝒈 - Mesin politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Bali mulai dipanaskan secara serius.
Menyambut agenda politik nasional dan persiapan menuju Pemilu, langkah konsolidasi menyeluruh hingga ke tingkat akar rumput menjadi sinyal kuat bahwa peta persaingan politik di Bali akan semakin kompetitif.
Ketua DPW PSI Bali, I Wayan Suyasa, menegaskan bahwa konsolidasi total ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan strategi terukur untuk membangun kekuatan politik yang solid dan siap bertarung.
“PSI melakukan roadshow ke berbagai daerah untuk konsolidasi internal, memperkuat struktur organisasi, serta membangun militansi kader dan pengurus,” ujarnya usai agenda di Abiansemal Badung
Langkah ini tidak berhenti di dua wilayah tersebut.
Sepanjang Mei hingga Juni 2026, konsolidasi akan menyasar seluruh kabupaten/kota di Bali.
DPW turun langsung menyapa DPD, DPC, hingga DPRt, memastikan tidak ada celah dalam struktur organisasi.
Bagi PSI Bali, konsolidasi ini adalah fondasi utama.
Penguatan komunikasi internal, pembenahan struktur, dan penyatuan ritme gerak dari tingkat provinsi hingga desa menjadi prioritas.
Ini sekaligus menjadi pembeda, di tengah dinamika partai politik lain yang kerap terjebak dalam rutinitas tanpa penguatan basis.
Pasca konsinyering nasional di Jakarta, PSI Bali langsung bergerak cepat.
Tidak menunggu momentum, tetapi menciptakan momentum.
“Penguatan struktur kami lakukan sampai tingkat bawah. Militansi kader terus dikukuhkan agar PSI siap menjadi kekuatan politik yang mampu bersaing di level lokal maupun nasional,” tegas Suyasa.
Dalam setiap agenda, Suyasa didampingi jajaran inti DPW, termasuk Cok Duwi Satria dan Komang Suarsana.
Kehadiran langsung pimpinan ini menunjukkan keseriusan dalam memastikan konsolidasi berjalan efektif, bukan sekadar simbolik.
PSI Bali juga menegaskan arah politiknya: membangun partai yang bersih, inklusif, dan terbuka.
Dengan semangat “Partai Super Terbuka”, PSI berupaya merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa sekat identitas.
Di tengah tuntutan verifikasi partai yang semakin ketat, kesiapan struktur hingga tingkat desa menjadi faktor penentu.
PSI Bali membaca situasi ini sebagai peluang, bukan hambatan.
Dengan konsolidasi yang masif dan terukur, partai ini memposisikan diri sebagai kekuatan baru yang patut diperhitungkan.
Kerja konsolidasi, menurut Suyasa, bukan agenda sesaat, melainkan proses berkelanjutan yang menentukan masa depan partai.
“Kerja konsolidasi itu tidak pernah selesai. Tetapi setiap langkah yang dilakukan tidak akan pernah sia-sia dalam perjuangan politik,” tandasnya.
Dengan penguatan struktur dari DPW hingga DPRt, serta militansi kader yang terus diasah, PSI Bali kini tidak hanya sekadar bergerak tetapi mulai memberi tekanan nyata dalam peta persaingan politik.
Bagi partai pesaing, ini bukan sekadar dinamika biasa, melainkan alarm yang tak bisa diabaikan.
Penulis: Teofilus Jom
(Ketua DPRt Kelurahan Tanjung Benoa Kuta Selatan)





