Warga Sangan Kalo Elsel Merasa Dibohongi Oknum Petugas Dinsos Matim - Congkasae.com

News Update

03 Desember, 2020

Warga Sangan Kalo Elsel Merasa Dibohongi Oknum Petugas Dinsos Matim

Ilustrasi Dokumen Akta Nikah


[Congkasae.com/Kereba] Ratusan warga desa Sangan Kalo kecamatan Elar Selatan, Manggarai Timur diduga ditipu oleh oknum pegawai yang bertugas di dinas Sosial kabupaten Manggarai Timur.


Kasus tersebut berawal dari adanya petugas yang mendatangi desa tersebut pada tahun 2019 lalu, dalam pengakuan ke warga desa Sangan Kalo petugas tersebut mengaku dari otoritas pemerintah setempat tepatnya dari dinas sosial.


Petugas itu mengaku datang ke desa Sangan Kalo dengan maksud hendak mengurus dokumen kependudukan warga desa itu.


"Kantor desa Sangan Kalo pada tanggal 27 November lalu dipadati warga yang hendak mengurus dokumen kependudukan[Akta Nikah],"kata ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sangan Kalo, Siprino Anggal kepada wartawan.


Ia menambahkan mendengar ada petugas dinas sosial yang datang warga sangat antusias mengurus kelengkapan yang diminta oknum petugas dinas sosial itu.


"Mereka [warga] dimintai dana sebesar 50 ribu hingga 80 ribu untuk biaya administrasi pengurusan dokumen itu,"tambah petugas BPD Desa Sangan Kalo itu.


Sipri mengatakan hingga kini belum ada satupun warga yang menerima dokumen tersebut, petugas yang mengaku dari pihak dinas sosial Manggarai Timur itu juga tak muncul batang hidungnya. 


Sementara warga masih menaruh harapan dokumen kependudukan yang mereka ajukan dikeluarkan oleh otoritas terkait.


Sampe Foto dengan Istri Orang

Ada hal yang aneh dalam peroses pengurusan dokumen kependudukan di desa Sangan Kalo kala itu, selain petugas yang berasal dari dinas sosial bukan dinas kependudukan dan pencatatan sipil, hal aneh dialami warga atas nama Polus Ndaung.


Polus yang kala itu hendak mengurusi dokumen akta nikahnya lantas mendatangi petugas, namun ketika dimintai foto gandeng, Polus mengaku jika isterinya sedang sakit.


Mendengar pengakuan Polus, petugas yang mengaku dari dinas sosial Manggarai Timur itu lantas menyuruh Polus untuk tetap dipotret akan tetapi dengan istri orang.


"Petugas menyuruh saya untuk foto dengan isteri tetangga saja,"kata Polus warga Sangan Kalo.


Ia tidak menaruh curiga sama sekali prihal kebsahan dokumen yang akan diurusi oleh petugas kala itu lantaran oknum itu mengatakan jika hal itu tidak menjadi soal [Prihal foto dengan isteri orang].


"Akhirnya saya pun berpose dengan isteri tetangga,"tambah Polus.


Ia juga mengaku menyerahkan uang senilai Rp 80.000 kepada petugas yang disebut-sebut sebagai uang administrasi.


Namun sejak saat itu kabar lanjutan terkait dokumen itu tidak pernah diberitahukan ke pihak Polus dan ratusan warga Sangan Kalo lainnya.


Hingga berita ini diterbitkan congkasae.com belum berhasil mengonfirmasi kepala dinas sosial kabupaten Manggarai Timur prihal persoalan ini.


Penulis: NN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar