Kades Rambel Samforianus Arifman Bakal Restorasi Ulang Kampung Adat Ngusu - Congkasae.com

News Update

 





close
MAU CETAK UNDANGAN, Cetak FOTO, UNTUK PERNIKAHAN ANDA?
Ke TONY PRINTING saja, Hubungi kami di 082 342 994 060

20 Sep 2021

Kades Rambel Samforianus Arifman Bakal Restorasi Ulang Kampung Adat Ngusu

 

Kampung Adat Ngusu salah satu lokasi pemukiman pertama nenek moyang Wa,u Pat/Foto Congkasae.com Antonius Rahu

"Ini memiliki unsur historis yang menarik untuk dijual dan dijadikan obyek wisata populer dari desa Rana Mbeling,"kata Arif.

[Congkasae.com/Wisata] Kepala desa Rana Mbeling yang baru dilantik Samforianus Arifman mengatakan pihaknya akan merestorasi ulang kampung adat Ngusu.


Hal tersebut disampaikan Arifman ketika melakukan peninjauan kampung adat yang sempat dihuni oleh salah satu nenek moyang Wa,u Pat itu Minggu kemarin.


Arifman mengatakan rencana tersebut akan diawali dengan pembukaan jalan menuju obyek wisata bersejarah itu yang berjarak hampir 2 km dari pertigaan kampung Jere, desa Rana Mbeling.


"Kita akan mulai menata kembali obyek kampung adat Ngusu agar menjadi salah satu obyek wisata bersejarah yang dikenal masyarakat luas, caranya dengan membuka akses masuk ke sana,"kata Kades Muda itu Minggu kemarin di Jere.


Menurut Arif, desa Rana Mbeling memiliki 3 obyek bersejarah yang selama ini tidak diekspose ke luar lantaran minimnya perhatian pemerintah desa.


Ia menyebut ketiga obyek wisata sejarah itu yakni Gua Ndalo yang menjadi benteng pertahanan suku manus dalam menghadapi serangan suku Riwu, kampung adat Ngusu dimana nenek moyang Wau Pat pertama kali bermukim dan rumah adat Manus.



"Ini memiliki unsur historis yang menarik untuk dijual dan dijadikan obyek wisata populer dari desa Rana Mbeling,"kata Arif.


Rencana tersebut menurut Arif akan diawali dengan upaya pembebasan lahan menuju lokasi sehingga desa memiliki sumber-sumber pendapatan dari sektor pariwisata.


Kampung adat Ngusu terletak di Jere dusun Ngusu desa Rana Mbeling, menurut sejarahnya tempat tersebut menjadi lokasi kediaman pertama dari salah satu nenek moyang Wau Pat yang mendiami tanah Manus.


Kampung adat Ngusu berada sekitar 2 km dari jalur utama Trans Flores Bealaing-Mbazang tepat di pertigaan Jere.


Adapun peninggalan bersejarah dari kampung adat ini berupa undakan batu yang ditengarai sebagai mesbah (compang) tempat nenek moyang menghaturkan persembahan kepada Jari Agu Dedek (Tuhan).



Kampung adat ini menyajikan pemandangan alam yang menawan, dari tempat ini kita bisa melihat kawasan desa Mokel Morid, desa Rana Mbata, desa Gunung Baru serta puncak tertinggi gunung Inerie di kabupaten Ngada.


Pada saat-saat tertentu anda akan melihat kabut tipis yang menyelimuti beberapa kampung yang berada di lembah, seperti Mbata, Wakung, Lada.


Panorama ini seperti sedang berada di puncak Wolo Wio di kabupaten Ngada, jika obyek wisata ini ditata dengan baik akan menggantikan obyek wisata Wolo Wio.


Penulis: Tonny

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Uskup Ruteng Positif Covid