![]() |
| Gunung anak Ranaka alias Nampar Nos mengalami longsor di sisi Utara akibat diguncang gempa |
Peningkatan aktivitas kegempaan Gunung Anak Ranaka terpantau setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.
[Congkasae.com/Kereba] Gunung Anak Ranaka alias gunung Nampar Nos yang berada di wilayah perbatasan antara Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, kembali menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik sejak 1 September 2026.
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria dalam suratnya menerangkan aktivitas kegempaan gunung api itu telah mengalami peningkatan sejak gempa bermaknitudo 7,7 mengguncang pulau Flores pada Sabtu 15 Agustus 2026.
"Tercatat aktivitas kegempaan mengalami peningkatan 10 - 35 kali dalam sehari,"tulis Lana Saria dalam suratnya soal laporan terbaru status gunung api Anak Ranaka dikutip Rabu 2 September 2026.
Meski sempat menunjukkan adanya penurunan aktivitas kegempaan pada akhir Agustus namun memasuki awal September 2026 aktivitas gempa tektonik dalam kembali mengalami peningkatan.
"Aktivitas gempa tektonik dalam menunjukkan adanya aktivitas peretakan batuan akibat suplai magmatik yang mengubah stress atau tekanan dalam perut gunung Anak Ranaka,"katanya.
Ia mengatakan sejauh ini kondisi kubah lava tidak teramati adanya perubahan yang signifikan meskipun terjadi longsoran di beberapa titik akibat gempa yang terasa.
Selain itu berdasarkan perhitungan rata-rata aktivitas seismik menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik pada gunung api itu.
Dengan memperhatikan beberapa hal tersebut pemerintah menaikkan status gunung Anak Ranaka dari level I Normal ke level II Waspada.
"Dengan status ini masyarakat dan para pendaki dilarang memasuki area 1 km dari kawah,"tulis Lana dalam suratnya.
Sementara itu Kornelis Misa petugas pos pengamatan gunung Anak Ranaka mengatakan dalam 24 jam terakhir gunung tersebut telah terjadi 103 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 1-46 mm, S-P 1-3 detik dan lama gempa 6-19 detik.
"180 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 1-46 mm, S-P 4-10 detik dan lama gempa 31-60 detik,"katanya.
Ia mengatakan satu kali gempa terasa, skala III MMI dengan amplitudo 46 mm, S-P 6.3 detik dan lama gempa 78 detik.
Selain itu ia mengatakan telah terjadi 126 kali gempa tektonik jauh dalam periode pengamatan terakhir.
Sebelumnya, pada 2024, Gunung Anak Ranaka juga pernah mengalami peningkatan status dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada). Status tersebut kemudian kembali diturunkan setelah aktivitas gunung api mengalami penurunan
Kendati demikian aktivitas gunung api itu tercatat kembali menununjukkan adanya peningkatan sejak gempa bermaknitudo 7.7 pada 15 Agustus 2026 silam.
Pos pengamatan gunung api Anak Ranaka akhirnya resmi menanikkan status gunung api tersebut dari level I normal ke level II waspada.
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Lana Saria mengatakan berdasarkan hasil pengamatan dengan menggunakan drone/UAV pada 25 Agustus dan 1 September menemukan perubahan aktivitas asap solfatara di sebelah barat kubah lava.
"Kondisi kubah lava sendiri belum menunjukkan perubahan signifikan."katanya.
Gunung Anak Ranaka atau Gunung Nampar Nos merupakan gunung baru yang terbentuk akibat letusan gunung Ranaka pada 12 Desember 1987 silam.
Letusan kala itu membentuk kuba lava di sisi tenggara puncak Ranaka yang akhirnya membentuk gunung baru bernama gunung anak Ranaka alias gunung Nampar Nos.
BACA JUGA





