- -->
  • Jelajahi

    Copyright © Congkasae.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Curi Keyboard di Gereja Nagekeo, Warga Manggarai Ditangkap Polisi

    Penulis: Antonius Rahu | Editor:Tim Redaksi
    13 Mei, 2026, 15:11 WIB Last Updated 2026-05-14T09:18:15Z
    Post ADS 1
    Post ADS 1
    Curi Keyboard di Gereja Nagekeo, Warga Manggarai Ditangkap Polisi

    Polisi menangkap AEJ warga desa Rai kecamatan Ruteng kabupaten Manggarai setelah kedapatan mencuri peralatan di sebuah gereja Katolik di Mbay kabupaten Nagekeo.

    [Congkasae.com/Kereba] Warga Desa Rai, kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai ditangkap polisi setelah kedapatan mencuri alat musik di gereja Katolik Tutubhada kabupaten Nagekeo.


    EAJ (34) yang berasal dari Rai itu dibekuk aparat usai EAJ dan komplotannya melakukan aksi pencurian di dalam gereja.


    Kepala Unit Reserse Mobile (Resmob) Polres Ende Aipda Aron Bogo mengatakan Pelaku diringkus dari sebuah kosan di Jalan Anggrek kota Ende Rabu 13 Mei 2026.


    Menurut Aron penangkapan itu bermula dari laporan kehilangan alat musik di kapela Tutubhada Sabtu 9 Mei 2026.


    "Terduga pelaku mengakui barang milik gereja dicuri bersama seorang rekannya bernama Morgan,"katanya.


    Video seorang aparat yang tengah melakukan proses interogasi terhadap EAJ pun viral di media sosial facebook.


    Dalam rekaman video yang beredar luas EAJ tampak berlutut di depan beberapa orang aparat sembari menjawab pertanyaan yang dilontarkan aparat.



    EAJ mencuri satu unit keyboard dari gereja Katolik Tutubhada untuk selanjutnya dijual ke kampung Tuwa kecamatan Lembor kabupaten Manggarai Barat.


    Polisi mengatakan para pelaku masuk ke dalam gereja tersebut dengan mencongkel jendela gereja itu.


    "Mereka masuk melalui jendela dengan cara mencongkel,"katanya.


    Usai berhasil masuk, EAJ dan komplotannya membawa kabur satu unit alat musik milik gereja.


    "Yang mereka curi itu di Kapela Tutubhada Rendu 1 buah keyboard yamaha PSRS 775, terus di gereja Sentrum Danga 2 unit speaker tiang. Terus di gereja Aeramo 1 buah mixer 1 buah dlms dan 1 buah mic warles,"kata penyidik Polres Ende Oswaldpia Bila Rabu 13 Mei 2026.


    Berdasarkan penyelidikan awal unit keyboard tersebut dijual dengan harga Rp.6,5 juta rupiah.


    Oswal mengatakan komplotan ini telah banyak beraksi di sejumlah tempat berbeda.


    "Banyak yang menelepon saya melaporkan peristiwa kehilangan sehari setelah kejadian,"ujarnya.


    Ia mengatakan saat ini terduga pelaku sudah diamankan satresmob Polres Ende dan tengah menunggu aparat dari polres Nagekeo untuk menjemput terduga pelaku.


    BACA JUGA

    Dana Puluhan Juta Milik Wisatawan Dipakai untuk Judi Online oleh Itok Aman



    Komentar

    Tampilkan

    Bersama Menjaga Warisan Kita

    Dukung Congkasae agar terus hidup dan tumbuh sebagai suara budaya Manggarai.

    Kenapa Kami Butuh Dukungan?

    Congkasae.com hidup dari semangat dan cinta pada budaya. Tapi kami juga perlu dana untuk membayar penulis lokal, mengembangkan situs, dan mendokumentasikan cerita-cerita budaya kita.

    Donasi Sekali atau Rutin

    Atau transfer langsung:

    • BRI 472001001453537 (a.n. Congkasae)
    QRIS

    Pasang Iklan atau Kerja Sama

    Kami membuka kerja sama dengan UMKM, NGO, sekolah, atau pemerintah daerah untuk iklan, pelatihan, dan proyek kolaboratif.

    Kontak Kami Langsung

    Kata Mereka

    "Saya senang bisa mendukung media yang memperjuangkan akar budaya Manggarai." – Julius, diaspora di Jakarta
    "Congkasae adalah media yang dekat dengan hati kami di Manggarai." – Frans, guru di Ruteng