Telan Korban Jiwa, Seekstrim apakah Obyek Wisata Watu Benta? - Congkasae.com

News Update

07 November, 2020

Telan Korban Jiwa, Seekstrim apakah Obyek Wisata Watu Benta?

Obyek Wisata Watu Benta, Foto Congkasae.com/Tonny


[Congkasae.com/Kereba] Jagat maya facebook dan instagram di Manggarai kembali dihebohkan dengan insiden penemuan dua mayat yang ditengarai terperosok ke jurang di obyek wisata Watu Benta, desa Tengku Lese, Kecamatan Rahong Utara, kabupaten Manggarai.


Jenazah Dua orang pemuda yang kemudian diidentifikasi sebagai Febrianus Rahang dan Andreas Selamat itu ditemukan di dasar jurang obyek wisata Watu Benta dalam kondisi yang mulai membusuk.


Kapolres Manggarai AKBP Mas Anton Widyodigo melalui Humas Polres Manggarai Ibda Bagus Suhartono mengatakan pihaknya mengalami kesulitan dalam mengevakuasi jasad kedua pemuda yang masih memiliki hubungan kekeluargaan itu.


Menurut Ibda Bagus, kuat dugaan kedua pemuda itu melakukan aksi bunuh diri secara bersama-sama dengan cara membuang diri ke dalam jurang.


Kendati demikian aparat kepolisian tengah melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian dua pemuda malang itu.


Konon Dulu Digunakan Sebagai Tempat untuk Memanggil

Obyek wisata Watu Benta merupakan sebuah tempat yang berada di ketinggian terletak di desa Tengku Lese, kecamatan Rahong Utara, kabupaten Manggarai, Flores.


Tempat ini memang menyuguhkan pemandangan alam yang memukau, dengan spot sawah yang berkelok-kelok serta perkebunan nan indah.


Keberadaannya di ketinggian membuat lokasi ini kerap menjadi tempat wisata karena pemandangan alamnya yang luar biasa.


Konon dulu Watu Benta digunakan sebagai tempat untuk memanggil sesama warga yang menggarap areal sawah dan kebun yang berada di sekitar lokasi.


"Dulu kalau ada kejadian misalnya ada orang yang meninggal dunia di Manggis atau kampung sekitar, lalu sebagai upaya memberi kabar (wero) kepada sesama petani yang tengah berkebun, maka cukup datang ke Watu Benta ini untuk memberi tahu,"kata Maksimus, salah seorang warga Tengku Lese kepada Congkasae.com Sabtu (7/11) sore.


Ia mengatakan lazimnya orang Manggarai akan meninggalkan aktivitasnya di kebun atau sawah ketika menerima kabar kematian warga.


"Maka mereka akan kembali ke kampung untuk melayat,"tambah pria 60 tahun itu.


Ia juga mengatakan karena keseringan digunakan sebagai tempat untuk memanggil warga, maka tempat itu dinamai sebagai Watu Benta.


"Watu itu artinya Batu, sementara Benta itu artinya memanggil, jadi watu benta artinya batu untuk memanggil, atau tempat untuk memanggil,"katanya.


Ekstrim Karena Ada Jurang

Letaknya yang berada di ketinggian menyebabkan Watu Benta layak dijadikan lokasi wisata kalian terutama di akhir pekan.


Namun perlu dicatat bahwa di balik keindahan pemandangan yang disuguhkan, Watu Benta juga menyimpan sebuah bahaya yang cukup besar.


Pasalnya tempat itu terletak di bibir jurang dengan kedalaman hingga ratusan meter, inilah yang harus menjadi aspek terpenting jika anda berkunjung ke tempat ini.


Hingga saat ini belum ada pagar pembatas yang bisa dijadikan tempat untuk membatasi pengunjung, inilah yang harus diperhatikan.


Penulis: Tonny Rahu


No comments:

Post a Comment