Sebelum Meninggal Cici Mengeluh Batuk Pilek, Polisi Tidak Temukan Indikasi Kekerasan - Congkasae.com

News Update

close
MAU CETAK UNDANGAN, Cetak FOTO, UNTUK PERNIKAHAN ANDA?
Ke TONY PRINTING saja, Hubungi kami di 082 342 994 060

 


30 Jul 2021

Sebelum Meninggal Cici Mengeluh Batuk Pilek, Polisi Tidak Temukan Indikasi Kekerasan


Made Budiarsa mengatakan usai melakukan olah tempat kejadian perkara, pihaknya tidak menemukan adanya indikasi kekerasan di tubuh Cici yang menjadi penyebab kematian transpuan asal Manggarai Timur itu.

[Congkasae.com/Kereba] Jenazah Martinus Onge, transpuan asal Rewung, desa Tango Molas kecamatan Lamba Leda Timur yang ditemukan dalam kamar kontrakannya di Ruteng akhirnya dievakuasi ke RSUD Ben Mboi Kamis malam.


Kapolres Manggarai AKBP Mas Anton Widyodigdo melalui Paur Humas I Made Budiarsa mengatakan usai melakukan olah tempat kejadian perkara, pihaknya tidak menemukan adanya indikasi kekerasan di tubuh Cici yang menjadi penyebab kematian transpuan asal Manggarai Timur itu.


Kendati demikian I Made Budiarsa mengatakan dalam kamar korban ditemukan obat pilek. Budiarsa juga mengatakan berdasarkan pengakuan warga di lokasi kejadian seminggu belakangan transpuan Cici yang keseharian berprofesi sebagai penata rias itu mengeluh batuk, pilek dan enggan keluar dari kamarnya.


Hal ini semakin memperkuat dugaan jika Cici meninggal akibat terpapar virus Covid-19, karenanya  otoritas RSUD Ben Mboi  Ruteng tetap memperlakukan jenasah Cici sesuai protokol kesehatan Covid-19.



dr Nancy yang bertugas di RSUD dr Ben Mboi mengatakan jika virus Covid-19 tidak akan bisa terdeteksi dalam tubuh manusia yang sudah lebih dari dua jam  meninggal dunia.


Menurut rencana, pihak satuan Tugas Percepatan Penanganan Corona kabupaten Manggarai Timur akan menjemput jenasah Cici untuk dimakamkan di kampung halamannya di Rewung sesuai protokol Covid-19.


Seperti diberitakan media ini sebelumnya warga yang tinggal di Jl gewak, kelurahan Pocomal, kecamatan Langke Rembong dihebohkan dengan penemuan mayat dalam kamar kos.



Peristiwa itu bermula dari adanya kecurigaan pemilik kos akan tingkah penghuni kamar atas nama Martinus Onge seorang transpuan yang baru pindah di kos itu sejak 2 bulan lalu. 


Menurut pengakuan Agustinus Pen sang pemilik kos, Martinus baru pindah ke tempat kontrakannya itu sejak bulan Mei lalu. 


"Dia jarang sekali buka pintu, paling kalau untuk Terima makanan yang dipesan online, "kata Agustinus Pen sang pemilik kontrakan. 


Namun Agustinus merasa aneh semenjak beberapa hari belakangan pintu kamar yang ditempati Martinus selalu terkunci. 


Merasa penasaran, ia kemudian membuka pintu kamar milik Martinus dengan menggunakan kunci seref dan didapati penghuni kamar itu sudah kaku. 



Dalam penelusuran di akun facebook milik Martinus Onge transpuan itu terakhir kali mengunggah statusnya pada 15 Juli lalu dimana ia diketahui berada di Desa Waling kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur.


Dalam unggahannya ia menulis caption "hari ini rias pengantin di Waling."


Kesehariannya Martinus memang berprofesi sebagai penata rias terutama untuk acara nikahan. 


Belum diketahui secara pasti penyebab utama kematian transpuan asal Rewung, desa Tango Molas, kecamatan Lamba Leda Timur itu.


Media ini sudah menghubungi juru bicara gugus tugas penanganan corona kabupaten Manggarai, namun belum mendapatkan tanggapan. 


Penulis: Tonny

BACA JUGA

Cici, Transpuan yang Meninggal di Kamar Kos Ternyata Baru Pulang Rias di Waling


Kabur dari Rumah Sakit Ben Mboi Pasien Isolasi Covid Terkapar di Deuker


Otoritas Gereja dan Pemerintah di Manggarai Raya Sepakat Hentikan Pesta 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Uskup Ruteng Positif Covid