- -->
  • Jelajahi

    Copyright © Congkasae.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kades Nanga Mbaur Lapor Balik Sugianto Soal Fitnah dan Berita Bohong

    Penulis: Antonius Rahu | Editor:Tim Redaksi
    23 April, 2026, 19:59 WIB Last Updated 2026-04-23T13:03:08Z
    Post ADS 1
    Post ADS 1
    Kades Nanga Mbaur Lapor Balik Sugianto Soal Fitnah dan Berita Bohong
    Sugianto/Foto dokumen Pribadi


    Kepala Desa Nanga Mbaur Warka Jaludin(58) membantah keterangan Sugianto terkait penganiayaan ia mengatakan tak ada penganiayaan dan telah melapor balik Suginto dengan delik aduan  fitnah dan penyebaran berita bohong.

    [Congkasae.com/Kereba] Kepala Desa Nanga Mbaur Warka Jaludin (58) melayangkan laporan polisi setelah Sugianto(23) salah seorang warganya menyebarkan keterangan palsu dan berita bohong terkait kasus dugaan penganiayaan.


    Dalam keterangannya kepada Congkasae.com Warka membantah semua keterangan yang dilaporkan Sugianto.


    "Tidak benar itu masa saya menganiaya warga saya sendiri? Itu keterangan palsu dan bohong,"kata Warka Jaludin kepada Congkasae.com Jumat 23 April 2026.


    Ia mengatakan kasus tersebut terjadi pada Jumat 10 April 2026 silam kala itu Warka sedang hendak memotret sapi untuk persiapan kurban.


    "Nah mereka berdiri di seberang selokan saya hendak menyebrang itu selokan lalu saya melompat ke arah mereka, dari arah depan bukan dari arah belakang seperti keterangannya Sugianto,"katanya.


    Ia mengatakan ketika sampai di seberang selokan itu, Sugianto dan kakaknya kaget lalu mengepalkan tangan seolah hendak memukul.

    Kades Nanga Mbaur Warka Jaludin/Foto dokumen pribadi


    "Saya juga kaget melihat mereka seperti itu lalu saya ambil kayu kedondong untuk antisipasi,"ujarnya.


    Namun Sugianto dan kakaknya lari dan menganggap kades Nanga Mbaur mengambil kayu untuk memukul mereka.


    "Jadi tidak ada pemukulan saya juga kaget ketika membaca berita di beberapa media soal adanya pemukulan,"katanya.


    Ia mengaku kesal dengan beberapa media yang mempublikasikan kasus tersebut tanpa adanya proses klarifikasi kepada kades Nanga Mbaur yang dipojokan.


    "Mereka main berita saja padahal itu sangat tidak sesuai dengan prinsip kerja jurnalistik terkait keberimbangan berita,"ucapnya.


    Ia mengaku telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Polsek Pota terkait laporan yang dilayangkan Sugianto.


    Pemeriksaan tersebut, kata Warka dilakukan pada Rabu 21 April 2026 kemarin.


    Merasa dirugikan, kades Warka telah melayangkan laporan balik untuk Sugianto dengan delik aduan fitnah dan pencemaran berita bohong.


    "Tadi jam 4 sampai  jam 5 saya membuat laporan untuk dia (Sugianto) karena saya anggap yang dia lakukan sudah keterlaluan dan tak bisa dibiarkan,"ujarnya.


    Ia mengaku telah menyiapkan sejumlah bukti untuk kasus yang dilaporkan tersebut.


    Sebelumnya Sugianto warga desa Nanga Mbaur kecamatan Sambi Rampas Manggarai Timur mengaku dianiaya oleh kepala desa Nanga Mbaur Warka Jaludin.


    Menurut keterangan Sugianto peristiwa itu terjadi di kampung Mberu, kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur 10 April 2026 siang. 


    Sugianto yang kala itu tengah menemani keluarganya untuk membeli kambing tiba-tiba dihantam pukulan dari arah belakang oleh kades Warkah Jaludin.


    "Saya dipukul di bagian kepala sebanyak 4 kali,"ujar Sugianto Jumat 23 April 2026.


    Ia mengatakan sang kepala desa sempat menggenggam kayu kedondong yang diayunkan ke bagian kepala Sugianto namun berhasil dihindar korban.


    "Saya langsung lari, mengamankan diri saat Kades mengayunkan kayu kedondong dengan sasaran kepala saya," katanya.


    "Saya menduga seperti itu karena peristiwa itu terjadi setelah saya mengkritik pembangunan koperasi desa Merah Putih di atas tanah bendahara desa Nanga Mbaur yang sarat nepotisme,"ujar Sugianto kepada jurnalis congkasae.com.


    Ia mengatakan dua hari sebelum kejadian penganiayaan tersebut sempat berpapasan dengan Warkah Jaludin kades Nanga Mbaur yang kala itu langsung melontarkan caci maki kepada Sugianto.


    "Pas ketemu dengan saya di jalan bapa tua langsung caci maki saya tanpa sebab,"ujarnya.


    Saat ini kata dia, ancaman terbaru yang ditujukan untuk Sugianto yakni soal pembunuhan.


    "Sekarang ini saya merasa trauma dan ketakutan karena diancam untuk dibunuh,"katanya.


    Meski demimikian ia berujar akan terus mengkawal kasus ini dengan harapan pelaku ditindak sesuai hukum yang berlaku.


    Terkait keterangan tersebut Warka Jaludin membantah dengan mengatakan bahwa tak ada niat sama sekali untuk mengancam Sugianto.


    "Kapan saya mengancam? itu tidak benar dan fitnah,"katanya.


    BACA JUGA

    Tipu Orang 200 Juta Perempuan Asal Desa Meler Manggarai Jadi Tersangka


    Terlilit Utang Koperasi Harian Lansia di Rahong Tewas Gantung Diri


    Kasus Bunuh Diri Lantaran Terlilit Utang Marak Terjadi di Manggarai

    Komentar

    Tampilkan

    Bersama Menjaga Warisan Kita

    Dukung Congkasae agar terus hidup dan tumbuh sebagai suara budaya Manggarai.

    Kenapa Kami Butuh Dukungan?

    Congkasae.com hidup dari semangat dan cinta pada budaya. Tapi kami juga perlu dana untuk membayar penulis lokal, mengembangkan situs, dan mendokumentasikan cerita-cerita budaya kita.

    Donasi Sekali atau Rutin

    Atau transfer langsung:

    • BRI 472001001453537 (a.n. Congkasae)
    QRIS

    Pasang Iklan atau Kerja Sama

    Kami membuka kerja sama dengan UMKM, NGO, sekolah, atau pemerintah daerah untuk iklan, pelatihan, dan proyek kolaboratif.

    Kontak Kami Langsung

    Kata Mereka

    "Saya senang bisa mendukung media yang memperjuangkan akar budaya Manggarai." – Julius, diaspora di Jakarta
    "Congkasae adalah media yang dekat dengan hati kami di Manggarai." – Frans, guru di Ruteng