14 Orang di Manggarai Meninggal Karena Corona - Congkasae.com

News Update

close
MAU CETAK UNDANGAN UNTUK PERNIKAHAN ANDA?
Kami hadir di RUTENG memberikan pelayanan terbaik, Hubungi kami di 082 342 994 060

12 Maret, 2021

14 Orang di Manggarai Meninggal Karena Corona

Total ada 14 orang Pasien Covid yang meninggal dunia di kabupaten Manggarai, "kata Lodovikus Moa

[Congkasae.com/Kereba] Semenjak Virus Corona mewabah di kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur sedikitnya 14 orang dilaporkan telah meninggal dunia akibat terpapar virus Covid-19.


Juru Bicara Gugus Tugas percepatan penanganan Corona kabupaten Manggarai Lodovikus Moa mengatakan pasien yang ke 14 itu merupakan T. O asal Golo, kecamatan Cibal yang meninggal pada Jumat (12/3) pagi. 


"Total ada 14 orang Pasien Covid yang meninggal dunia di kabupaten Manggarai, "kata Lodovikus Moa dalam keterangan resmi yang diterima Congkasae.com Jumat (12/3) pagi. 


Menurut Lodi, jumlah pasien yang terinfeksi virus corona hingga Jumat (12/3) tercatat sebanyak 1.672 orang. 


"Yang sembuh 1.359 orang, "tambah Lodi. 


Sementara jumlah pasien yang tengah menjalani perawatan dan isolasi sebanyak 300 orang. 


Mengingat laju penyebaran virus Corona di kabupaten Manggarai yang masih tinggi, untuk itu Juru Bicara Gugus Tugas Lodovikus Moa meminta masyarakat untuk memerangi penyebaran virus Corona di kabupaten itu.  


"Mari bersama memutus mata rantai penularan Covid-19 demi keselamatan dan kesehatan kita semua, "pinta Lodovikus Moa.


Pada pekan sebelumnya vaksinasi massal tahap I dan II telah dilaksanakan bagi tenaga kesehatan dan pejabat penting di lingkup pemerinah kabupaten Manggarai.


Selain itu, para pemuka agama di kabupaten tersebut juga dilaporkan telah divaksinasi termasuk uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat. 


Di pusat kota Ruteng sendiri,  tingginya laju penyebaran virus Corona di kabupaten Manggarai berimbas pada pedagang kecil dan menengah. 


Salah satunya dialami Aris, pedagang sayur yang berjualan di pasar Impres Ruteng. Sejak Corona mewabah, pendapatan pria ini  diakuinya terus menurun  drastis. 


"Dulu sebelum Corona kami bisa peroleh empat sampai lima ratus ribu dalam sehari, sekarang lima puluh ribu,  kadang tidak laku sama sekali, "katanya. 


Untuk menyiasati kerugian yang lebih besar Aris mulai mengurangi barang dagangannya meski demikian ia mengaku masih terkendala karena sepihnya pembeli. 


Ia berharap wabah corona akan segera berlalu sehingga kehidupan normal akan dimulai kembali. 

Penulis: Tonny Rahu

BACA JUGA

Pemilik Usaha di Manggarai Diminta Rutin Adakan Test Rapid Bagi Karyawan

25 Orang Penghuni Asrama SMAK St Klaus Kuwu Dilaporkan Positif Corona


Pasien Covid Pertama di Manggarai Merupakan Kelompok OTG


Tidak ada komentar:

Posting Komentar