- -->
  • Jelajahi

    Copyright © Congkasae.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kerugian Korban Penipuan Travel Agen di Labuan Bajo Capai 46 Juta

    03 Mei, 2022, 03 Mei WIB Last Updated 2022-05-03T00:03:47Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    (Congkasae.com/Kereba) Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Kabupaten Manggarai Barat Pius Baut memastikan travel agen yang melakukan tindakan penipuan kepada 17 wisatawan Domestik belum mengantongi ijin alias ilegal


    Hal tersebut dikatakan Pius menyusul pemberitaan media terkait adanya tindakan penipuan yang dilakukan oleh travel agen Komodo Experience belum lama ini. 


    Salah seorang korban Frans Setiawan mengatakan sedikitnya 17 Wisatawan yang menjadi korban tindakan penipuan yang dilakukan travel agen Komodo Experience dengan total kerugian mencapai 46,3 juta. 


    Menurut Frans, ia dan 16 wisatawan lainnya menghubungi  Risky Saptra yang mengaku berasal dari travel agen Komodo Experience sebelum terbang ke Labuan Bajo. 


    Namun setibanya di Labuan Bajo travel agen tak mau menemui ketuju belas wisatawan itu meski pembayaran sudah dilakukan secara penuh. 



    Atas peristiwa itu Frans mengaku sudah melayangkan pelaporan kepada aparat kepolisian. 


    Pelaku Dua Kali Beraksi


    Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan pelaku merupakan Risky Saputra merupakan pemilik travel agen Komodo Experience. 


    Kadis Pius Baut mencatat travel agen Komodo Experience telah dua kali melakukan aksi penipuan terhadap calon wisatawan di Labuan Bajo. 


    Ia menyebut sebelumnya Komodo Experience juga melakukan tindakan penipuan pada 15 Februari lalu dengan total kerugian mencapai 12 juta. 


    Kadis Pius mendesak agar korban segera melaporkan peristiwa yang mereka alami agar pelaku bisa diproses hukum. 


    "Dan Polisi segera memeroses kasus ini, " kata Pius Baut. 


    Pelaku Wisata Desak Pelaku Diproses Hukum


    Para pelaku wisata di Labuan Bajo mengecam tindakan oknum Risky yang disebut telah mencoreng citra pariwisata Labuan Bajo. 


    Merekapun mendesak aparat kepolisian agar secepatnya memroses laporan korban. 


    "Kita minta polisi segera menangkap pelaku, " pinta Martin Toda yang berprofesi sebagai guide lokal di Labuan Bajo. 


    Tindakan pelaku, kata Toda, telah merusak citra pariwisata Labuan Bajo di tengah meningkatnya tren pariwisata super premium itu. 


    Untuk itu ia meminta aparat kepolisian segera menindak pelaku sehingga kejadian serupa tak terulang di masa yang akan datang. 


    Penulis: Tonny

    Komentar

    Tampilkan


     

     


    Terkini