- -->
  • Jelajahi

    Copyright © Congkasae.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Masalah Rumah Tangga Diduga Jadi Alasan ASN di Matim Bundir Bersama Anaknya

    Penulis: Antonius Rahu | Editor:Tim Redaksi
    12 Juni, 2026, 18:13 WIB Last Updated 2026-06-12T11:56:49Z
    Post ADS 1
    Post ADS 1
    Masalah Rumah Tangga Diduga Jadi Alasan ASN di Matim Bundir Bersama Anaknya


     PERHATIAN:Materi yang ditampilkan dalam liputan ini mungkin berisi informasi yang sangat  sensitif dan tidak patut ditiru jika anda mengalami masalah mental  segera hubungi psikolog untuk berkonsultasi


    Polisi mengatakan masalah dalam rumah tangga antara YD dan istrinya diduga  jadi alasan YD gelap mata menghabisi anaknya sendiri sebelum akhirnya YD gantung diri.


    [Congkasae.com/Kereba] Polres Manggarai Timur akhirnya resmi merilis temuan awal yang melatarbelakangi kasus dugaan bunuh diri yang dilakukan YD bersama anaknya di desa Golo Lero, kecamatan Lamba Leda Timur Kabupaten Manggarai Timur.


    Kasatreskrim Polres Manggarai Timur Iptu Ahmad Zacky Shodri mengatakan YD diduga menghabisi nyawa putranya yang berusia 7 tahun sebelum akhirnya ia sendiri bunuh diri.


     Ia mengatakan keterangan tersebut didukung dengan hasil visum yang dilakukan dokter terhadap jenazah putranya.


    "Hasil diagnosa dokter korban meninggal akibat kekurangan oksigen akibat dibekap oleh  ayahnya, menutup hidung hingga akhirnya meninggal dunia,"kata Ahmad Zacky Shodri dalam keterangannya Jumat 12 Juni 2026.


    Ia mengatakan sejauh ini masalah keluarga diduga menjadi motif utama YD tega menghabisi nyawa putranya sebelum akhirnya YD gantung diri.


    "Motifnya diduga karena persoalan rumah tangga,"katanya.



    Ia mengatakan saat ini YD tengah menghadapi gugatan perceraian yang diajukan istrinya sendiri.


    Selama ini YD dan sang istri sedang pisah lantaran persoalan dalam rumah tangga mereka.


    Pasca gugatan tersebut YD langsung memboyong putranya yang berusia 7 tahun ke kampung mereka di Golo Lero.


    Sejak saat itu, putra YD juga putus sekolah lantaran menetap di kampung.


    Kasus tersebut bermula dari ibunda YD yang menemukan kejanggalan lantaran rumah mereka dikunci pada Kamis 11 Juni 2026 sore.


    Ketika dipanggil, tak ada satupun yang menyahut dari dalam rumah sementara pintu dan jendela tampak terkunci rapat.


    "Saksi sempat memanggil korban namun tidak disahut,"kata kasatreskrim Polres Manggarai Timur Ahmad Zacky Shodri.


    Ia mengatakan sang ibunda akhirnya mengintip kedalam rumah dan menemukan cucunya tampak terbaring di atas tempat tidur.


    Setelah sekian lama tak disahut, warga akhirnya mencongkel salah satu jendela agar dapat merangsek masuk kedalam rumah.


    "Korban ditemukan tak bernyawa di dalam rumah mereka,"kata camat Lamba Leda Timur Rikardus Yasmin.


    Ia mengatakan korban ditemukan meninggal dunia pada sekitar pukul 16:30 Wita.


    Kasus kematian YD bersama anaknya direspons oleh pengguna media sosial yang menilai YD menyeret anaknya sendiri dalam pusaran konflik rumah tangga yang harusnya bukan urusan anak.


    Kasus ini menjadi alaram peringatan bahwa kesehatan mental penting diperhatikan terutama mengingat maraknya kasus-kasus kematian serupa di Manggarai dalam beberapa bulan terakhir.


    BACA JUGA

    Diduga Bundir, ASN RSUD Borong Tewas dalam Rumah mereka


    Cetak Undangan dan Baliho Sambut Baru di Ruteng ayo ke Tony Printing


    Dua meriam peninggalan Belanda jadi obyek wisata baru di Manggarai

    Komentar

    Tampilkan

    Bersama Menjaga Warisan Kita

    Dukung Congkasae agar terus hidup dan tumbuh sebagai suara budaya Manggarai.

    Kenapa Kami Butuh Dukungan?

    Congkasae.com hidup dari semangat dan cinta pada budaya. Tapi kami juga perlu dana untuk membayar penulis lokal, mengembangkan situs, dan mendokumentasikan cerita-cerita budaya kita.

    Donasi Sekali atau Rutin

    Atau transfer langsung:

    • BRI 472001001453537 (a.n. Congkasae)
    QRIS

    Pasang Iklan atau Kerja Sama

    Kami membuka kerja sama dengan UMKM, NGO, sekolah, atau pemerintah daerah untuk iklan, pelatihan, dan proyek kolaboratif.

    Kontak Kami Langsung

    Kata Mereka

    "Saya senang bisa mendukung media yang memperjuangkan akar budaya Manggarai." – Julius, diaspora di Jakarta
    "Congkasae adalah media yang dekat dengan hati kami di Manggarai." – Frans, guru di Ruteng