Puluhan Hektare Hutan TWA Ruteng Rusak Akibat Disulap Jadi Kebun Kopi - Congkasae.com

News Update

close
MAU CETAK UNDANGAN UNTUK PERNIKAHAN ANDA?
Kami hadir di RUTENG memberikan pelayanan terbaik, Hubungi kami di 082 342 994 060

17 Februari, 2021

Puluhan Hektare Hutan TWA Ruteng Rusak Akibat Disulap Jadi Kebun Kopi



Pengamatan Congkasae.com kebun yang dibuat dalam area kawasan Konservasi Sumber Daya Alam itu tampak bersih dan ditumbuhi tanaman Kopi yang kelihatannya baru ditanam. 

[Congkasae.com/Kereba] Sekitar puluhan hektare kawasan Taman Wisata Alam (TWA)  Ruteng dilaporkan rusak akibat dirambah warga yang mendiami lokasi sekitar kawasan itu. 


Temuan Congkasae.com pada Rabu (17/2) siang puluhan hektare kawasan TWA Ruteng dibawah pengawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Ruteng itu sudah disulap jadi areal perkebunan warga. 


Kecurigaan awak media ini bermula dari adanya bekas kendaraan rodah empat yang masuk ke dalam kawasan hutan Bangga Rangga tepat setelah pertigaan Dangka Mangkang dari arah Colol. 


Media ini yang penasaran lalu berhenti sejenak dan menelusuri lokasi bekas roda kendaraan itu. 

 
Awal kecurigaan wartawan melihat Bekas roda kendaraan masuk ke dalam hutan/Foto Antonius Rahu


Awak media terkaget-kaget ketika menemukan ada tumpukan kayu gelondongan yang belum terangkut tak jauh dari badan jalan provinsi Bealaing-Mukun. 


Sekitar puluhan batang kayu gelondongan sisah tampak dibiarkan begitu saja di lokasi. 


Sementara pada bagian lain awak media ini juga melihat ada jalan masuk ke dalam hutan yang tampaknya sering dilewati oleh manusia.

Jalan masuk dibuat samar untuk mengelabuhi petugas Patroli/Foto Antonius Rahu


Karena penasaran awak media ini pun menelusuri jalan kecil itu,  setelah beberapa menit melewati jalan kecil yang landai itu, awak media terkaget-kaget melihat adanya perkebunan di dalam kawasan hutan Bangga Rangga. 


Kebun itu hanya berjarak 200 meter dari bibir jalan utama Ruteng Mukun sebelum pertigaan Dangka Mangkang. 


Pengamatan Congkasae.com kebun yang dibuat dalam area kawasan Konservasi Sumber Daya Alam itu tampak bersih dan ditumbuhi tanaman Kopi yang kelihatannya baru ditanam. 

Kondisi pepohonan yang sudah jarak akibat ditebang warga untuk ditanami Kopi/Foto Antonius Rahu


Ada pula tanaman Kopi yang sudah berbuah, di tengah kebun terdapat sebuah pondok berukuran sedang yang tampak baru selesai dibangun. 


Pondok itu tampak digembok ketika media ini menghampiri.


Untuk mengelabuhi petugas patroli dari kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Ruteng,  para perambah hutan milik negara itu hanya menebang pepohonan besar saja,  sementara pohon-pohon kayu yang berdiameter sedang dibiarkan tumbuh. 

Pondok yang baru dibangun di tengah Hutan Bangga Rangga/Foto Antonius Rahu


Congkasae.com juga tidak melihat pemilik kebun itu selama berada di lokasi meski awak media ini menunggu cukup lama di lokasi itu. 


Ketika keluar dari lokasi hutan yang sudah rusak dirambah warga, Congkasae.com melanjutkan perjalanan ke Ruteng, baru menempuh jarak satu kilo meter dari lokasi itu media ini menjumpai tiga orang warga yang mengaku berasal dari Watu Cie. 


Mereka terlihat sedang menunggu kendaraan untuk mengangkut kayu bakar yang diambil dari dalam hutan Bangga Rangga. 

Debit air di tengah kebun berkurang setelah pepohonan sekitar ditebang/Foto Antonius Rahu


Media ini pun menghampiri mereka dan bertanya perihal pemilik kebun yang dibangun di dalam kawasan hutan Bangga Rangga itu. 


"Tidak tahu lagi itu siapa punya kebun, di dalam itu ada kebun yang sudah panen hasil kopinya, "kata Aleks menjawab pertanyaan Congkasae.com Rabu (17/2) siang.


Ia memperkirakan luas areal hutan yang sudah disulap jadi perkebunan kopi hampir 30 hektar lebih. 

Kayu gelondongan sisa pembalakan liar yang tidak terangkut/Foto Antonius Rahu


"Sudah hampir 30 hektare lebih pak,  ada yang sudah panen itu Kopi, "katanya lagi. 


Ia mengaku jika dirinya mengetahui perihal areal perkebunan yang disulap jadi kebun Kopi itu merupakan kawasan hutan milik negara yang dilindungi undang-undang. 


Namun iya menampik pertanyaan media ini terkait desa asal pemilik kebun itu. 


"Kami sering datang ambil kayu api di sini tapi tidak pernah ketemu pemilik kebun,"katanya lagi. 


Berdasarkan data yang dihimpun Congkasae.com warga yang membuat kebun di lokasi hutan Bangga Rangga itu diduga berasal dari beberapa desa sekitar termasuk warga Golo Nderu.


Kepala Dinas Balai Konservasi Sumber Daya Alam wilayah Ruteng yang dihubungi Congkasae.com belum mau memberikan keterangan apa-apa soal ini. 


Wartawan yang mendatangi kantor BKSDA yang terletak di jalan Satar Tacik juga tidak menemui kepala BKSDA Heri Suheri.


Salah seorang staff kantor BKSDA Ruteng mengatakan kepada warawan jika kepala dinas sedang berada di luar kota. 


"Pak Kadis sedang di Borong, "kata staff yang bertugas di bagian umum kantor itu. 


Sementara ketika dihubungi melalui ponsel pribadinya,  Kadis BKSDA wilayah Ruteng Heri Suheri tidak memberikan komentar apa-apa soal itu. Pesan yang dikirim wartawan hanya dibaca saja oleh kadis Heri. 


Penulis: Antonius Rahu

BACA JUGA

Selain Kebun Kopi Hutan TWA Ruteng Juga Marak Ilegal Logging

Tidak ada komentar:

Posting Komentar