![]() |
| Sugianto/Foto dokumen Pribadi |
Kepala Desa Nanga Mbaur Warka Jaludin(58) membantah keterangan Sugianto terkait penganiayaan ia mengatakan tak ada penganiayaan dan telah melapor balik Suginto dengan delik aduan fitnah dan penyebaran berita bohong.
[Congkasae.com/Kereba] Kepala Desa Nanga Mbaur Warka Jaludin (58) melayangkan laporan polisi setelah Sugianto(23) salah seorang warganya menyebarkan keterangan palsu dan berita bohong terkait kasus dugaan penganiayaan.
Dalam keterangannya kepada Congkasae.com Warka membantah semua keterangan yang dilaporkan Sugianto.
"Tidak benar itu masa saya menganiaya warga saya sendiri? Itu keterangan palsu dan bohong,"kata Warka Jaludin kepada Congkasae.com Jumat 23 April 2026.
Ia mengatakan kasus tersebut terjadi pada Jumat 10 April 2026 silam kala itu Warka sedang hendak memotret sapi untuk persiapan kurban.
"Nah mereka berdiri di seberang selokan saya hendak menyebrang itu selokan lalu saya melompat ke arah mereka, dari arah depan bukan dari arah belakang seperti keterangannya Sugianto,"katanya.
Ia mengatakan ketika sampai di seberang selokan itu, Sugianto dan kakaknya kaget lalu mengepalkan tangan seolah hendak memukul.
![]() |
| Kades Nanga Mbaur Warka Jaludin/Foto dokumen pribadi |
"Saya juga kaget melihat mereka seperti itu lalu saya ambil kayu kedondong untuk antisipasi,"ujarnya.
Namun Sugianto dan kakaknya lari dan menganggap kades Nanga Mbaur mengambil kayu untuk memukul mereka.
"Jadi tidak ada pemukulan saya juga kaget ketika membaca berita di beberapa media soal adanya pemukulan,"katanya.
Ia mengaku kesal dengan beberapa media yang mempublikasikan kasus tersebut tanpa adanya proses klarifikasi kepada kades Nanga Mbaur yang dipojokan.
"Mereka main berita saja padahal itu sangat tidak sesuai dengan prinsip kerja jurnalistik terkait keberimbangan berita,"ucapnya.
Ia mengaku telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Polsek Pota terkait laporan yang dilayangkan Sugianto.
Pemeriksaan tersebut, kata Warka dilakukan pada Rabu 21 April 2026 kemarin.
Merasa dirugikan, kades Warka telah melayangkan laporan balik untuk Sugianto dengan delik aduan fitnah dan pencemaran berita bohong.
"Tadi jam 4 sampai jam 5 saya membuat laporan untuk dia (Sugianto) karena saya anggap yang dia lakukan sudah keterlaluan dan tak bisa dibiarkan,"ujarnya.
Ia mengaku telah menyiapkan sejumlah bukti untuk kasus yang dilaporkan tersebut.
Sebelumnya Sugianto warga desa Nanga Mbaur kecamatan Sambi Rampas Manggarai Timur mengaku dianiaya oleh kepala desa Nanga Mbaur Warka Jaludin.
Menurut keterangan Sugianto peristiwa itu terjadi di kampung Mberu, kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur 10 April 2026 siang.
Sugianto yang kala itu tengah menemani keluarganya untuk membeli kambing tiba-tiba dihantam pukulan dari arah belakang oleh kades Warkah Jaludin.
"Saya dipukul di bagian kepala sebanyak 4 kali,"ujar Sugianto Jumat 23 April 2026.
Ia mengatakan sang kepala desa sempat menggenggam kayu kedondong yang diayunkan ke bagian kepala Sugianto namun berhasil dihindar korban.
"Saya langsung lari, mengamankan diri saat Kades mengayunkan kayu kedondong dengan sasaran kepala saya," katanya.
"Saya menduga seperti itu karena peristiwa itu terjadi setelah saya mengkritik pembangunan koperasi desa Merah Putih di atas tanah bendahara desa Nanga Mbaur yang sarat nepotisme,"ujar Sugianto kepada jurnalis congkasae.com.
Ia mengatakan dua hari sebelum kejadian penganiayaan tersebut sempat berpapasan dengan Warkah Jaludin kades Nanga Mbaur yang kala itu langsung melontarkan caci maki kepada Sugianto.
"Pas ketemu dengan saya di jalan bapa tua langsung caci maki saya tanpa sebab,"ujarnya.
Saat ini kata dia, ancaman terbaru yang ditujukan untuk Sugianto yakni soal pembunuhan.
"Sekarang ini saya merasa trauma dan ketakutan karena diancam untuk dibunuh,"katanya.
Meski demimikian ia berujar akan terus mengkawal kasus ini dengan harapan pelaku ditindak sesuai hukum yang berlaku.
Terkait keterangan tersebut Warka Jaludin membantah dengan mengatakan bahwa tak ada niat sama sekali untuk mengancam Sugianto.
"Kapan saya mengancam? itu tidak benar dan fitnah,"katanya.
BACA JUGA
Tipu Orang 200 Juta Perempuan Asal Desa Meler Manggarai Jadi Tersangka
Terlilit Utang Koperasi Harian Lansia di Rahong Tewas Gantung Diri
Kasus Bunuh Diri Lantaran Terlilit Utang Marak Terjadi di Manggarai






