- -->
  • Jelajahi

    Copyright © Congkasae.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Diduga Bundir, ASN RSUD Borong Tewas Bersama Anaknya dalam Rumah Mereka

    Penulis: Antonius Rahu | Editor:Tim Redaksi
    11 Juni, 2026, 22:49 WIB Last Updated 2026-06-11T16:54:54Z
    Post ADS 1
    Post ADS 1

     

    PERHATIAN: Materi yang ditampilkan dalam liputan ini mungkin berisi informasi yang sangat  sensitif dan tidak patut ditiru jika anda mengalami masalah mental  segera hubungi psikolog untuk berkonsultasi.

    [Congkasae.com/Kereba] Warga kampung Lawir, desa Golo Lero, kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur dihebohkan dengan kasus kematian seorang Aparatur Sipil Negara dalam rumahnya.


    Camat Lamba Leda Timur Rikardus Yasmin mengatakan YD ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di dalam rumahnya pada Kamis 11 Juni 2026 sore.


    "YD ditemukan tewas mengenaskan dalam rumahnya pada Kamis 11 Juni 2026 sore bersama dengan anak laki-lakinya yang masih berusia 6 tahun," kata camat Lamba Leda Timur Rikardus Yasman Kamis 11 Juni 2026.


    Ia mengatakan YD yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara di RSUD Borong itu diduga melakukan tindakan bunuh diri.


    Ia mengatakan saat ditemukan sang anak terbaring di atas tempat tidur dalam rumah mereka di kampung Lawir,"sementara ayahnya di ruangan lain dengan cara gantung diri,"katanya.


    Ia mengatakan kasus kematian tersebut terungkap setelah warga sekitar merangsek masuk kedalam rumah YD dengan cara mencongkel jendela rumah.


    Warga yang curiga akhirnya berhasil masuk ke dalam rumah tersebut dan menemukan ayah dan anaknya tewas mengenaskan.


    "Korban ditemukan pada pukul 16:30 Wita,"ujarnya.


    Meski demikian polisi belum dapat menyimpulkan penyebab kematian ayah dan anak di desa Golo Lero itu.


    Kasatreskrim Polres Manggarai Timur Ahmad Zacky Shodri mengatakan pihaknya telah menerjunkan anggota ke lokasi untuk proses penyelidikan awal terkait kasus itu.


    Di sisi lain para pengguna media sosial ramai membahas kasus kematian misterius YD dan putranya.



    Mayoritas pengguna media sosial mengutuk keras tindakan YD yang dinilai telah mengorbankan anak kandungnya sendiri.


    Namun salah seorang pengguna media sosial Gundisalvus Ndarung mengatakan para pengguna media sosial terlalu dini dalam mengambil kesimpulan dan terkesan melampauhi kewenangan otoritas terkait.


    "Karena kasus itu masih diselidiki pihak berwajib,"katanya.


    Inosensius Serman mengatakan polisi harus turun tangan melakukan penyelidikan yang mendalam untuk mengungkapkan kematian YD dan putranya.


    "Korbannya dua orang, orang tua dan anak tidak ada orang tua yang ingin anaknya hilang dari dunia,"tulis Inosensius Serman.


    Ia mempertanyakan sejumlah kejanggalan dibalik kematian misterius YD.


    "Apakah betul mati karena bunuh diri? Bisa juga karena motif lain, bukan bunuh  diri. Bisa jadi karena keracunan yang tidak disengajakan,"katanya.


    Polisi harus melakukan penyelidikan secara mendalam untuk mengungkap misteri kematian YD dan putranya.


    BACA JUGA

    Polres Manggarai Tunda pelaksanaan Operasi Patuh Turangga 2026


    Akses ke Desa Golomuntas Satar Mese Rusak  Parah Belum pernah disentuh aspal


    Pria asal Congkar Jadi tersangka usai aniaya istri sendiri

    Komentar

    Tampilkan

    Bersama Menjaga Warisan Kita

    Dukung Congkasae agar terus hidup dan tumbuh sebagai suara budaya Manggarai.

    Kenapa Kami Butuh Dukungan?

    Congkasae.com hidup dari semangat dan cinta pada budaya. Tapi kami juga perlu dana untuk membayar penulis lokal, mengembangkan situs, dan mendokumentasikan cerita-cerita budaya kita.

    Donasi Sekali atau Rutin

    Atau transfer langsung:

    • BRI 472001001453537 (a.n. Congkasae)
    QRIS

    Pasang Iklan atau Kerja Sama

    Kami membuka kerja sama dengan UMKM, NGO, sekolah, atau pemerintah daerah untuk iklan, pelatihan, dan proyek kolaboratif.

    Kontak Kami Langsung

    Kata Mereka

    "Saya senang bisa mendukung media yang memperjuangkan akar budaya Manggarai." – Julius, diaspora di Jakarta
    "Congkasae adalah media yang dekat dengan hati kami di Manggarai." – Frans, guru di Ruteng