- -->
  • Jelajahi

    Copyright © Congkasae.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    𝗞𝗼𝗽𝗮𝗰𝗼𝗹 𝗙𝗖 𝗧𝗮𝗺𝗽𝗶𝗹 𝗗𝗼𝗺𝗶𝗻𝗮𝗻, 𝗧𝗮𝗸𝗹𝘂𝗸𝗸𝗮𝗻 𝗪𝗮𝗲 𝗪𝗮𝗸𝗲 𝗙𝗖 𝟯-𝟭 𝗱𝗶 𝗙𝗶𝗻𝗮𝗹 𝗔𝘀𝗲 𝗞𝗮𝗲 𝗟𝗮𝗴𝗼𝗻 𝗖𝘂𝗽 𝟮 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗗𝘂𝗮

    Penulis: Teofilus Jom   l Editor: Tim Redaksi
    16 Juni, 2026, 12:50 WIB Last Updated 2026-06-17T03:24:41Z
    Post ADS 1
    Post ADS 1

     

    𝐹𝑜𝑡𝑜 : 𝑇𝑖𝑚 𝐾𝑜𝑝𝑎𝑐𝑜𝑙 𝐹𝐶 𝑆𝑎𝑎𝑡 𝑀𝑒𝑟𝑎𝑦𝑎𝑘𝑎𝑛 𝐾𝑒𝑗𝑢𝑎𝑟𝑎𝑎𝑛 𝐴𝑠𝑒 𝐾𝑎𝑒 𝐿𝑎𝑔𝑜𝑛 𝐶𝑢𝑝 2 𝑑𝑖 𝐿𝑎𝑝𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝐿𝑎𝑔𝑜𝑛 𝑁𝑢𝑠𝑎𝑑𝑢𝑎 - 𝐵𝑎𝑙𝑖 𝑀𝑖𝑛𝑔𝑔𝑢/06/2026 / 𝑀𝑒𝑑𝑖𝑎 𝐶𝑜𝑛𝑔𝑘𝑎𝑠𝑎𝑒.𝐶𝑜𝑚/ 𝑇𝑒𝑜𝑓𝑖𝑙𝑢𝑠 𝐽𝑜𝑚 
     


    “Kopacol FC, Sang Juara . Perjuangan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah akhirnya terbayar lunas. Dominasi di lapangan membawa Kopacol FC meraih kemenangan gemilang 3-1 dan mengukuhkan diri sebagai Juara Ase Kae Lagon Cup 2 Tahun 2026 di Nusa Dua. Bukan sekadar kemenangan, ini adalah bukti bahwa disiplin, kekompakan, dan keyakinan mampu membawa tim menuju puncak kejayaan.



    𝗖𝗼𝗻𝗴𝗸𝗮𝘀𝗮𝗲.𝗰𝗼𝗺 Nusa Dua, Bali - Partai final Ase Kae Lagon Cup 2 tahun 2026 Minggu 14 Juni yang digelar di Lapangan Lagon, Nusa Dua, berlangsung sengit dan penuh tensi.


     Pertandingan mempertemukan dua tim kuat, Kopacol FC dan Wae Wake FC, yang sama-sama menunjukkan determinasi tinggi sejak peluit awal dibunyikan.


    Sejak menit-menit awal, Kopacol FC langsung mengambil inisiatif serangan. 


    Sejumlah peluang emas berhasil diciptakan melalui kombinasi lini tengah dan serangan sayap, namun kokohnya lini pertahanan Wae Wake FC membuat peluang tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol. 


    Di sisi lain, pertandingan juga diwarnai kartu kuning pertama yang diberikan kepada pemain Wae Wake FC bernomor punggung 19, Iren, akibat pelanggaran keras.


    Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-30. Pemain andalan Kopacol FC, Miky, sukses menjebol gawang Wae Wake FC melalui penyelesaian yang terukur. 


    Gol tersebut menjadi momentum kebangkitan bagi Kopacol FC untuk terus menekan lawan.


    Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. 


    Pada menit ke-70, Miky kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Wae Wake FC. 


    Tidak berhenti di situ, Kopacol FC semakin menjauh setelah Agusto mencetak gol ketiga pada menit ke-80, memastikan dominasi timnya dalam laga final tersebut.


    Wae Wake FC yang tertinggal tidak menyerah begitu saja. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-85 melalui Iren, yang berhasil mencetak gol hiburan ke gawang Kopacol FC. 


    Gol tersebut sekaligus menutup pertandingan dengan skor akhir 3-1 untuk kemenangan Kopacol FC.


    Peluit panjang wasit menandai berakhirnya pertandingan sekaligus memastikan Kopacol FC keluar sebagai juara Ase Kae Lagon Cup 2 tahun 2026. 


    Sementara itu, Wae Wake FC harus puas sebagai runner-up meskipun menunjukkan perjuangan yang patut diapresiasi.


    Menariknya, meskipun timnya kalah, Iren dari Wae Wake FC terpilih sebagai Pemain Terbaik turnamen berkat kontribusi dan performa konsistennya sepanjang kompetisi. 


    Sementara gelar top skor diraih oleh Fandy Mugal dari Meleng United dengan torehan enam gol, sekaligus membawa timnya finis di posisi ketiga.


    Dalam wawancara usai pertandingan, kapten Kopacol FC, Arby, menyampaikan rasa terima kasih kepada Media Congkasae atas peliputan yang dilakukan. 


    Ia menegaskan bahwa timnya telah mempersiapkan diri dengan maksimal meskipun tanpa latihan bersama jelang final.


     “Kami datang dengan kesiapan penuh dan keyakinan untuk menang. Syukur hari ini kami bisa membuktikannya,” ujarnya.


    Sementara itu, ofisial Wae Wake FC, Fentrian Durung, tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan timnya. 


    Ia menyatakan bahwa tim telah bekerja keras sejak awal turnamen hingga mencapai final.


     “Kami sudah berusaha maksimal. Ini menjadi pengalaman berharga untuk ke depan,” katanya.


    Pengamanan pertandingan turut melibatkan aparat dari Polsek Kuta Selatan. 


    Dalam arahannya, perwakilan kepolisian mengimbau seluruh pemain untuk menjunjung tinggi sportivitas dan menghormati keputusan wasit. 


    Hal tersebut dinilai penting demi menjaga kualitas dan keberlanjutan turnamen di masa mendatang.


    𝐹𝑜𝑡𝑜: “𝑆𝑖𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑆𝑝𝑜𝑟𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑑𝑎𝑛 𝐾𝑒𝑎𝑚𝑎𝑛𝑎𝑛. 𝐾𝑒𝑏𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑 𝑎𝑛𝑡𝑎𝑟𝑎 𝑎𝑝𝑎𝑟𝑎𝑡 𝑘𝑒𝑝𝑜𝑙𝑖𝑠𝑖𝑎𝑛, 𝑝𝑎𝑛𝑖𝑡𝑖𝑎, 𝑑𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑒𝑙𝑒𝑚𝑒𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑦𝑒𝑙𝑒𝑛𝑔𝑔𝑎𝑟𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑘𝑢𝑛𝑐𝑖 𝑠𝑢𝑘𝑠𝑒𝑠𝑛𝑦𝑎 𝐹𝑖𝑛𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑒 𝐾𝑎𝑒 𝐿𝑎𝑔𝑜𝑛 𝐶𝑢𝑝 2. 𝑀𝑜𝑚𝑒𝑛 𝑘𝑒𝑏𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎𝑎𝑛 𝐴𝑛𝑔𝑔𝑜𝑡𝑎 𝐾𝑎𝑝𝑜𝑙𝑠𝑒𝑘 𝐾𝑢𝑡𝑎 𝑆𝑒𝑙𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎 𝐾𝑒𝑡𝑢𝑎 𝑃𝑎𝑛𝑖𝑡𝑖𝑎 𝑊𝑒𝑛𝑠𝑒𝑠 𝐹𝑜𝑏𝑖𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑗𝑎𝑗𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑛𝑖𝑡𝑖𝑎 𝑖𝑛𝑖 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑠𝑖𝑚𝑏𝑜𝑙 𝑘𝑜𝑚𝑖𝑡𝑚𝑒𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑔𝑎 𝑘𝑒𝑎𝑚𝑎𝑛𝑎𝑛, 𝑘𝑒𝑡𝑒𝑟𝑡𝑖𝑏𝑎𝑛, 𝑠𝑒𝑟𝑡𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑢𝑛𝑗𝑢𝑛𝑔 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑠𝑝𝑜𝑟𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑑𝑖 𝐿𝑎𝑝𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝐿𝑎𝑔𝑜𝑛, 𝑁𝑢𝑠𝑎 𝐷𝑢𝑎, 𝐵𝑎𝑙𝑖, 𝑀𝑖𝑛𝑔𝑔𝑢 14 𝐽𝑢𝑛𝑖 2026.


