Penganiayaan pastor rekan paroki St Petrus Kloangpopot keuskuopan Maumere dipicu keributan yang menyebabkan pastor menghentikan prosesi lantaran tidak menghargai kesakralan.
[Congkasae.com/Kereba] Kasus dugaan penganiayaan pastor rekan paroki Kloangpopot keuskupan Maumere Romo FPA ditangani polisi.
Kasus tersebut bermula dari adanya kasak kusuk ketika prosesi misa reqiuem hingga di kubur.
Vikaris Jendral keuskupan Maumere Romo Yakobus Donisius Modo mengatakan kasus penganiayaan bermula dari misa Requiem di rumah duka.
"Pastor sempat beberapa kali menghentikan acara karena kondisi keributan dan tidak menghormati jalannya ekaristi,"ujarnya Minggu 26 April 2026.
Ia mengatakan keributan terus berlanjut hingga prosesi pemakaman jenazah di liang lahat.
Hingga pada akhirnya romo FPA menghentikan acara dan menyarankan pihak keluarga melanjutkan ritus penaburan bunga dan pemberkatan tanah.
Meski demikian sang pastor akhirnya dihadang 3 orang pelaku ketika FPA hendak menghidupkan sepeda motor.
Ia mengatakan pastor FPA tiba-tiba diserang dengan menggunakan benda tumpul pada bagian tengkuk dari arah belakang.
"Umat di lokasi awalnya mengira ketiga orang tersebut mendekat untuk mengajak Romo kembali melanjutkan ritual, namun ternyata mereka justru melakukan serangan fisik. Beruntung, umat segera melerai dan mengamankan Romo ke rumah warga,” tambahnya.
Ia mengatakan berdasarkan hasil visum et rapertum tim medis menemukan adanya bekas memar pada bagian tengkuk akibat hantaman benda tumpul.
Tim hukum keuskupan Maumere telah melaporkan kasus ini ke polisi dan berharap para pelaku diproses.
"Kami menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum,"ujarnya.
Di sisi lain kasiehumas Polres Sikka Ipda Leonardus mengatakan polisi telah memeriksa 3 orang terduga pelaku termasuk sejumlah saksi mata.
BACA JUGA
Ditegur Saat Perayaan Misa, Pastor Rekan Keuskupan Maumere Dianiaya Umat
Tipu Orang 200 Juta Wanita Asal Manggarai Jadi Tersangka
Kades Nanga Mbaur Lapor Balik Sugianto Soal Fitnah dan Berita Bohong





