Merajut Asa di Wae Mokel, Ujung Timur Manggarai Raya - Congkasae.com

News Update

16 December, 2017

Merajut Asa di Wae Mokel, Ujung Timur Manggarai Raya


Persawahan sekitar sungai Wae Mokel

[Congkasae.com/Artikel] Mungkin sebagian orang Manggarai masih ingat dengan syair lagu salah satu group legendaris Manggarai yakni Lalong liba.

Dalam sebuah lagunya bercerita tentang tanah Manggarai yang amat luas, salah satu syair lagu tersebut berbunyi demikian, “Manggarai e tanah ge, selat Sape rahit sale’n Wae Mokel awon ta”.

Nama wae Mokel memang selalu disebut dalam syair lagu-lagu Manggarai, karena WaeMokel merupakan perbatasan timur kabupaten Manggarai.

Wae Mokel merupakan sumber penghidupan bagi ratusan bahkan ribuan warga Manggarai yang berdomisili di sepanjang aliran sungai ini.

Hamparan sawah membentang luas, sepanjang pesisir aliran sungai sementara dari kejauhan terdengar teriakan para petani menghalau kerbau.

Itulah yang tampak dirasakan ketika Congkasae.com mendatangi persawahan yang terletak di Eduk, desa Mokel Morit kecamatan Kota komba Manggarai Timur beberapa waktu lalu.

Rupanya saat ini para petani memasuki wulang ckeng (Musim tanam), para petani pun sibuk mengolah lahan sawah mereka agar dapat ditanami padi.

Salah satu sumber pengairan yang paling diandalkan warga sekitar sungai adalah Wae Mokel.
Wae Mokel bisa menjadi sumber air yang bisa mengairi puluhan bahkan ratusan ha persawahan warga.
Hamparan Padi yang mulai menguning di sekitar Wae Mokel

Di musim hujan seperti saat ini, para petani di beberapa desa sekitar Wae Mokel harus hati-hati apabila melewati sungai ini.

Pasalnya, debit air bisa saja bertambah secara tiba-tiba meski tidak hujan sekalipun. Hal tersebut terjadi karena di bagian hulu sungai sedang terjadi hujan.

Bila Wae Mokel murka, Ia bisa menghancurkan segalanya, menyapu bersih persawahan warga sekitar pesisir sungai, bahkan bisa menghanyutkan hewan ternak serta manusia sekalipun.

Dalam kondisi tersebut, warga sekitar menyebutnya dengan istilah “Mbang”. Warga sekitar tahu persis karakter Wae Mokel, oleh karenanya bila musim hujan tiba, warga selalu hati-hati ketika melewati salah satu sungai terpanjang di Manggarai itu.

Hal berbeda ditemukan jika musim kemarai tiba, Wae Mokel akan memberikan berkah bagi warga sekitar.

Bila musim kemarau, debit air sungai akan berkurang, ini saat yang tepat bagi warga sekitar untuk mengobok-obok sungai Wae Mokel, mencari Ikan, udang dan sebagainya untuk dijadikan lauk.

Warga sekitar menyebutnya dengan istilah “Dau’u” yakni kegiatan mencari ikan di sungai ini.
Di saat musim kemarau tiba, Wae Mokel juga berfungsi sebagai sumber kehidupan bagi padi para petani yang ada di pesisir sungai.


Disaat sungai lain mengering, Wae Mokel tetap menjadi ibu bagi para petani yang menggantungkan hidupnya pada Wae Mokel.

No comments:

Post a Comment