    Ketua Panitia Ase Kae Lagon Cup 2, Wens, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara matang. Ia juga mengapresiasi seluruh tim peserta dan menegaskan bahwa panitia telah menyediakan hadiah bagi juara satu hingga tiga, termasuk penghargaan individu seperti pemain terbaik dan top skor.


    𝐹𝑜𝑡𝑜: 𝑃𝑒𝑟𝑗𝑎𝑙𝑎𝑛𝑎𝑛 ℎ𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎 𝑝𝑎𝑟𝑡𝑎𝑖 𝑓𝑖𝑛𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑒 𝐾𝑎𝑒 𝐿𝑎𝑔𝑜𝑛 𝐶𝑢𝑝 2 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛𝑙𝑎ℎ ℎ𝑎𝑙 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑢𝑑𝑎ℎ—𝑠𝑒𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑙𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎ℎ 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑛𝑢ℎ𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑗𝑢𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑜𝑟𝑏𝑎𝑛𝑎𝑛. 𝐻𝑎𝑠𝑖𝑙 ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑖𝑛𝑖 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟, 𝑚𝑒𝑙𝑎𝑖𝑛𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑖𝑗𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑘𝑒𝑚𝑏𝑎𝑙𝑖 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑘𝑢𝑎𝑡 𝑑𝑖 𝑚𝑎𝑠𝑎 𝑑𝑒𝑝𝑎𝑛. 𝑊𝑎𝑒 𝑊𝑎𝑘𝑒 𝐹𝐶 𝑅𝑢𝑛𝑛𝑒𝑟-𝑢𝑝 

    Dengan berakhirnya turnamen ini, Ase Kae Lagon Cup 2 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat semangat sportivitas dan kebersamaan antar tim di kawasan Nusa Dua dan sekitarnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Bersama Menjaga Warisan Kita

    Dukung Congkasae agar terus hidup dan tumbuh sebagai suara budaya Manggarai.

    Kenapa Kami Butuh Dukungan?

    Congkasae.com hidup dari semangat dan cinta pada budaya. Tapi kami juga perlu dana untuk membayar penulis lokal, mengembangkan situs, dan mendokumentasikan cerita-cerita budaya kita.

    Donasi Sekali atau Rutin

    Atau transfer langsung:

    • BRI 472001001453537 (a.n. Congkasae)
    QRIS

    Pasang Iklan atau Kerja Sama

    Kami membuka kerja sama dengan UMKM, NGO, sekolah, atau pemerintah daerah untuk iklan, pelatihan, dan proyek kolaboratif.

    Kontak Kami Langsung

    Kata Mereka

    "Saya senang bisa mendukung media yang memperjuangkan akar budaya Manggarai." – Julius, diaspora di Jakarta
    "Congkasae adalah media yang dekat dengan hati kami di Manggarai." – Frans, guru di Ruteng