- -->
  • Jelajahi

    Copyright © Congkasae.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan


     

    Penyebar Ajaran Kristus Akhir Zaman di Manggarai Berstatus Pelajar

    16 Agustus, 2022, 16 Agustus WIB Last Updated 2022-08-16T08:18:38Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    [Congkasae.com/Kereba] Aliran atau sekte yang menyebut diri sebagai Gereja Tuhan yang Maha Kuasa muncul di publik dimana pelaku penyebar utamanya ternyata berstatus pelajar di salah satu sekolah menengah di kota Ruteng.


    Kepala Kesbangpol NTT mengatakan bahwa aliran atau sekte yang menamai diri mereka Gereja Tuhan Yang Maha Kuasa telah terdeteksi di Manggarai, Flores, NTT.


    "Di Manggarai ada gereja Tuhan yang Maha Kuasa,"kata Kepala Kesbangpol NTT Yohanes Oktavianus usai mengadakan rapat Pembentukan Tim Pengawas Aliran Kepercayaan di aula Kejati NTT Rabu pekan lalu.


    Ia mengatakan aliran tersebut diduga masuk ke Manggarai melalui media internet dan media sosial.


    Inti dari ajaran tersebut, kata Yohanes, menganggap isteri sebagai jelmaan Tuhan yang Maha kuasa di dunia.


    Ajaran tersebut juga disebut dengan sebutan Kilat dari Timur atau Keristus Akhir Zaman.


    Kesbangpol NTT sendiri telah mengidentifikasi peta sebaran ajaran tersebut di kabupaten Manggarai.


    Staf Kesbangpol NTT Goldolfus Ngarang mengatakan pelaku atau penyebar ajaran tersebut di Kabupaten Manggarai berstatus pelajar salah satu sekolah menengah di Ruteng.


    Ia mengatakan terdapat dua orang pelajar yang menyebarkan ajaran itu yakni MSF dan EJ yang masih berstatus kakak beradik.


    "Dari hasil investigasi, kami menduga bahwa anggota dari kelompok ini sudah banyak,"kata Goldolfus Jumat pekan lalu.


    Ia menambahkan meski pihaknya belum mengantong jumlah pasti dari kelompok itu, akan tetapi pengikut ajaran yang tergabung dalam group pesan instan Whatsapp sudah mencapai 700 orang.


    Goldolfus menambahkan adapun sebaran dari pengikut aliran itu terdiri dari 3 kecamatan di Manggarai yakni Langke Rembong, Kecamatan Ruteng dan Kecamatan Wae Rii.


    "Jumlah persisnya masih perlu pendalaman lagi,"tambah Goldolfus.


    Saat ini, demikian keterangan Goldolfus, kelompok itu masih belum memiliki tempat ibadah yang resmi, namun komunikasi dan aktivitas ajaran itu dilakukan melalui pesan instan Whatsapp.


    "Menurut pengakuan EJ tahun 2022 ini baru dua kali mengadakan pertemuan di tempat terbuka yakni di Taman Kota dan di gua Maria Golo Curu,"tambah Goldolfus.


    Pihak Kesbangpol NTT diakui Goldolfus telah melakukan beberapa langkah pendekatan kepada kelompok itu termasuk meminta pemimpin kelompok untuk menghentikan aktivitas mereka.


    Penulis: Tony

    Baca Juga

    Isteri Dianggap Tuhan, Gereja Tuhan yang Maha Kuasa Terdetksi di Manggarai

    Komentar

    Tampilkan


     

     


    Terkini