Sebagian besar perantau bekerja di sektor swasta seperti pertambangan, Koperasi, hingga Guru.
[Congkasae.com/Kereba] Ketua Ikatan Keluarga Manggarai di Provinsi Maluku Utara (Ikamalut) Ipin mengatakan sejauh ini terdapat 500 orang warga Manggarai yang bekerja di provinsi Maluku Utara.
Ia mengatakan saat ini warga Manggarai tersebar di beberapa wilayah kepulauan mulai dari pulau Ternate, Tidore hingga kepulauan Halmahera.
"Mayoritas bekerja di sektor swasta seperti pertambangan nikel, Koperasi, hingga pemerintahan seperti guru dan jaksa,"kata Ipin ketua umum Ikamalut di kota Ternate.
Ia mengatakan sejauh ini warga Manggarai ikut memberikan sumbangsih dalam setiap momen yang terjadi di provinsi NTT termasuk persoalan gempa bumi di pulau Flores.
"Waktu gempa itu kami semua yang ada di Maluku Utara ikut menyalurkan bantuan ke Flores untuk meringankan beban warga di sana,"tambahnya.
![]() |
| Ipin Ketua umum Ikatan Keluarga Maluku Utara (Ikamalut) |
Ia mengatakan meskipun jauh dari tanah kelahiran di Flores akan tetapi para perantau tetap memberikan sumbangsih bagi warga Manggarai.
Selain itu Ikamalut juga kerap membantu persoalan sesama perantau di provinsi Maluku Utara yang mengalami persoalan di tanah rantau.
"Waktu itu ada siswa sekolah penerbangan dari Manggarai Timur yang kecelakaan di Ternate kita urus biaya pemulangan jenazah kembali ke Manggarai Timur,"kata dia.
Untuk itu Ipin berharap ke depan para perantau yang datang ke Maluku Utara untuk selalu melakukan pendekatan kepada keluarga Ikamalut ketika datang bekerja di Maluku Utara,
Langkah ini penting dilakukan agar setiap orang terdata dengan jelas dan menjadi pintu masuk utama dalam memitigasi kemungkinan risiko yang akan dihadapi para perantau.
BACA JUGA
Mengenal Mbapa Dupi, Ular Kobra Berbahaya Asal Manggarai Timur
Pesta Sambut Baru di Manggarai Berujung Ricuh Seorang Warga Dilaporkan Meninggal Dunia
Ikut Pelatihan Jurnalis Pemerintah Inggris, Antonius Rahu Dorong Jurnalisme AI yang Berkualitas





