![]() |
| Theresiani Alphanita Gagur Foto Voxntt |
Theresiani Alphanita Gagur yang berasal dari kampung Mangge, Desa Meller, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah dilaporkan MBS seorang pria asal Malaka yang mengaku jadi korban penipuan bernilai 200 juta rupiah.
[Congkasae.com/Kereba] Theresiani Alphanita Gagur resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan bernilai 200 juta rupiah yang dilakukannya terhadap seorang pria asal Besikama Kabupaten Malaka.
Kadiv Humas Polda NTT Henry Novika Chandra mengatakan kasus tesebut sudah dilakukan proses gelar perkara dengan menetapkan Theresia sebagai tersangka.
“Berdasarkan hasil gelar perkara dan alat bukti yang telah dikumpulkan, penyidik telah menetapkan terlapor sebagai tersangka dalam kasus tersebut,”ujar Henry sebagaimana dilansir Voxntt Kamis 23 April 2026.
Ia mengatakan saat ini penyidik Polda NTT telah melayangkan surat pemanggilan pertama untuk tersangka namun sayangnya ia tak memenuhi panggilan tersebut.
“Kami juga mengimbau kepada tersangka untuk bersikap kooperatif memenuhi panggilan penyidik guna memperlancar proses hukum yang sedang berjalan,” ujarnya.
Sebelumnya MBS seorang pria asal Besikama Kabupaten Malaka melayangkan laporan ke Polda NTT setelah ia merasa dirugikan atas tindakan Theresiani Alphanita Gagur yang diduga telah menipunya.
Menurut pengakuan MBS, kasus penipuan tersebut bermula dari perkenalan keduanya di aplikasi chatingan tantan pada Februari 2020 silam.
Kala itu perempuan yang belakangan diketahui berasal dari Dusun Mangge, Desa Meller, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai itu menggunakan nama samaran Renata.
"Ia mengaku berasal dari Waioti, Maumere. Ia juga mengaku sebagai pengajar di salah satu sekolah susteran di Malang dan sedang menempuh studi S2 di Universitas Negeri Malang,"kata MBS.
Menurut MBS pada bulan Maret tahun 2020 ia mendapatkan pesan dari perempuan bernama Renata itu untuk mengantarnya ke Kefamenanu kabupaten Timor Tengah Utara dengan alasan untuk menemui keluarga Renata.
MBS pun mengantarkan Renata ke kabupaten Timor Tengah Utara dengan menggunakan sepeda motor.
Ia mengatakan sesampainya mereka di Kefamenanu Renata meminta MBS untuk menurunkan dia di sebuah hotel,"Bukan di rumah keluarga seperti yang ia sampaikan,"ujar MBS.
Menurut MBS perempuan itu mulai memintanya uang sejak Renata kembali dari Kefa awalnya MBS dimintai uang sebesar 4,5 Juta dengan alasan kebutuhan yang mendesak dan akan diganti oleh ibunya.
Ia mengatakan Renata sempat mengunjungi rumah MBS di kabupaten Malaka dan hanya singgah sebentar sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Kefamenanu.
Ia menambahkan penipuan yang dilakukan perempuan itu semakin banyak ketika Renata menawarkan pengobatan kepada ayah MBS yang sedang sakit.
Modus penipuannya, kata MBS, perempuan itu meracik obat untuk ayah MBS akan tetapi MBS harus mengirimkan uang yang disesuaikan dengan tanggal lahir mereka sendiri.
“Modusnya pakai tanggal. Saya lahir 21 Januari, jadi harus kirim Rp21 juta. Bapa saya tanggal 28, jadi diminta Rp28 juta,” ungkap MBS.
Ia mengatakan pembuatan obat yang dijanjikan oleh perempuan itu tak pernah berhasil di sisi lain uang yang dikirim sudah bernilai ratusan juta.
MBS mengaku pernah mendatangi rumah perempuan itu di Manggarai dengan maksud untuk meminta pertanggung jawaban uang yang dipakai Theresia Alphanita Gagur namun orang tuanya mengatakan anak perempuan mereka sudah lama kabur dari rumah dan tak pernah berkomunikasi dengan mereka.
Kasus tersebut sempat dimediasi namun tak menemui jalan keluar MBS mengatakan pada tahun 2023 Theresia Alphanita Gagur sempat mengajak MBS untuk menikah namun ajakan itu ditolaknya dan melaporkan Theresia Alphanita Gagur ke Polda NTT.
BACA JUGA
Kasus Bunuh Diri Lantaran Terlilit Hutang Makin Sering Terjadi di Manggarai
Dituduh Tebang Hutan TWA Ruteng, Hakim Vonis Bebas Petani Asal Manggarai Timur
Cerita Rakyat Manggarai, Si Pondik yang Cerdik dan Licik





