Pemadaman Lebih dari 48 Jam, Warga Rana Mbata Keluhkan Buruknya Pelayanan PLN - Congkasae.com

News Update

09 November, 2020

Pemadaman Lebih dari 48 Jam, Warga Rana Mbata Keluhkan Buruknya Pelayanan PLN



[Congkasae.com/Kereba] Warga beberapa desa di kecamatan Kota Komba, kabupaten Manggarai Timur belakangan mulai merasa kecewa atas pemadaman listrik yang terjadi di luar kewajaran.


Pasalnya aliran listrik ke beberapa desa termasuk desa Mokel Morid dan Rana Mbata sering mengalami pemadaman bergilir.


"Ini sering sekali terjadi di desa kami belakangan ini,"kata salah seorang warga kepada Congkasae.com Senin (9/11) pagi di Mbata.


Menurutnya pemadaman paling parah terjadi pada Sabtu (7/11) hingga Senin (9/11) dimana listrik ke desa mereka mengalami mati total.


"Bayangkan dari hari Sabtu hingga Senin ini listrik belum juga menyala,"ujarnya kesal.


Sebagai seorang Montir yang kesehariannya sangat bergantung pada listrik, ia mengaku rugi karena usahanya tidak berjalan sama sekali.


"Orang mau datang las, datang tambal ban, tidak bisa, karena listrik mati total begini, kita yang rugi,"katanya.


Pria yang enggan mempublikasikan identitasnya itu lantas meminta otoritas terkait khususnya PLN agar segera memperhatikan pelayanan sehingga masyarakat tidak dirugikan.


"Meski di desa, tapi banyak usaha yang sangat bergantung pada pasokan listrik, contoh orang bengkel seperti kami ini, baik bengkel mesin maupun mebeler, kemudian peternak ayam di sini juga banyak, jadi tolong PLN perhatikan nasib kami,"pintanya.


Di Desa Waling Malah Listrik Hampir Tak Pernah Padam

Jika aliran listrik ke beberapa desa di kecamatan Kota Komba mengalami keluhan, hal berbeda justru terjadi pada beberapa desa di kecamatan Borong salah satunya di desa Waling, kecamatan Borong.


Maksimus, salah seorang pelanggan PLN dari Waling desa Waling, kecamatan Borong mengakui jika aliran listrik ke desanya hampir tak pernah padam.


"Tidak pernah [Padam], selama ini aman-aman saja,"kata pria yang memiliki usaha montir itu.


Ia mengaku kaget mendengar keluhan warga desa Rana Mbata yang sering mengalami pemadaman listrik.


"Kalau di sini sempat padam begitu juga tapi durasinya hanya satu dua jam saja, tidak sampe berhari-hari sekali,"katanya.


Ia menduga hal tersebut terjadi karena aliran listrik ke desanya masih satu jalur dengan aliran listrik ke pusat pemerintahan kabupaten Manggarai Timur di Lehong.


"Mungkin begitu ya, saya juga tidak tahu yang pasti listrik di desa kami aman-aman saja,"ujarnya.


Penulus: Tonny

No comments:

Post a Comment