Aktivitas Vulkanologi Ile Lewotolok Masih Tinggi, Pemerintah Perpanjang Masa Tanggap Darurat - Congkasae.com

News Update

13 Desember, 2020

Aktivitas Vulkanologi Ile Lewotolok Masih Tinggi, Pemerintah Perpanjang Masa Tanggap Darurat



[Congkasae.com/Kereba] Pemerintah kabupaten Lembata memperpanjang masa tanggap darurat bencana erupsi gunung Ile Lewotolok di kabupaten itu.


Perpanjangan masa tanggap darurat bencana itu dikeluarkan seusai mendapat rekomendasi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang memberitahukan jika aktivitas vulkanik dalam perut Ile Lewotolok terpantau masih tinggi.


Sekretaris Daerah kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur Paskalis Tapaboli membenarkan hal tersebut, ketika dihubungi wartawan Antara. Menurut Sekda Paskalis, perpanjangan masa tanggap darurat bencana erupsi gunung Ile Lewotolok akan dipantau dalam kurun waktu dua pekan ke depan.


"Tapi kita lihat perkembangan di lapangan, kalau dalam perjalanan  terjadi penurunan level dari siaga ke waspada, ya status darurat bencananya kita cabut,"imbuh Paskalis Boli.


Erupsi Ile Lewotolok sejak 29 November 2020 lalu telah menyebabkan ribuan warga yang bermukim di sekitar lereng Ile Lewotolok mengungsi dari rumah mereka.


Data yang dirilis pemerintah kabupaten Lembata hingga Minggu 13 Desember ini sedikitnya 8.097 warga Ile Ape dan Ile Ape Timur telah berhasil diungsikan akibat erupsi Ile Lewotolok.


Terkait data tersebut, Sekda Lembata Paskalis Tapaboli kembali menjelaskan bahwa kini para pengungsi itu ditempatkan di 20 lokasi pengungsian.


Ia menjelaskan mayoritas pengungsi berasal dari desa-desa yang berjarak 2 km hingga 4 km dari gunung Ile Lewotolok yang masuk dalam daerah Kawasan Rawan Bencana (KRB).


Penulis: Tonny

Tidak ada komentar:

Posting Komentar