Goresan Pena Dalam Lembaran Kosong Novel 2017 - Congkasae.com

News Update

01 January, 2017

Goresan Pena Dalam Lembaran Kosong Novel 2017



Oleh Antonius Rahu***
Pergantian tahun, selalu menjadi moment yang menarik untuk dilalui. Pergantian tahun atau yang sering disebut tahun baru menjadi momen yang menarik karena bisa kumpul bersama keluarga, melewati detik-detik terakhir menjelang pergantian tahun.


Ada sejumlah kegiatan yang dilakukan bersama orang tercinta seperti do,a bersama, kumpul dan makan bersama serta kegiatan-kegiatan lainya yang bisa meningkatkan rasa keintiman dalam keluarga.

Euphoria pergantian tahun selalu menjadi menarik untuk di ingat. Eupforia tahun baru akan terus berlanjut dari tahun ke tahun dari generasi ke generasi.

Tahun baru menjadi kesempatan bagi sebagaian orang untuk merefleksikan sejauh mana kehidupan yang dilalui seseorang dalam setahun yang telah di lewati.

Bukan hanya itu, Tahun baru menjadi kesempatan untuk menyusun strategi yang matang dan mantap dalam memenangkan kompetisi yang sengit dan menegangkan dalam setiap pergumulan hidup seseorang.

Jika di ibaratkan dengan sebuah novel, maka satu tahun yang di lalui adalah satu buah novel yang sudah di cetak. Sementara satu tahun berikutnya adalah satu buah novel yang akan di tulis. Kemuadian muncul pertanyaan dalam benak yakni siapa penulisnya? Jawabanya tentu saja setiap pribadi kita. 

Terkait analogy novel dan tahun baru, maka ada satu novel yang kita rajut dan tulis bersama. Novel itu diberi nama 2017.

Dua ribu tujuh belas itulah judul buku novel yang akan kita rangkai bersama ke depan.
Berkaca dari cerita sebelumnya, tentu saja ada beberapa hal penting yang akan dijadikan bahan refleksi bagi kita untuk merangkai kisah-kisah baru di bab-bab awal novel 2017. 

Lembaran-lembaran kosong sudah disiapkan, sementara pena sudah disiapkan. Halaman pertama di hari ini tanggal 1 januari 2017 sudah kita lalui bersama. 

Lembaran-lembaran kosong di halaman berkiutnya sudah disiapkan tugas kita adalah merajut kisah, mengisi halaman-halaman kosong tersebut. 

Apakah kisah-kisah pahit akan terulang kembali di novel 2017 ataukah kisah-kisah manis? Tentu saja sebagai penulis, kitalah yang mengetahuinya. 

Kitalah yang memegang kendali, kemana ceritanya akan di bawa, novel dua ribu tujuh belas tampaknya penuh dengan misteri.

Synopsis ceritanya akan sangat susah di tebak, karena memang rangkaian certanya masih dalam proses penulisan. 

Hanya bermodalkan pengalaman dan kisah yang sudah kita rajut bersama dalam novel edisi sebelumnya yang di beri nama novel 2016 kita dapat menyusun dan mendesain cerita dalam novel 2017 yang akan kita rangkai bersama.

Semoga ceritanya menarik dan bukan menyedihkan apalagi jika kisah-kisah pilu dalam edisi sebelumnya terulang kembali di edisi 2017 bak fungsi periodic. 

Tentu ini sangat tidak kita harapkan. Selamat merajut kisah membubuhi lembaran-lembaran kosong di halaman-halaman berikutnya.


Salam hangat

Antonius Rahu
penulis

No comments:

Post a Comment