- -->
  • Jelajahi

    Copyright © Congkasae.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    53.996 Rumah Rusak, 87 Orang Meninggal, Mengapa Gempa Flores Sangat Merusak?

    Penulis: Antonius Rahu | Editor:Tim Redaksi
    23 Agustus, 2026, 10:44 WIB Last Updated 2026-08-23T04:04:52Z
    Post ADS 1
    Post ADS 1

     

    53.996 rumah rusak, 87 Orang Meninggal, Mengapa Gempa Flores Sangat Merusak?
    Gempa yang ditimbulkan oleh aktivitas wilayah busur belakang Flores kerap menimbulkan kerusakan yang cukup signifikan, lalu mengapa hal itu bisa terjadi?

    [Congkasae.com/Kereba] Sedikitnya 150.576 orang warga pulau Flores telah mengungsi setelah pulau itu diguncang gempa bermaknitudo 7.7 pada Sabtu 15 Agustus 2026 silam.


    Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan  hingga Sabtu 22 Agustus 2026 gempa tersebut telah menelan korban jiwa sebanyak 87 orang.


    "Pada hari ini, secara kumulatif, jumlah yang meninggal ada 87 jiwa,” kata Berton Sabtu 22 Agustus 2026.


    Ia mengatakan Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 31 orang. 


    "Berikutnya Manggarai Timur 30 orang, Nagekeo 13 orang, Sikka 9 orang, Ngada 4 orang, Ende 2 orang, dan Manggarai Barat 1 orang,"katanya.


    Selain memakan korban jiwa Berton juga mengatakan gempa tersebut telah mengakibatkan adanya korban luka-luka akibat gempa tersebut.


    "Ada 1.298 warga yang menderita luka-luka, dari jumlah tersebut, sebanyak 336 orang mengalami luka berat."katanya.


    Ia mengatakan Manggarai Timur menjadi kabupaten dengan korban luka terbanyak yakni sebanyak 643 orang disusul kabupaten Manggarai sebanyak 285 orang.


    Selain itu, kata Berton pihaknya mencatat adanya kerusakan pada rumah dan bangunan fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas.


    "53.996 rumah rusak termasuk fasilitas publik," katanya.


    Berton mengatakan sejauh ini gempa susulan masih terus terjadi baik gempa bermaknitudo besar hingga kecil.


    "Hingga Sabtu telah terjadi 5.012 kali gempa susulan,"ujarnya.


    Mengapa Gempa Ini Sangat Merusak?

    Di sisi lain Pakar gempa bumi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof. Irwan Meylano mengatakan jika dianalisis dari lokasi dan titik gempa yang terjadi saat ini, gempa tahun ini sangat mirip dengan kejadian gempa dan tsunami Flores pada tahun 1992 silam.


    "Waktu itu magnitudonya 7,9 diikuti dengan tsunami yang sangat tinggi karena diikuti kejadian longsor di bawah laut sehingga tsunaminya tinggi,"katanya.


    Ia mengatakan meskipun kedua gempa tersebut sangat mirip akan tetapi gempa yang mengguncang Flores tahun 2026 tak diikuti oleh longsor di bawah permukaan laut,"Sehingga tsunaminya tak setinggi tahun 1992,"katanya.


    Menurut Irwan aktivitas di wilayah busur belakang Flores alias Flores Back Arc selalu menghasilkan gempa-gempa besar dalam beberapa tahun terakhir.


    "Termasuk misalnya gempa tahun 2009 bermaknitudo 6.6, kalau kita ingat tahun 2018 misalnya gempa di sisi utara Lombok di NTB,"katanya.


    Ia mengatakan hasil analisis dari pusat studi gempa Indonesia menunjukkan masih adanya potensi gempa dari wilayah Flores Back Arc,"akan tetapi kita tidak mengharapkan hal itu terjadi,"katanya.


    Ia meminta masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan menyusul gempa susulan yang terus terjadi.


    Menurut Prof Irwan, kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa secara umum dipicu oleh 4 faktor utama yakni kekuatan gempa yang diukur dengan magnitudo,"Semakin kuat gempa maka semakin besar kerusakan yang ditimbulkan,"katanya.


    Faktor kedua menurut Irwan adalah kedalaman gempa yang dangkal,"Jadi semakin dangkal suatu gempa maka kerusakan juga semakin signifikan,"katanya.


    Faktor ketiga, kata Irwan, adalah lokasi gempa yang berdekatan dengan pemukiman warga, dimana semakin dekat dengan pemukiman warga maka efek kerusakan akan semakin hebat.


    Sementara faktor keempat yakni amplifikasi tanah di dekat pemukiman termasuk kualitas infrastruktur dari bangunan warga.


    "Nah rentetan dari semua faktor ini kemudian menciptakan dampak kerusakan yang cukup parah,"katanya.


    BACA JUGA

    Gempa dan Tsunami Flores Tahun 1992 Tragedi Kemanusiaan Terbesar di Pulau Flores


    Mata Air Keruh Usai Gempa, Warga Desa Rana Mbata Kesulitan Akses Air Minum Bersih


    Gempa Flores Kerusakan dan Korban Jiwa Terus Bertambah, Warga Masih Trauma


    Gempa Bumi dalam Mitologi Manggarai Merupakan Sengketa Antara Lalat dan Kumbang

    Komentar

    Tampilkan

    Bersama Menjaga Warisan Kita

    Dukung Congkasae agar terus hidup dan tumbuh sebagai suara budaya Manggarai.

    Kenapa Kami Butuh Dukungan?

    Congkasae.com hidup dari semangat dan cinta pada budaya. Tapi kami juga perlu dana untuk membayar penulis lokal, mengembangkan situs, dan mendokumentasikan cerita-cerita budaya kita.

    Donasi Sekali atau Rutin

    Atau transfer langsung:

    • BRI 472001001453537 (a.n. Congkasae)
    QRIS

    Pasang Iklan atau Kerja Sama

    Kami membuka kerja sama dengan UMKM, NGO, sekolah, atau pemerintah daerah untuk iklan, pelatihan, dan proyek kolaboratif.

    Kontak Kami Langsung

    Kata Mereka

    "Saya senang bisa mendukung media yang memperjuangkan akar budaya Manggarai." – Julius, diaspora di Jakarta
    "Congkasae adalah media yang dekat dengan hati kami di Manggarai." – Frans, guru di Ruteng