Pulau Mules, Surga Tersembunyi di Laut Sawu NTT - Congkasae.com

Hoos ata werud

03 February, 2018

Pulau Mules, Surga Tersembunyi di Laut Sawu NTT

Pulau Mules

[Congkasae.com/Wisata] Pulau Mules merupakan salah satu pulau kecil yang terletak di bagian selatan pulau Flores, NTT. Pulau Mules termasuk dalam wilayah administrasi kecamatan Satar Mese Barat, kabupaten Manggarai.

Tanah Manggarai memang selalu dikenal dengan penduduknya yang ramah, gadis-gadisnya yang cantik dan ayu, serta keindahan alamnya yang menakjubkan.

Jika berkunjung ke kabupaten ini, anda dapat bercengkrama dengan alamnya yang luar biasa cantik, di Wae Rebo, anda bisa bercengkrama dengan warganya yang super ramah dan siap bercerita tentang kisah hidup mereka di masa lalu, di Cancar anda akan menemukan sedikit kisah tentang sistem pembagian lahan orang Manggarai dalam balutan sawah Lodok.
pulau Mules terletak di laut Sawu

Di Liang Buah dan kampung Rampasasa, anda akan menemukan sepotong kisah tentang orang kerdil dari Flores dalam balutan kisah Penghuni Liang Buah di masa lalu, di Puncak Ranaka anda dapat menikmati indahnya alam Manggarai sembari mendengarkan nyanyian Ngkiong (Salah satu burung Endemik di Manggarai).

Namun bukan hanya itu, anda juga dapat menikmati keindahan pulau kecil nan indah,  namanya Pulau Mules.
Pulau Mules dipotret dari Dintor

Pulau Mules terletak tak jauh dari pantai selatan  kabupaten Manggarai, tepatnya di laut Sawu. Jarak pulau ini tidak terlalu jauh dari pantai Dintor, kecamatan Satar Mese Barat, Flores.

Nama pulau Mules konon katanya berasal dari bahasa Manggarai, dari kata "Nuca Molas" yang artinya Pulau Cantik. Hal ini memang benar jika dilihat dari bentuk pulau ini yang menyerupai gadis yang tengah tertidur.

Di pulau ini anda dapat menikmati pemandangan alam pantai pasir putihnya yang masih alami dan sangat indah. Selain keindahan pantainya, di pulau Mules, anda dapat menikmati pemandangan berupa tebing terjal yang cukup memanjakan mata.

Di pulau ini hanya terdapat tiga kampung, yakni kampung Peji, Labuan Taur, dan kampung Konggang. Penduduk di pulau ini sangat ramah, layaknya orang Manggarai pada umumnya.

Namun mereka tidak semua berasal dari Manggarai, sebagian berasal dari suku Bima, sebagian lagi berasal dari Ende dan Bugis. Bahasa yang digunakan oleh penduduk setempat bukan hanya bahasa Manggarai.
Dari Pantai Dintor

Mereka menggunakan bahasa campuran sebagian menggunakan bahasa Ende sebagian lagi menggunakan bahasa Bima dan Manggarai. Jadi jika mengunjungi pulau ini, sebaiknya anda menggunakan bahasa Indonesia.

Berbicara mengenai mata pencaharian penduduk setempat, pasti anda sudah bisa menebaknya. Ya,,, sebagian besar penduduk di pulau ini berprofesi sebagai nelayan layaknya nenek moyang mereka dulu.

Dari segi keyakinan, mayoritas penduduk di pulau ini beragama muslim, hal tersebut berbeda dengan masyarakat Manggarai pada umumnya yang mayoritas beragama Katolik.

Pemandangan alam di pulau ini terbilang tak akan habis-habisnya dikisahkan dengan kata-kata. Di kampung Labuan Taur, anda dapat menikmati keindahan pantai dengan pasir putihnya yang halus dengan airnya yang berwarna biru keunguan. Namun terkadang air ini berwarna toscha, bahkan ungu, bagaimana....unik bukan?
Pulau Mules dari dermaga Dintor

Di kampung Labuan Taur ini anda juga dapat menemui hutan, dengan monyet liar yang bebas berkeliaran. Anda juga dapat menemui bukit kecil dengan batu karang yang diselingi savana dan menjadi tempat warga melepas hewan ternak mereka.

Sementara di kampung Konggang memiliki pemandangan alam yang berbeda dengan Labuan Taur. di sini anda dapat menemui biota laut diantara batu karang terutama ketika air laut surut.

Sebagian besar pantai di kampung Konggang didominasi oleh Batu Karang dengan pasir yang berwarna hitam.

Uniknya 30 menit dari kampung Konggang, anda dapat menemui mercusuar tinggi. Dari puncak mercusuar tersebut anda dapat menikmati pulau Flores dan pesisir pantai pulau Mules.

Anda akan menikmati keindahan alam yang disuguhkan oleh pulau Mules, dan bisa menjadi momen yang tak pernah terlupakan bagi anda.
Pemandangan pantai di Labuan Taur mirip di kepulauan Hawai

Untuk bisa ke pulau Mules, cukup mudah. Anda dapat memulai perjalanan anda dari kota Ruteng ibukota kabupaten Manggarai.

Dari terminal Mena, anda dapat menumpang kendaraan Bus kayu (Oto Kol) dengan tujuan Dintor, perjalanan akan memakan waktu sekitar 3 sampai 4 jam.

Dari dermaga di pantai Dintor, anda akan menyebrang ke pulau Mules menggunakan perahu milik nelayan setempat. jarak tempuhnya bisa mencapai 30 menit.
Tebing yang bisa anda amati dari Flores

Anda akan berlabuh di pesisir pantai Labuan Taur dengan keindahan pantainya yang luar biasa. Untuk menikmati keindahan alam pulau ini, anda dapat meninap di rumah-rumah penduduk setempat.

Keseokan harinya anda dapat menjelajahi pulau Mules yang luar biasa menawan dan susah untuk dilupakan.

No comments:

Post a Comment