- -->
  • Jelajahi

    Copyright © Congkasae.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Bupati Manggarai dan Bupati Badung Bangun Sinergitas Demi Warga Manggarai di Bali

    Penulis: Antonius Rahu | Editor:Tim Redaksi
    20 Juli, 2026, 08:58 WIB Last Updated 2026-07-20T01:58:53Z
    Post ADS 1
    Post ADS 1
    Bupati Manggarai dan Bupati Badung Bangun Sinergitas Demi Warga Manggarai di Bali

    Bupati Manggarai Hery Nabit dan bupati Badung I Wayan Adi Arnawa sepakat membangun sinergitas demi pembinaan warga Manggarai yang bekerja di kabupaten Badung provinsi Bali, Ketua IKMB Ardy Ganggas mengatakan saat ini ada 17.000 warga Manggarai yang bermukim di Bali.

     [Congkasae.com/Kereba] Bupati Manggarai Hery Nabit dan bupati Badung I Wayan Adi Arnawa sepakat membangun sinergitas dalam mengurus masalah pekerja asal Manggarai yang merantau ke Bali khususnya di kabupaten Badung.


    Kesepakatan tersebut tertuang dalam kunjungan kerja yang dilakukan bupati Manggarai Hery Nabit pada Kamis 16 Juli 2026 dan disambut langsung oleh bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.


    Dalam sambutannya bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meminta pemerintah kabupaten Manggarai untuk ikut andil dalam melakukan pembinaan karakter khususnya bagi para perantau asal Manggarai yang bekerja di wilayah kabupaten Badung.


    "Pembinaan tersebut penting agar para pekerja turut menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan sehingga citra pariwisata Bali tetap terpelihara serta wisatawan merasa aman selama berkunjung,"kata bupati Badung I Wayan Adi Arnawa Kamis 16 Juli 2026.


    Di sisi lain bupati Manggarai Hery Nabit mengatakan kunjungannya kali ini dilakukan dalam upaya mempererat hubungan pemerintah daerah untuk membangun sinergitas.


    Hery Nabit juga mengapresiasi sambutan pemerintah Badung khususnya bagi para perantau asal Manggarai yang bekerja di kabupaten Badung Bali.


    Kendati belum mengantongi data resmi terkait jumlah perantau asal Manggarai yang bekerja di Badung bupati Hery memastikan bahwa pemerintah kabupaten Manggarai akan terus meningkatkan pembinaan kepada warganya demi terciptanya Bali yang aman.


    Menanggapi hal tersebut ketua umum Ikatan Keluarga Manggarai Bali (IKMB) Ardy Ganggas mengapresiasi kerja sama lintas pemerintah yang dibangun pemerintah kabupaten Manggarai dan pemerintah kabupaten Badung.


    Ia mengatakan saat ini jumlah perantau asal Manggarai yang bekerja dan bermukim di pulau Bali berjumlah 17.000 orang.


    "Mereka itu terdiri dari para pelajar atau mahasiswa, pekerja, pelaku usaha termasuk pelaku pariwisata, TNI POLRI dan ASN,"kata Ardy Ganggas kepada Congkasae.com Senin 20 Juni 2026.


    Ardy mengatakan sebagian besar mereka sudah tergabung dalam unit keluarga yang sudah terbentuk dan memiliki satu garis komando yang bernaung di bawah paguyuban Flobamora Bali.


    "Sehingga ini sangat memudahkan kami untuk melakukan koordinasi, ketika terjadi sesuatu,"ujar Ardy.


    Selain itu Ardy mengatakan selama ini para perantau asal Manggarai ini telah memberikan kontribusi yang baik dengan menjaga ketertiban Bali.


    "Khusus untuk kabupaten Badung kita punya perwakilan di FPK dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) termasuk bersinergi dengan banjar tempat tinggal mereka,"kata Ardy.

    Komentar

    Tampilkan

    Bersama Menjaga Warisan Kita

    Dukung Congkasae agar terus hidup dan tumbuh sebagai suara budaya Manggarai.

    Kenapa Kami Butuh Dukungan?

    Congkasae.com hidup dari semangat dan cinta pada budaya. Tapi kami juga perlu dana untuk membayar penulis lokal, mengembangkan situs, dan mendokumentasikan cerita-cerita budaya kita.

    Donasi Sekali atau Rutin

    Atau transfer langsung:

    • BRI 472001001453537 (a.n. Congkasae)
    QRIS

    Pasang Iklan atau Kerja Sama

    Kami membuka kerja sama dengan UMKM, NGO, sekolah, atau pemerintah daerah untuk iklan, pelatihan, dan proyek kolaboratif.

    Kontak Kami Langsung

    Kata Mereka

    "Saya senang bisa mendukung media yang memperjuangkan akar budaya Manggarai." – Julius, diaspora di Jakarta
    "Congkasae adalah media yang dekat dengan hati kami di Manggarai." – Frans, guru di Ruteng